Usai demonstrasi siswa SMA di Prancis belum lama ini, terjadi gelombang serupa di tenggara Eropa, Albania. Puluhan ribu mahasiswa turun ke jalanan Tirana, Albania pada Rabu (15/10/2026).
Para penggerak mahasiswa mengatakan protes tersebut terkait dengan kondisi di perguruan tinggi, biaya pendidikan tinggi, kurangnya dukungan keuangan, dan prospek lapangan kerja setelah lulus. Selain itu, para demonstran juga memprotes persoalan korupsi di negara tersebut.
Dikutip dari Reuters, demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang aktivisme mahasiswa yang lebih luas yang terjadi di Eropa, terkait dengan pendidikan dan kondisi kehidupan. Media Albania melaporkan bahwa protes pada hari Rabu menyebar ke universitas di Elbasan dan Shkodra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo Pelajar Juga Terjadi di Spanyol, Italia, hingga Yunani
Protes Guru dan Murid di Spanyol
Guru dan siswa turun ke jalan di ibu kota Spanyol, Madrid, pada Rabu (14/10/2026). Pemogokan ini melibatkan sekitar 65.000 guru sekolah negeri.
Mereka menuntut gaji yang lebih tinggi, ukuran kelas yang lebih kecil, pengurangan jam mengajar, dan peningkatan investasi dalam infrastruktur sekolah. Serikat pekerja pendidikan mengatakan sistem pendidikan negeri di tingkat regional menderita kekurangan dana kronis dan kekurangan staf.
Dikutip dari Anadolu, tuntutan mereka termasuk membatasi ukuran kelas menjadi 13 murid di taman kanak-kanak, 15 di sekolah dasar, dan 20 di sekolah menengah. Mereka juga menuntut kenaikan gaji bersih bulanan sebesar €600 euro (sekitar Rp 12 juta), dengan alasan guru membutuhkan gaji yang lebih tinggi untuk mengimbangi inflasi dan mendekatkan upah dengan gaji di wilayah Spanyol lainnya.
Tuntutan lainnya termasuk mengurangi jam mengajar mingguan menjadi 22 jam di pendidikan dasar dan 17 jam di sekolah menengah, memperluas sumber daya pendidikan khusus, dan berinvestasi dalam modernisasi sistem pengendalian iklim di gedung sekolah yang sudah tua.
Demo Pelajar di Belgia, Italia, dan Yunani
Di Belgia, ratusan pelajar SMA pada Rabu pekan lalu (7/10/2026), turun ke jalanan Liege dan memprotes kenaikan biaya pendidikan, kelas yang terlalu penuh, hingga akses pembelajaran yang terbatas. Dikutip dari Times of India, demonstrasi ini menyebabkan bentrok dengan polisi dan penangkapan. Gerakan tersebut menghidupkan kembali protes di Brussels pada awal 2026 terkait reformasi pendidikan.
Sementara, di Italia, para siswa SMA menduduki sekolah-sekolah di Turin dan Roma dengan slogan "Let's do as in France". Mereka memprotes pendanaan pendidikan yang tidak cukup, gedung sekolah yang rusak, dan biaya hidup yang naik. Para siswa tersebut juga melakukan perjalanan ke Paris sebagai bentuk solidaritas.
Kemudian di Yunani, para siswa juga mengajak aksi secara nasional, termasuk pemogokan, demonstrasi, dan berserikat. Isu yang disuarakan beragam, tetapi secara umum, mereka meminta hal yang sama yakni anggaran lebih besar terhadap pendidikan nasional.
Demo Pelajar di Irlandia, Jerman, dan Austria
Di Irlandia, ribuan mahasiswa melakukan aksi demo di Dublin terkait biaya kuliah, anggaran pendidikan tinggi, dan harga hunian. Sementara di Jerman, para siswa, guru, orang tua, hingga para perserikatan menuntut investasi lebih besar untuk pendidikan, lebih banyak guru, dan sistem pendidikan yang lebih adil.
Di Austria, para serikat pelajar pada pekan lalu menginisiasi demonstrasi usai asosiasi universitas negeri menginformasikan kemungkinan pemotongan sekitar satu miliar euro dari budget pendidikan tinggi tiga tahun ke depan.






























































