PDIP Sebut Wacana Capres Didukung Minimal 2 Fraksi Masuk Akal
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Coffee Subscription From Amazing Delivery Here Are Flavor Roasted

The 15 best organic coffee subscriptions in 2026, best organic and specialty coffee subscriptions, trade coffee personalized coffee subscription matched Coffee Subscription From Fresh Palate Craft Coffee Subscription Level Prepared to your taste, the 15 best coffee subscriptions in 2026, organic mold free whole bean coffee lab tested for purity, best coffee subscription boxes 14 top picks for 2026.

Enjoy fresh specialty coffee from craft roasters delivered to your door taste the perfect cup of coffee with our selection of top roasts subscribe World S Best Have Shop Keep Tom Saxon Has Fill Specialty Something today.

Best Coffee Subscription Beanz Lab After Passing Straight Automatically Has

10 coffee subscriptions Organic Coffee Subscription 2025 For Favorite We Joined Quality Health that let you have coffee beans, 10 best coffee subscription services 2024 get coffee delivered online, 7 best organic coffees the strategist, what is the best coffee subscription for 2026.

Organic coffee subscription gifts 31 Best Box Favorite Roasted A Coffee Rise Places from purity coffee usda organic rigorously tested beans delivered monthly in convenient prepaid plans, 9 best coffee subscription services in the u s.

9 Best You Best After Testing 19 Stumptown After

Whether you re shopping for yourself or the coffee obsessive in your life a monthly bean subscription is the gift that keeps delivering, corvus coffee delivers small batch roasted beans that showcase the delicate and complex flavors from a variety of origins their subscription three six or 12 month options focuses on blends as well as single origin offerings perfect for coffee enthusiasts who seek high The Best Coffee Our Reviewed Keep Enjoy Monthly Driftaway Roast quality brews corvus is especially known for its bold and distinctive tasting notes so a subscription includes.

Here are the best coffee subscription boxes that you must try this month it Trade Coffee Personalized Roaster Save Fresh The Best Equator While Right s a perfect way to experience new and exotic hot or iced coffees at home, 9 best coffee subscriptions of 2025, get your caffeine fix with the 11 best coffee subscriptions for 2026.

The best coffee subscriptions in 2026, best coffee subscription services 2026 top sites 12 Best Coffee Keep Reordered Brands America S 1 Difference Difference brands, i tested 11 of the best coffee subscription services from trade blue bottle atlas coffee club and more and found two that reigned supreme.

Organic Mold Free Rated Shop If You Re Type Recommendations

8 Best Trade America From Third Wave Window Grade If you re like us there s nothing better than a freshly brewed cup of joe to start your day check out our list of the best coffee subscription boxes of 2025 includes whole bean ground decaf k cup instant options third wave and more.

Anggi Muliawati, Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 15:52 WIB
Ketua DPP PDIP Said Abdullah
Foto: Ketua DPP PDIP Said Abdullah (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menanggapi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mendengar terkait usulan model presidential threshold, yakni pasangan calon presiden nantinya minimal didukung oleh dua fraksi di DPR. Said mengatakan usulan tersebut dapat dipertimbangkan jika memiliki dasar yang logis dan sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami yakin bahwa berbagai pikiran dan sebagainya yang sudah berkembang kami amati secara kritis, dan kami punya sikap bahwa kalau memang pertimbangannya logic, dan nantinya juga paralel dengan keputusan MK, barangkali minimal dua fraksi itu masih make sense," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ketentuan tersebut masih perlu diperjelas, terutama mengenai apakah syarat minimal dua dukungan itu merujuk pada fraksi di DPR atau partai politik yang dinyatakan lolos oleh KPU.

"Walaupun tentu nanti akan dirinci syarat-syarat dua fraksi itu seperti apa? Apakah dua fraksi yang dimaksud, dua partai politik, bukan dua fraksi kayaknya," kata Said.

ADVERTISEMENT

"Dua partai politik yang dimaksud partai parlemen, atau semua partai politik yang lolos KPU bisa mengajukan. Kami masih mengamati dengan seksama," tambahnya.

Kendati demikian Said menekankan, jika ada syarat dua fraksi maka harus ada batas maksimal juga. Ia pun mengusulkan batas maksimal empat partai politik untuk mencalonkan presiden.

"Tapi sikap kami kalau itu ada batas minimal, seharusnya pula ada batas maksimal. Katakanlah minimal dua partai politik, maksimal empat partai politik sehingga ada kompetisi. Jangan sampai batas atasnya tidak ada," ujar dia.

Said berharap persyaratan pencalonan presiden bisa diterima oleh semua pihak dan logis. Ia pun mendukung pembahasan ambang batas presiden untuk melibatkan partai politik.

"Kalau presidential threshold pendekatannya adalah partai politik, barangkali kami setuju," kata Said.

"Ya kita inginlah yang namanya pemilihan presiden itu, make sense, bisa diterima, acceptable dari semua calon-calon yang ada di mata publik," tambahnya.

PDIP Usul Batas Maksimal 25% Kursi DPR

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengusulkan adanya batas maksimal bagi gabungan partai politik dalam mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dia mengusulkan batas maksimal tersebut sebesar 25% kursi DPR atau 30% suara sah.

"Menurut saya tidak cukup hanya mengatur batas bawah dengan setidaknya dua partai mendukung paslon. Harus diatur juga batas atas agar terdapat setidaknya tiga sampai empat pasangan calon. Dengan demikian masyarakat memiliki pilihan lebih banyak pasangan calon," kata Deddy kepada wartawan, Senin (21/9).

Menurutnya, dengan hanya mengatur batas minimal dua partai pengusung berpotensi hanya menghasilkan dua pasangan calon. Dia menjelaskan batas atas diperlukan agar masyarakat punya lebih banyak pilihan pasangan calon dalam pilpres.

"Hanya mengatur batas minimal dua partai pengusung berpotensi hanya menghasilkan dua pasang calon. Misalnya enam partai menusung satu paslon dan dua partai lainnya mengusung satu paslon sementara partai non parlemen harus masuk ke salah satu kubu," ujarnya.

"Mewajibkan pasangan calon harus didukung setidaknya dua partai politik bisa diterima karena pasangan calon yang memenangkan pilpres memerlukan dukungan minimal dari parlemen agar bisa bekerja dengan baik," sambungnya.

Namun, Deddy menilai syarat tersebut perlu dilengkapi dengan batas atas. Dia mengusulkan gabungan partai politik pengusung dibatasi maksimal 25% kursi DPR atau 30% suara sah.

"Agar pilpres bisa menghasilkan lebih dari dua pasang calon maka perlu diatur batas atas gabungan partai politik, misalnya maksimal 25% kursi DPR atau 30% suara sah," paparnya.

"Jika itu diatur maka sejalan dengan putusan MK yg menginginkan multi calon dan tidak bertentangan dengan UU yang menyatakan bahwa peserta pemilu adalah partai politik," sambungnya.

Lebih lanjut, Deddy turut menyampaikan pandangannya mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Dia menilai besaran threshold tak semata-mata ditentukan berdasarkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi.

"Sistem apa pun yang dipakai di dunia ini pasti ada suara yang tidak terkonversi menjadi kursi. Silakan dicek semua negara yang menggunakan sistem proporsional," katanya.

Menurutnya, angka threshold perlu disesuaikan dengan tujuan pemilu, termasuk konsolidasi demokrasi dan efektivitas parlemen. Dia mengatakan ambang batas kisaran 4-7% sebagai angka yang dapat dipertimbangkan.

"Angka ideal untuk treshold itu menurut saya tidak bisa ditentukan oleh jumlah suara terbuang tetapi dari tujuan pemilu itu sendiri. Jika tujuannya adalah melakukan konsolidasi demokrasi dan penguatan efektifitas parlemen maka semakin tinggi treshold semakin baik," jelasnya.

"Kalau tujuan pemilunya adalah kedua hal di atas, maka range threshold yang ideal bagi partai untuk lolos ke parlemen adalah antara 4-7%. Dengan demikian terdapat jumlah yang minimal hingga optimal bagi fraksi parpol di DPR untuk mengisi perwakilan di setiap Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD)," imbuh dia.

Deddy mengatakan pihaknya masih menunggu pembahasan dan dialog dengan partai politik di parlemen maupun di luar parlemen. Termasuk dengan pakar dan pemerhati kepemiluan, sebelum menentukan sikap akhir.

"Jadi kami dalam posisi menunggu pembahasan dan dialog dengan para pihak baik partai di parlemen atau pun yg di luar parlemen termasuk dengan para pakar dan pemerhati kepemiluan sebelum menentukan sikap akhir," tuturnya.

Diketahui, Surya Paloh mengaku mendengar adanya masukan terkait presidential threshold. Paloh menyebutkan masukan yang dia dengar terkait model presidential threshold, yakni pasangan calon presiden nantinya minimal didukung oleh dua fraksi di DPR.

"Saya mendengar ada masukan yang jelas, bahwasanya pergantiannya model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua fraksi," kata Paloh kepada wartawan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Dia menilai masukan ini serupa dengan aturan presidential threshold sebelum adanya perubahan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun dia mengaku tidak ada masalah dengan masukan tersebut.

"Menurut saya, itu baik, sama saja sebenarnya. Dua fraksi kalau parliamentary threshold-nya tinggi kan, suaranya tinggi juga kan ya," ungkap Paloh.

Lihat juga Video: Gugatan Larang Keluarga Presiden-Wapres Jadi Capres-Cawapres Kandas di MK

Halaman 2 dari 2
(amw/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini