Kemunculan hiu paus di perairan muara Sungai Porong, Kecamatan Jabon, Sidoarjo menjadi sorotan. Keberadaan satwa laut itu dinilai berpotensi mendongkrak daya tarik wisata bahari berbasis alam dan konservasi di sekitar kawasan itu.
Pengelola Seven Point Jetsky di perairan Porong, Wedha mengatakan bahwa kemunculan hiu paus di kawasan itu bukan hal yang terjadi setiap saat. Satwa itu biasanya terlihat ketika memasuki musim kemarau dan kondisi air laut sedang jernih.
"Kalau musim kemarau, kondisi air sedang jernih, ikan paus dan hiu tutul itu muncul," kata Wedha kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Sabtu (29/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wedha, kemunculan hiu paus diduga berkaitan dengan aktivitas satwa itu mencari makanan di sekitar muara Sungai Porong. Ia menyebut fenomena itu kerap terlihat pada musim kemarau, terutama saat kondisi perairan mendukung.
"Diduga hiu itu mencari makan, ganggang yang ada di muara Sungai Porong. Kemunculannya setiap musim kemarau, saat air dalam kondisi jernih," ujarnya.
Menurut Wedha fenomena kemunculan hiu paus tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata bahari di Sidoarjo. Namun, pengembangan wisata tetap perlu memperhatikan keselamatan pengunjung dan kelestarian habitat satwa.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan potensi alam di kawasan pesisir Sidoarjo tidak semestinya hanya dilihat dari sisi mendatangkan wisatawan. Menurutnya, pengembangan kawasan harus terkoneksi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
"Pengembangan kawasan tidak semata-mata diarahkan untuk mendatangkan wisatawan. Potensi alam harus terkoneksi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas," kata Mimik.
Mimik mengaku telah melihat langsung keberadaan hiu paus saat melakukan peninjauan potensi wisata air di kawasan Tlocor. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo serta BPBD Kabupaten Sidoarjo.
"Saya keliling dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo dan BPBD Kabupaten Sidoarjo untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Sidoarjo, terutama wisata air. Ternyata di Sidoarjo ini ada hiu tutul (hiu paus,red) dan sudah saya buktikan dengan melihat secara langsung keberadaan hiu tutul tersebut," jelasnya.
Meski memiliki potensi wisata, Mimik menegaskan Pemkab Sidoarjo tidak ingin terburu-buru menentukan bentuk pengembangan kawasan itu. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui potensi kawasan sekaligus memastikan aspek legalitas dan perizinannya.
"Ke depannya nanti kita harus mengkaji ulang potensinya seperti apa. Karena ini masih wilayahnya BBWS dan Kementerian PU, jadi kita harus kerja sama. Kita akan komunikasikan dengan pemerintah pusat dan provinsi ini sebaiknya seperti apa, terutama menyangkut izin-izinnya," ungkapnya.
Menurut Mimik, keberadaan hiu paus menjadi salah satu potensi yang cukup menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Namun, pengembangannya harus dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu ekosistem dan keberadaan satwa tersebut.
Selain hiu paus, kawasan pesisir Tlocor juga memiliki potensi lain berupa rumput laut. Mimik menyebut komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi salah satu potensi unggulan kawasan pesisir Sidoarjo sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Mengingat di pesisir tadi terlihat banyak rumput laut, ini merupakan salah satu komoditas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Rumput laut ini memiliki kualitas yang sangat bagus," pungkasnya.























































