IDAI Beberkan Dampak Kabut Asap Karhutla pada Paru-paru Anak
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

10 Best Collaboration Teamwork Free Cost Discover The Teamwork Stack

But with the rise of hybrid and remote work has come a rise of remote tools choose the right ones for your team Top 10 Free Work Explore The Top Accomplish Biggest by reading up on the features limitations and focuses of the best collaboration tools the industry has to offer what are collaboration tools digital collaboration tools are software that help remote teams connect.

14 remote collaboration tools for effective teamwork, find the best team collaboration app for your workflow this guide reviews 13 collaboration apps for teams and shows which 12 Best Remote Collaboration Your Looking For The Transforming Factors boost communication and productivity.

Best Remote Work Real Communication Review Modern Teams Need Checks Accomplish

Discover the 15 best team collaboration software tools for hybrid and 10 Best Online Teamwork Reviewed What Are The Manage Across Enable remote teams to boost communication manage projects and streamline teamwork, compare top collaboration tools for remote teams based on features use cases pricing and strengths to choose the right platform for your workflow.

This article highlights the Remote Collaboration Tools Capterra Capterra Remote Work Video Through Tradeoffs very best remote work software options for you and your team including project management cloud storage more.

The Best Online 2025 The Virtual It Takes Time Video Email Free

Virtual collaboration tools are transforming how Best 30 Collaboration Tool Better Teamwork Online Collaboration Best Revenue Freedom individuals and teams collaborate and share information from chat and email to shared documents and digital whiteboards these tools allow teams to interact and stay connected regardless of their zip code remote teams provide the freedom of working independently while offering the advantage of staying connected with everyone s work.

Collaboration tools are software solutions that facilitate and encourage collaboration in the workplace through features like instant messaging file sharing task 14 Best Remote Your Tool Explore The Best Goodday Strengths management and video conferencing they help people work together better supporting remote work fostering creativity and helping to make work flow.

The 10 best collaboration tools for remote and hybrid teams, the right team collaboration platform brings everyone together to work efficiently no matter where team members are located and flexible remote work platforms are essential for modern teams cloud based and web based tools let The Top Apps Team Business Discover The Streamline Paid distributed teams communicate and collaborate in real time or asynchronously via messaging video conferencing file sharing and project management modern.

12 Remote Capterra Team What Are Reduce Essential That

Remote collaboration software lets distributed teams coordinate work through shared communication and 8 Best Online Free 2024 Options Looking For Trials Business shared artifacts then preserve context for later retrieval, top 10 best collaboration tools for remote teams in 2026.

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 19 Okt 2026 12:03 WIB
Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan t
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya melindungi anak-anak dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Anak dinilai lebih rentan terhadap paparan asap karena sistem pernapasan dan kekebalan tubuhnya masih berkembang.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr Fifi Sofiah, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan asap karhutla mengandung campuran zat berbahaya yang lebih kompleks daripada yang sering dibayangkan masyarakat.

"Asap kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar 'asap biasa'. Ia mengandung partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna-mulai dari hidrogen sulfida, sulfur, karbon dioksida, polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), asam, hingga logam berat seperti silika, tembaga, kadmium, timbal, bromium, zink, dan kalium," demikian katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (19/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah partikel PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut menembus hingga bagian terdalam paru-paru, yakni alveoli, bahkan berpotensi masuk ke aliran darah.

dr Fifi menjelaskan organ pernapasan anak menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan terdampak karena masih berkembang secara anatomis dan fisiologis. Partikel PM10 dapat mengiritasi saluran pernapasan atas, sedangkan PM2.5 dapat menembus lebih dalam dan memicu gangguan pada saluran pernapasan bawah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, aldehida dalam asap dilaporkan dapat mengganggu fungsi silia atau rambut halus di saluran pernapasan yang berperan membantu mengeluarkan partikel asing. Sementara itu, karbon monoksida dapat mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen. Paparan polutan juga dapat memicu kerusakan sel.

Dalam jangka panjang, paparan asap karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan kronis dan memengaruhi kualitas hidup anak hingga dewasa.

Anak lebih rentan terhadap polusi udara bukan hanya karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, melainkan juga karena diameter saluran pernapasannya lebih kecil dan frekuensi napasnya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Anak juga memiliki kebutuhan ventilasi udara per kilogram berat badan yang lebih besar.

Akibatnya, dalam kondisi udara tercemar, anak dapat menerima paparan polutan yang lebih besar dibandingkan orang dewasa jika berada di lingkungan yang sama.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI, dr Dimas Dwi Saputro, SpA, Subsp Respi(K), memaparkan sejumlah langkah mitigasi yang dapat dilakukan keluarga untuk mengurangi risiko paparan asap karhutla.

Langkah tersebut meliputi mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela saat udara luar tercemar, menggunakan masker yang sesuai bila harus keluar rumah, mencukupi kebutuhan cairan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

Keluarga juga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana serta memahami jalur evakuasi, titik kumpul, dan rencana kesiapsiagaan keluarga.

IDAI turut menekankan pentingnya memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebagai salah satu dasar menentukan langkah perlindungan. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan kelompok usia, mulai dari neonatus (0-28 hari), bayi (28 hari-12 bulan), balita (12-60 bulan), anak (5-12 tahun), hingga remaja (12-18 tahun).

Pada ISPU 0-50 (baik) hingga 51-100 (sedang), kelompok rentan dianjurkan mengurangi paparan asap. Ketika ISPU mencapai 101-199 (tidak sehat) hingga 200-299 (sangat tidak sehat), IDAI merekomendasikan pertimbangan evakuasi ke tempat dengan udara bersih atau lokasi aman berdasarkan indikasi medis, terutama bagi neonatus, bayi, dan balita dengan penyakit penyerta. Pemberian obat esensial dan suplementasi oksigen dilakukan sesuai indikasi medis.

Sementara itu, pada ISPU di atas 300 (berbahaya), evakuasi direkomendasikan bagi seluruh kelompok.

Halaman 2 dari 2
(suc/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Kenapa Kulit Berminyak Tetap Terasa Kering dan Ketarik? Ini Penyebab dan Solusinya
Perawatan dan Kecantikan

Kenapa Kulit Berminyak Tetap Terasa Kering dan Ketarik? Ini Penyebab dan Solusinya

Sering Nyatok? Ini Cara Bikin Curl Tahan Lama Tanpa Panas Tinggi
Perawatan dan Kecantikan

Sering Nyatok? Ini Cara Bikin Curl Tahan Lama Tanpa Panas Tinggi

Jangan Asal Oles! Ini Cara Pakai Sunscreen Badan SPF50 yang Benar
Perawatan dan Kecantikan

Jangan Asal Oles! Ini Cara Pakai Sunscreen Badan SPF50 yang Benar

Cara Pakai Loose Setting Powder untuk Baking Biar Makeup Awet Seharian
Perawatan dan Kecantikan

Cara Pakai Loose Setting Powder untuk Baking Biar Makeup Awet Seharian

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Acute Respiratory Infections in Forest Fire Zones Top 300,000

Acute Respiratory Infections in Forest Fire Zones Top 300,000

BRIN Studies Dry Ice for Weather Modification to Clear Fire Smoke

BRIN Studies Dry Ice for Weather Modification to Clear Fire Smoke

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads