9 Destinasi Wisata di Nganjuk dari Pegunungan hingga Peninggalan Majapahit
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Best Mattresses September And These 10 Weighted Should

Best mattress for lower back pain just released oct 2026 reviews, sleep mattresses the best mattress for back pain Best Mattresses Reviews Side Sleeper Discover The Including Marki updated december 24 2025 marki williams nyt wirecutter by elise czajkowski and joanne chen elise czajkowski is a writer on the sleep team.

Best mattress for lower back pain just released oct 2026 reviews, 8 best mattresses for back pain september 2026 relief guide, The Best Picks 470 Aging In Our Impressed Balanced Helix best mattress for back pain 2026 13 top picks from 40 tested, best mattress for back pain relief guide, 10 best mattresses back pain just released oct 2026 reviews.

The Best Mattresses From Models After Back Pain After Top

Side sleepers need a bed that offers excellent support and pressure relief for hips and shoulders see which of the 150 mattresses 7 Best Aging 2026 500 The Leesa Chill Below Where we tested scored the best, i ached every morning from chronic back pain until i finally tried a new mattress.

We tested 100 mattresses to find the best options for every sleeper whether you run hot have back pain share a bed or are on a budget, saatva is a brand known for making premium mattresses that are exceptionally durable and supportive the rx mattress was designed to Best Mattresses Help Reviews Beds Compare Support Detailed Well alleviate back pain from conditions like scoliosis and sciatica.

10 Best Are Council Keep Scrolling For 375 Aches Across

Best mattresses for back pain 2026 the national council on aging, people with back pain need a mattress that offers optimal spinal support and These Are Pain Every Tired Of Fit Pedic pressure relief see which of the 75 mattresses we tested scored the best, best mattresses for back sleepers.

Health editors tested more than 60 mattresses both at home and in our lab and found the best mattresses for back pain for every type of sleeper, sleep position influences the Best Mattresses Picks Luxury Our Experts Tested Quality Some best mattress for back pain we rate beds for side back stomach and combination sleepers that help alleviate aches.

Best mattress of 2026 according to our experts, 10 Best Mattresses Testing Objectively Our We Tested Conditions Programs Unless keep scrolling for the best mattresses for back pain in 2026 and begin your journey towards better pain, we tested 40 mattresses for support pressure relief and spinal alignment across sleep positions see our 13 top picks for back pain reviewed by dr jordan burns.

The 5 Best 2025 Luxury Sleeper Our Experts Tested Bear Objective Chill

Best Best Mattress Tried After Compare Support Spoke Product Sealy mattress of 2026 15 top picks from 50 tested mattresses, these top rated mattresses for back pain offer a better night s sleep according to experts and testing shop options from saatva purple helix and more.

Mira Rachmalia - detikJatim
Minggu, 20 Sep 2026 10:45 WIB
Suasana di Taman Nyawiji Nganjuk
Suasana Taman Nyawiji Nganjuk. Foto: Bakrie/detikJatim
Nganjuk -

Kabupaten Nganjuk tidak hanya menawarkan wisata alam berupa air terjun dan kawasan pegunungan. Ada pula taman kota, wisata edukasi, pura, hingga peninggalan sejarah yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan.

Pilihan tersebut tersebar di sejumlah wilayah Nganjuk dengan karakter yang berbeda-beda. Mulai dari menikmati udara sejuk di lereng Gunung Wilis, bermain air, berkemah, hingga mengenal peninggalan Kerajaan Majapahit.

Wisata Nganjuk

Berikut sejumlah wisata di Nganjuk yang dikutip dari booklet Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporapar) Kabupaten Nganjuk, serta berbagai sumber terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Air Terjun Sedudo

Air Terjun Sedudo menjadi salah satu destinasi alam yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis. Lokasinya berada di Jalan Sedudo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan jarak sekitar 31 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.

Air Terjun Sedudo NganjukAir Terjun Sedudo Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)

Perjalanan menuju lokasi menawarkan suasana khas kawasan pegunungan. Dari arah Alun-alun Nganjuk, wisatawan dapat menuju Kampung Wilis atau Kampung Dalem, kemudian mengambil jalur Kediri-Nganjuk menuju Brebek hingga masuk ke kawasan Jalan Raya Sedudo.

ADVERTISEMENT

Sesampainya di lokasi, wisatawan dapat menikmati air terjun setinggi sekitar 105 meter yang berada di ketinggian sekitar 1.438 meter di atas permukaan laut. Kawasan pegunungan membuat suasana di sekitar air terjun terasa sejuk.

Jam kunjungan Air Terjun Sedudo adalah sekitar pukul 07.00-16.00 WIB. Harga tiket yang tercantum juga relatif terjangkau, dengan tiket masuk anak-anak sekitar Rp 8.000-Rp 12.000 dan dewasa Rp 10.000-Rp 15.000.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dikenai biaya parkir sekitar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Selain itu, tersedia wahana flying fox dengan tarif sekitar Rp 10.000-Rp 15.000.

2. Bukit Watu Lawang

Masih berada di Kecamatan Sawahan, ada Bukit Watu Lawang yang terletak di Desa Ngliman. Destinasi ini berada di kawasan lereng Gunung Wilis dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Daya tarik Watu Lawang adalah panorama pegunungan yang dapat dinikmati dari kawasan bukit. Wisatawan juga dapat melihat Gunung Ngliman serta bentang alam di sekitarnya.

Wisata Watu Lawang berada di Ngliman, Kecamatan Sawahan. Harga tiket masuknya Rp 6.000 per orang.Wisata Watu Lawang berada di Ngliman, Kecamatan Sawahan. Foto:(dok.Instagram @watulawangnganjuk)

Nama Watu Lawang tidak lepas dari keberadaan batu-batu berukuran besar yang tersusun secara alami. Formasi batu tersebut menjadi salah satu spot yang banyak dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan perjalanan.

Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di kawasan ini, tersedia pula area camping ground. Area tersebut berada di tanah yang relatif datar sehingga dapat digunakan untuk berkemah. Tiket masuk Bukit Watu Lawang sekitar Rp 6.000, sedangkan tiket camping sekitar Rp 20.000.

Destinasi ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB. Dari pusat Kota Nganjuk, perjalanan menuju Watu Lawang berjarak sekitar 30 kilometer atau sekitar satu jam melalui jalur Sedudo.

3. Air Terjun Roro Kuning

Bergeser ke sisi selatan Nganjuk, wisatawan dapat menemukan Air Terjun Roro Kuning di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Destinasi ini berada di lereng Gunung Wilis, sekitar 27-30 kilometer dari Kota Nganjuk.

Air Terjun Roro Kuning berada pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Lingkungan yang masih asri menjadi salah satu daya tariknya, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam.

Air Terjun Roro KuningAir Terjun Roro Kuning (Foto: Istimewa)

Kawasan wisata ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet, dan jalur pejalan kaki. Roro Kuning umumnya beroperasi setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB.

Harga tiket masuknya tercatat sekitar Rp 5.000 per orang. Dengan suasana alam yang relatif sejuk dan air yang jernih, destinasi ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari tempat rekreasi bernuansa alam tanpa harus pergi terlalu jauh dari pusat Nganjuk.

4. Goa Margo Tresno

Tidak semua wisata di Nganjuk menawarkan panorama pegunungan. Di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, terdapat Goa Margo Tresno yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kabupaten Nganjuk.

Goa ini berada di kawasan yang juga dikelilingi beberapa goa lain, yakni Goa Gondel, Goa Bale, dan Goa Pawon. Kawasan tersebut memiliki cerita sejarah tersendiri dan disebut pernah digunakan sebagai tempat perlindungan yang dijaga oleh Punggowo Tlimah, seorang pejuang muda yang dikenal karena keberaniannya.

Selain daya tarik goa, kawasan Margo Tresno juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk pengunjung. Di antaranya kolam renang dengan air yang berasal dari mata air Ubalan, tempat parkir, area bermain, toilet, dan musala.

Karena memiliki perpaduan antara wisata alam dan cerita lokal, Goa Margo Tresno bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari sekadar menikmati pemandangan.

5. Air Terjun Singokromo

Masih di kawasan Ngliman, Kecamatan Sawahan, terdapat Air Terjun Singokromo. Lokasinya dikelilingi pepohonan sehingga suasana yang terasa cukup alami dan sejuk. Untuk masuk ke kawasan Air Terjun Singokromo, wisatawan perlu membayar tiket sekitar Rp 6.000 per orang.

Setelah melewati loket, pengunjung juga dapat menemukan area bumi perkemahan. Airnya dikenal jernih dan terasa dingin. Pengunjung dapat menikmati kesegaran air dengan bermain air, mandi, atau berenang di area yang diperbolehkan.

Keberadaan pepohonan yang cukup rimbun membuat kawasan ini juga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana seperti berada di tengah hutan. Jadi, bukan hanya air terjunnya yang menjadi daya tarik, tetapi juga suasana alam di sekitarnya.

6. Taman Nyawiji

Setelah puas menjelajahi kawasan alam, wisatawan bisa memilih destinasi yang lebih mudah dijangkau dari pusat kota. Salah satunya Taman Nyawiji yang berada di tepi Jalan Raya Ahmad Yani.

Taman Nyawiji Nganjuk Jadi Jujugan Rekreasi Keluarga saat Libur Panjang SekolahTaman Nyawiji Nganjuk (Foto: Bakrie/ detikjatim)

Taman kota ini dapat menjadi pilihan untuk bersantai tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Suasananya lebih ringan dibandingkan destinasi pegunungan sehingga cocok untuk rekreasi singkat bersama keluarga.

Taman Nyawiji memiliki sejumlah fasilitas dan spot yang dapat dinikmati pengunjung. Di antaranya lorong pergola, replika Tugu Jayastamba, taman bunga, kolam ikan, hingga area bermain anak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan Taman Nyawiji memang disiapkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus tempat rekreasi masyarakat. Dengan konsep tersebut, taman ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana kota sebelum atau setelah mengunjungi destinasi wisata lain.

7. Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis

Nganjuk juga memiliki destinasi yang menawarkan perpaduan antara suasana spiritual dan panorama alam. Salah satunya Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis.

Pura ini memiliki arsitektur khas Bali dan digunakan sebagai tempat ibadah serta kegiatan keagamaan umat Hindu. Lingkungan pegunungan di sekitarnya memberikan suasana yang tenang.

Pura Kerta BhuwanaPura Kerta Bhuwana (Foto: Museum Online Nganjuk)

Bagi wisatawan, kunjungan ke kawasan pura dapat menjadi pengalaman untuk mengenal keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat sekaligus menikmati panorama alam. Karena merupakan tempat ibadah, wisatawan tetap perlu menjaga ketenangan dan menghormati aktivitas keagamaan yang berlangsung.

8. Wisata Tani Desa Betet

Jika ingin merasakan suasana pedesaan, Wisata Tani Desa Betet dapat menjadi pilihan. Destinasi ini memanfaatkan potensi alam desa berupa sungai dan area persawahan sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi.

Sungai yang sebelumnya kurang terawat kemudian dikelola oleh pemuda desa menjadi kawasan wisata tani. Pengelolaan dilakukan dengan meninggikan permukaan air sungai sehingga permukaan air tanah di sekitarnya turut meningkat.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk wisata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani lokal. Pengelolaan wisata dilakukan bersama Pokdarwis Regul sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan pertanian.

Wisatawan dapat menikmati sejumlah aktivitas dan fasilitas, mulai dari rumah pohon, gazebo, memancing ikan, bercocok tanam, wahana perahu, sepeda air, hingga area bermain anak.

Tersedia pula warung kuliner, toilet, musala, spot foto, dan Wi-Fi. Pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Sementara itu, tarif parkir sekitar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

9. Candi Ngetos

Untuk wisata yang mengajak pengunjung mengenal sejarah, Candi Ngetos menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dimasukkan dalam daftar perjalanan. Candi Ngetos merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada abad ke-15.

Suasana Candi Ngetos yaitu peninggalan zaman kerajaan Majapahit di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (14/4/2025). Candi Hindu berbahan bata merah setinggi 10 meter yang dibangun pada abad ke-15 tersebut pada Pebruari 2025 resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah sesuai dengan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym.Suasana Candi Ngetos yaitu peninggalan zaman kerajaan Majapahit di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Dalam informasi yang dihimpun dari booklet pariwisata Nganjuk, pembangunan candi dikaitkan dengan perintah Raja Hayam Wuruk dan direncanakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah sang raja kelak.

Lokasinya berada sekitar 15 kilometer di sebelah selatan Nganjuk. Selain melihat peninggalan sejarah, wisatawan juga dapat menemukan sentra kerajinan batik khas Ngetos di sekitar kawasan tersebut.

Dengan demikian, kunjungan ke Candi Ngetos tidak hanya menawarkan pengalaman melihat bangunan bersejarah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal produk budaya masyarakat setempat.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

20 Famous Free 2025 Brand Guide What Is Website Direct Brand
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

20 Famous Free 2025 Brand Guide What Is Website Direct Brand
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Indonesian Agriculture Minister Says a Country Has Requested Indonesian Rice

Indonesian Agriculture Minister Says a Country Has Requested Indonesian Rice

IDX President Director Explains Reasons for Lowering ARB Limits

IDX President Director Explains Reasons for Lowering ARB Limits

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads