Kabupaten Nganjuk tidak hanya menawarkan wisata alam berupa air terjun dan kawasan pegunungan. Ada pula taman kota, wisata edukasi, pura, hingga peninggalan sejarah yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan.
Pilihan tersebut tersebar di sejumlah wilayah Nganjuk dengan karakter yang berbeda-beda. Mulai dari menikmati udara sejuk di lereng Gunung Wilis, bermain air, berkemah, hingga mengenal peninggalan Kerajaan Majapahit.
Wisata Nganjuk
Berikut sejumlah wisata di Nganjuk yang dikutip dari booklet Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporapar) Kabupaten Nganjuk, serta berbagai sumber terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo menjadi salah satu destinasi alam yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis. Lokasinya berada di Jalan Sedudo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan jarak sekitar 31 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.
Air Terjun Sedudo Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim) |
Perjalanan menuju lokasi menawarkan suasana khas kawasan pegunungan. Dari arah Alun-alun Nganjuk, wisatawan dapat menuju Kampung Wilis atau Kampung Dalem, kemudian mengambil jalur Kediri-Nganjuk menuju Brebek hingga masuk ke kawasan Jalan Raya Sedudo.
Sesampainya di lokasi, wisatawan dapat menikmati air terjun setinggi sekitar 105 meter yang berada di ketinggian sekitar 1.438 meter di atas permukaan laut. Kawasan pegunungan membuat suasana di sekitar air terjun terasa sejuk.
Jam kunjungan Air Terjun Sedudo adalah sekitar pukul 07.00-16.00 WIB. Harga tiket yang tercantum juga relatif terjangkau, dengan tiket masuk anak-anak sekitar Rp 8.000-Rp 12.000 dan dewasa Rp 10.000-Rp 15.000.
Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dikenai biaya parkir sekitar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Selain itu, tersedia wahana flying fox dengan tarif sekitar Rp 10.000-Rp 15.000.
2. Bukit Watu Lawang
Masih berada di Kecamatan Sawahan, ada Bukit Watu Lawang yang terletak di Desa Ngliman. Destinasi ini berada di kawasan lereng Gunung Wilis dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.
Daya tarik Watu Lawang adalah panorama pegunungan yang dapat dinikmati dari kawasan bukit. Wisatawan juga dapat melihat Gunung Ngliman serta bentang alam di sekitarnya.
Wisata Watu Lawang berada di Ngliman, Kecamatan Sawahan. Foto:(dok.Instagram @watulawangnganjuk) |
Nama Watu Lawang tidak lepas dari keberadaan batu-batu berukuran besar yang tersusun secara alami. Formasi batu tersebut menjadi salah satu spot yang banyak dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan perjalanan.
Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di kawasan ini, tersedia pula area camping ground. Area tersebut berada di tanah yang relatif datar sehingga dapat digunakan untuk berkemah. Tiket masuk Bukit Watu Lawang sekitar Rp 6.000, sedangkan tiket camping sekitar Rp 20.000.
Destinasi ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB. Dari pusat Kota Nganjuk, perjalanan menuju Watu Lawang berjarak sekitar 30 kilometer atau sekitar satu jam melalui jalur Sedudo.
3. Air Terjun Roro Kuning
Bergeser ke sisi selatan Nganjuk, wisatawan dapat menemukan Air Terjun Roro Kuning di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Destinasi ini berada di lereng Gunung Wilis, sekitar 27-30 kilometer dari Kota Nganjuk.
Air Terjun Roro Kuning berada pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Lingkungan yang masih asri menjadi salah satu daya tariknya, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam.
Air Terjun Roro Kuning (Foto: Istimewa) |
Kawasan wisata ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet, dan jalur pejalan kaki. Roro Kuning umumnya beroperasi setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB.
Harga tiket masuknya tercatat sekitar Rp 5.000 per orang. Dengan suasana alam yang relatif sejuk dan air yang jernih, destinasi ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari tempat rekreasi bernuansa alam tanpa harus pergi terlalu jauh dari pusat Nganjuk.
4. Goa Margo Tresno
Tidak semua wisata di Nganjuk menawarkan panorama pegunungan. Di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, terdapat Goa Margo Tresno yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kabupaten Nganjuk.
Goa ini berada di kawasan yang juga dikelilingi beberapa goa lain, yakni Goa Gondel, Goa Bale, dan Goa Pawon. Kawasan tersebut memiliki cerita sejarah tersendiri dan disebut pernah digunakan sebagai tempat perlindungan yang dijaga oleh Punggowo Tlimah, seorang pejuang muda yang dikenal karena keberaniannya.
Selain daya tarik goa, kawasan Margo Tresno juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk pengunjung. Di antaranya kolam renang dengan air yang berasal dari mata air Ubalan, tempat parkir, area bermain, toilet, dan musala.
Karena memiliki perpaduan antara wisata alam dan cerita lokal, Goa Margo Tresno bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari sekadar menikmati pemandangan.
5. Air Terjun Singokromo
Masih di kawasan Ngliman, Kecamatan Sawahan, terdapat Air Terjun Singokromo. Lokasinya dikelilingi pepohonan sehingga suasana yang terasa cukup alami dan sejuk. Untuk masuk ke kawasan Air Terjun Singokromo, wisatawan perlu membayar tiket sekitar Rp 6.000 per orang.
Setelah melewati loket, pengunjung juga dapat menemukan area bumi perkemahan. Airnya dikenal jernih dan terasa dingin. Pengunjung dapat menikmati kesegaran air dengan bermain air, mandi, atau berenang di area yang diperbolehkan.
Keberadaan pepohonan yang cukup rimbun membuat kawasan ini juga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana seperti berada di tengah hutan. Jadi, bukan hanya air terjunnya yang menjadi daya tarik, tetapi juga suasana alam di sekitarnya.
6. Taman Nyawiji
Setelah puas menjelajahi kawasan alam, wisatawan bisa memilih destinasi yang lebih mudah dijangkau dari pusat kota. Salah satunya Taman Nyawiji yang berada di tepi Jalan Raya Ahmad Yani.
Taman Nyawiji Nganjuk (Foto: Bakrie/ detikjatim) |
Taman kota ini dapat menjadi pilihan untuk bersantai tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Suasananya lebih ringan dibandingkan destinasi pegunungan sehingga cocok untuk rekreasi singkat bersama keluarga.
Taman Nyawiji memiliki sejumlah fasilitas dan spot yang dapat dinikmati pengunjung. Di antaranya lorong pergola, replika Tugu Jayastamba, taman bunga, kolam ikan, hingga area bermain anak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Sujito mengatakan Taman Nyawiji memang disiapkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus tempat rekreasi masyarakat. Dengan konsep tersebut, taman ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana kota sebelum atau setelah mengunjungi destinasi wisata lain.
7. Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis
Nganjuk juga memiliki destinasi yang menawarkan perpaduan antara suasana spiritual dan panorama alam. Salah satunya Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis.
Pura ini memiliki arsitektur khas Bali dan digunakan sebagai tempat ibadah serta kegiatan keagamaan umat Hindu. Lingkungan pegunungan di sekitarnya memberikan suasana yang tenang.
Pura Kerta Bhuwana (Foto: Museum Online Nganjuk) |
Bagi wisatawan, kunjungan ke kawasan pura dapat menjadi pengalaman untuk mengenal keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat sekaligus menikmati panorama alam. Karena merupakan tempat ibadah, wisatawan tetap perlu menjaga ketenangan dan menghormati aktivitas keagamaan yang berlangsung.
8. Wisata Tani Desa Betet
Jika ingin merasakan suasana pedesaan, Wisata Tani Desa Betet dapat menjadi pilihan. Destinasi ini memanfaatkan potensi alam desa berupa sungai dan area persawahan sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi.
Sungai yang sebelumnya kurang terawat kemudian dikelola oleh pemuda desa menjadi kawasan wisata tani. Pengelolaan dilakukan dengan meninggikan permukaan air sungai sehingga permukaan air tanah di sekitarnya turut meningkat.
Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk wisata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani lokal. Pengelolaan wisata dilakukan bersama Pokdarwis Regul sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan pertanian.
Wisatawan dapat menikmati sejumlah aktivitas dan fasilitas, mulai dari rumah pohon, gazebo, memancing ikan, bercocok tanam, wahana perahu, sepeda air, hingga area bermain anak.
Tersedia pula warung kuliner, toilet, musala, spot foto, dan Wi-Fi. Pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Sementara itu, tarif parkir sekitar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.
9. Candi Ngetos
Untuk wisata yang mengajak pengunjung mengenal sejarah, Candi Ngetos menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dimasukkan dalam daftar perjalanan. Candi Ngetos merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada abad ke-15.
Suasana Candi Ngetos yaitu peninggalan zaman kerajaan Majapahit di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani) |
Dalam informasi yang dihimpun dari booklet pariwisata Nganjuk, pembangunan candi dikaitkan dengan perintah Raja Hayam Wuruk dan direncanakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah sang raja kelak.
Lokasinya berada sekitar 15 kilometer di sebelah selatan Nganjuk. Selain melihat peninggalan sejarah, wisatawan juga dapat menemukan sentra kerajinan batik khas Ngetos di sekitar kawasan tersebut.
Dengan demikian, kunjungan ke Candi Ngetos tidak hanya menawarkan pengalaman melihat bangunan bersejarah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal produk budaya masyarakat setempat.
(irb/hil)





























































