Liputan6.com, JakartaSetrika yang lengket biasanya disebabkan oleh sisa pelicin, serat kain yang meleleh, atau endapan mineral dari air keran. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba cara membersihkan setrika yang lengket menggunakan bahan rumahan, seperti cuka putih, baking soda, atau garam.
Sebelum membersihkan, pastikan setrika dalam keadaan dingin dan tidak terhubung ke sumber listrik. Pilih metode yang sesuai dengan jenis noda agar tapak setrika kembali licin tanpa merusak permukaannya. Perawatan rutin juga membantu mencegah noda menempel pada pakaian saat menyetrika.
Residu dari serat kain, kanji, pelembut pakaian, dan bahan yang meleleh akibat panas dapat menumpuk di tapak setrika. Endapan mineral dari air sadah juga bisa memperburuk kondisi tersebut, membuat setrika sulit meluncur dan meninggalkan noda pada pakaian. Untuk mengatasi kerak yang membandel, simak juga cara membersihkan kerak setrika dengan bahan rumahan dari Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
Cara Membersihkan Setrika yang Lengket dengan Cuka Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295939/original/073972600_1783995990-17437668110819429974.jpeg)
Cuka putih dapat membantu meluruhkan endapan mineral dan residu yang menempel pada tapak setrika. Bahan ini mudah ditemukan dan bisa menjadi pilihan praktis untuk membersihkan noda lengket akibat sisa kanji atau pelapis kain.
Karina Toner, pakar kebersihan dari Spekless Cleaning, dikutip Homes & Gardens, menyarankan penggunaan campuran cuka putih dan air suling dengan perbandingan yang sama sebagai larutan pembersih.
Dinginkan dan cabut setrika. Pastikan setrika sudah benar-benar dingin dan tidak terhubung ke sumber listrik sebelum dibersihkan.
Buat larutan cuka. Campurkan cuka putih dan air suling dengan perbandingan 1:1 dalam wadah kecil.
Usap tapak setrika. Celupkan kain mikrofiber lembut ke dalam larutan, kemudian usapkan pada bagian yang lengket. Jika noda cukup membandel, tempelkan kain yang telah dibasahi larutan selama beberapa menit agar residu lebih mudah terangkat.
Bilas dan keringkan. Lap permukaan setrika menggunakan kain bersih yang sedikit lembap, lalu keringkan hingga tidak ada sisa cairan sebelum digunakan kembali.
Hindari menuangkan larutan langsung ke lubang uap atau bagian dalam setrika. Periksa petunjuk perawatan dari produsen karena tidak semua jenis tapak setrika cocok dibersihkan dengan cuka. Baca juga: cara menghilangkan kilap bekas setrika di baju.
Cara Membersihkan Setrika yang Lengket Menggunakan Pasta Baking Soda
Untuk mengatasi noda lengket yang membandel, Anda bisa menggunakan pasta baking soda. Bahan ini memiliki sifat abrasif ringan yang membantu mengangkat residu pada tapak setrika. Namun, penggunaannya perlu hati-hati agar tidak merusak lapisan pelindung, terutama pada setrika dengan tapak antilengket.
Mark Congionti, pakar kebersihan sekaligus CEO iShine Maid Cleaning Services, dikutip dari Homes & Gardens, menjelaskan bahwa baking soda memiliki daya abrasif ringan sehingga dapat membantu mengangkat residu yang lebih sulit dibersihkan.
Menurut panduan The Home Depot, pasta pembersih dapat dibuat dengan mencampurkan dua sendok makan baking soda dan satu sendok makan air. Setelah dioleskan pada tapak setrika, pasta dibersihkan menggunakan kain lembap hingga tidak tersisa.
Pastikan setrika dingin. Cabut kabel dari sumber listrik dan tunggu hingga tapak setrika benar-benar dingin.
Buat pasta baking soda. Campurkan dua sendok makan baking soda dengan satu sendok makan air, lalu aduk hingga membentuk pasta kental.
Oleskan pada bagian yang lengket. Gunakan kain lembut untuk mengoleskan pasta secara tipis pada noda. Gosok perlahan tanpa menekan terlalu kuat agar permukaan setrika tidak tergores.
Bersihkan sisa pasta. Usap tapak setrika dengan kain bersih yang sedikit lembap hingga seluruh residu terangkat. Pastikan tidak ada baking soda yang tertinggal, terutama di sekitar lubang uap.
Sebelum menggunakan metode ini, periksa petunjuk perawatan dari produsen karena baking soda tidak cocok untuk semua jenis tapak setrika. Hindari menggosok lapisan antilengket dengan bahan abrasif. Baca juga: cara membersihkan panci gosong dengan baking soda.
Advertisement
Cara Membersihkan Setrika yang Lengket dengan Garam, Koran, dan Bahan Praktis Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295938/original/013133800_1783995990-14074000627299246211.jpeg)
Selain cuka putih dan baking soda, beberapa bahan rumahan dapat membantu mengangkat residu yang menempel pada tapak setrika. Namun, pemilihan metode perlu disesuaikan dengan jenis noda dan bahan pelapis tapak agar permukaannya tidak tergores atau rusak.
Menurut panduan Airtasker, koran dan lembar pelembut pengering atau dryer sheet dapat digunakan untuk membantu membersihkan kotoran pada tapak setrika. Meski begitu, periksa petunjuk produsen sebelum mencoba metode tertentu, terutama jika setrika memiliki lapisan antilengket atau keramik.
Garam dan koran. Taburkan sedikit garam di atas selembar koran yang diletakkan pada permukaan tahan panas. Jika petunjuk produsen mengizinkan metode ini, atur setrika pada suhu rendah tanpa uap, lalu gerakkan perlahan di atas koran. Hindari menggosok terlalu keras karena kristal garam dapat menggores lapisan tapak tertentu.
Pasta gigi. Oleskan sedikit pasta gigi putih non-gel pada tapak setrika yang sudah dingin dan tidak terhubung ke listrik. Gosok perlahan menggunakan kain lembut, kemudian bersihkan sisa pasta dengan kain lembap. Gunakan cara ini hanya jika sesuai dengan petunjuk perawatan setrika.
Lembar pengering (dryer sheet). Beberapa jenis lembar pengering dapat membantu melonggarkan residu pada tapak setrika. Gunakan hanya jika diizinkan oleh produsen dan ikuti petunjuk penggunaannya. Pastikan setrika tidak terhubung ke listrik saat membersihkan secara manual.
Membersihkan sisa plastik yang meleleh. Jika plastik atau serat sintetis menempel pada tapak, cabut setrika dan biarkan dingin. Periksa petunjuk produsen untuk mengetahui cara mengangkat residu tanpa merusak permukaan. Hindari mengikisnya dengan benda tajam atau menggunakan bahan kimia yang tidak direkomendasikan.
Daun pisang. Hindari menggosokkan daun pisang pada tapak setrika panas sebagai metode pembersihan karena cara ini belum tentu efektif dan dapat meninggalkan residu tambahan. Gunakan kain lembut atau alat pembersih khusus yang sesuai dengan jenis tapak setrika.
Lemon dan garam. Campuran air lemon dan garam terkadang digunakan untuk membantu mengangkat noda pada permukaan tertentu. Namun, sifat asam lemon dan tekstur garam dapat merusak lapisan pelindung setrika. Karena itu, metode ini sebaiknya dihindari kecuali secara khusus direkomendasikan oleh produsen.
Hindari penggunaan aseton atau tablet parasetamol pada tapak setrika panas. Aseton mudah terbakar, sedangkan parasetamol bukan bahan pembersih yang dirancang untuk setrika dan dapat meninggalkan residu. Baca juga: menghilangkan noda di setrika dengan pasta gigi dan trik membersihkan setrika gosong tanpa odol.
Cara Membersihkan Lubang Uap dan Tangki Air Setrika
Membersihkan bagian luar saja belum cukup, terutama jika Anda menggunakan setrika uap. Endapan mineral di dalam tangki dan lubang uap dapat menghambat keluarnya uap serta menyebabkan bercak kotor pada pakaian. Perawatan berkala juga membantu menjaga kinerja setrika agar tetap optimal. Jika setrika mulai kehilangan kemampuan menghantarkan panas, simak pula cara memperbaiki setrika tidak panas.
Kathy Cohoon, pakar kebersihan sekaligus direktur operasi waralaba di Two Maids, dikutip dari Martha Stewart Living, mengingatkan pentingnya mengosongkan tangki air setelah digunakan. Air yang dibiarkan menggenang dapat memicu penumpukan mineral dan kotoran, terutama jika setrika tidak disimpan dengan benar.
Kosongkan tangki air. Cabut setrika dari sumber listrik dan tunggu hingga dingin. Buang sisa air dari tangki sesuai petunjuk penggunaan.
Isi tangki sesuai petunjuk produsen. Gunakan jenis air yang direkomendasikan, baik air suling maupun air dengan kadar mineral tertentu sesuai spesifikasi setrika. Jangan langsung mencampurkan cuka ke dalam tangki karena bahan tersebut dapat merusak komponen internal pada sejumlah model.
Bersihkan lubang uap. Setelah setrika dingin dan tidak terhubung ke listrik, bersihkan bagian luar lubang uap menggunakan kain lembut. Jika diperlukan, gunakan alat pembersih yang disediakan produsen. Hindari menusukkan benda tajam atau memasukkan cotton bud terlalu dalam karena dapat merusak saluran uap.
Gunakan fitur pembersihan otomatis. Jika setrika dilengkapi fitur self-clean atau anti-calc, jalankan sesuai petunjuk dalam buku manual. Fitur ini dirancang untuk membantu mengeluarkan endapan mineral dari sistem uap.
Bilas dan keringkan sesuai instruksi. Jika produsen menyarankan pembilasan, ikuti prosedur yang ditentukan. Kosongkan tangki setelah selesai dan simpan setrika dalam keadaan aman serta kering.
Hindari menjalankan setrika di atas handuk atau kain lama jika petunjuk produsen tidak mengizinkannya. Saat proses pembersihan otomatis dilakukan, uap panas dan air dapat keluar dari tapak sehingga perlu dijauhkan dari tangan dan wajah. Baca juga: cara membersihkan alas setrika yang lengket.
Tips Mencegah Setrika Agar Tidak Lengket Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491950/original/040411100_1770112104-Setrika_Pakaian.jpg)
Mencegah tapak setrika menjadi lengket lebih mudah daripada membersihkan residu yang sudah menumpuk. Karena itu, biasakan merawat setrika secara rutin dan gunakan sesuai petunjuk produsen. Panduan Iowa State University Extension juga menekankan pentingnya menjaga permukaan tapak agar tidak tergores serta mengikuti rekomendasi penggunaan air untuk setrika uap.
Lara Brittain, pakar peralatan rumah tangga dari Currys, dikutip dari Ideal Home, mengingatkan agar tidak menggunakan bahan kasar yang dapat menggores tapak setrika. Kerusakan pada permukaan dapat memicu noda dan mengganggu kelancaran setrika saat digunakan. Frekuensi pembersihan sebaiknya disesuaikan dengan intensitas pemakaian dan kondisi tapak.
Gunakan air sesuai rekomendasi produsen. Untuk setrika uap, pilih jenis air yang dianjurkan dalam buku manual. Air suling atau air demineralisasi dapat digunakan pada model tertentu, tetapi tidak selalu cocok untuk semua setrika. Penggunaan air yang tidak sesuai dapat memicu penumpukan mineral atau mengganggu kinerja alat.
Baca label pakaian dan atur suhu. Periksa simbol perawatan pada pakaian sebelum menyetrika. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat serat sintetis meleleh atau meninggalkan residu pada tapak. Pelajari juga cara mengatur suhu setrika sesuai jenis kain agar pakaian tetap terawat.
Gunakan kain pelapis bila diperlukan. Untuk kain yang mudah rusak atau memiliki detail sensitif, letakkan kain pelapis bersih di antara pakaian dan tapak setrika. Cara ini membantu mengurangi risiko noda, kilap, dan kerusakan akibat panas. Simak pula tips menyetrika baju agar tidak mudah rusak.
Hindari kontak langsung dengan bagian keras. Usahakan tapak setrika tidak bergesekan dengan ritsleting, kancing logam, atau aksesori pakaian yang keras. Untuk pakaian bersablon, ikuti petunjuk perawatan dan gunakan kain pelapis jika diperlukan agar sablon tidak menempel atau rusak.
Bersihkan tapak secara berkala. Setelah setrika dingin dan kabel dicabut, periksa permukaannya untuk memastikan tidak ada sisa pelicin atau serat kain. Jika ditemukan residu, bersihkan menggunakan kain lembut dan metode yang direkomendasikan produsen sebelum kotoran semakin sulit diangkat.
Kosongkan tangki air dan simpan dengan benar. Setelah menggunakan setrika uap, buang sisa air jika dianjurkan oleh produsen. Simpan setrika dalam posisi yang ditentukan pada buku manual setelah benar-benar dingin. Kebiasaan ini membantu menjaga kondisi alat dan mengurangi risiko penumpukan endapan. Baca juga hal yang perlu diperhatikan saat menyetrika.
Hindari bahan pembersih abrasif. Jangan menggunakan wol baja, spons kasar, atau bubuk gosok yang dapat menggores lapisan tapak. Pilih kain lembut dan pembersih khusus yang sesuai dengan jenis setrika. Gunakan pula pelicin pakaian untuk setrika sesuai petunjuk agar residunya tidak menumpuk pada permukaan.
Dengan memilih metode pembersihan yang sesuai dan merawat setrika secara rutin, Anda dapat mengurangi risiko tapak menjadi lengket serta menjaga pakaian tetap bersih saat disetrika. Kebiasaan sederhana ini juga membantu mempertahankan kinerja alat dan memperpanjang masa pakainya. Untuk menyetrika dengan lebih praktis, simak pula trik menyetrika baju cepat licin tanpa spray, tips menyetrika baju kusut, trik membersihkan setrika lengket dalam 5 menit, serta cara membersihkan setrika gosong.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Setrika Lengket
Apa penyebab tapak setrika menjadi lengket?
Kelengketan terjadi ketika serat kain, kanji, pelembut kain, atau bahan sintetis yang meleleh menempel pada tapak panas, ditambah endapan mineral dari air sadah. Menyetrika pada suhu terlalu tinggi mempercepat masalah ini, jadi menyesuaikan suhu dengan jenis kain sangat membantu mencegahnya. Baca juga: cara menghilangkan setrika lengket.
Apakah setrika lengket bisa dibersihkan dengan pasta gigi?
Bisa, karena pasta gigi mengandung bahan abrasif ringan yang efektif menghilangkan noda tanpa merusak lapisan permukaan. Gunakan odol putih non-gel, oleskan pada tapak dingin, diamkan sebentar, lalu gosok lembut dan lap bersih. Baca juga: cara mencegah setrika gosong agar tidak lengket.
Seberapa sering setrika perlu dibersihkan?
Idealnya dibersihkan rutin, setidaknya sekitar sebulan sekali tergantung frekuensi pemakaian. Selain itu, biasakan menyeka tapak setiap selesai menyetrika dan mengosongkan tangki air pada setrika uap agar kerak tidak cepat menumpuk. Baca juga: rekomendasi merk setrika terbaik dan awet.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296896/original/022390200_1784031686-2148521025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356136/original/017718300_1790153716-f5dbf4a7-c538-47d7-8883-a5a4ae82bd95.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296896/original/022390200_1784031686-2148521025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539634/original/028318500_1774608198-712dd1d5-a954-4b7c-baa1-4e022bb792fc.jpg)