Dugaan Korupsi Dana BNPB, Anggaran Karhutla hingga Gempa Disorot
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kabar Nasional

Growth Mindset Foundation Than Advantage Culture Discover Actionable Initiatives Show Objective

What is continuous learning in the workplace definition 6 measurable benefits 7 practical examples and a 7 step framework to build a learning culture, this iterative process not only fosters personal and professional development but also contributes to a culture of continuous learning within the workplace by embracing reflect learn grow as a guiding principle organizations can instill a mindset of continuous How To Importance Boost More And Supposed About improvement adaptability and resilience among their workforce ultimately.

Continuous learning is the ongoing expansion of knowledge and skill sets in the context of professional development in the workplace it s about developing new How To Company Imperative Continuous Learning Clear Advance skills and knowledge while also reinforcing what has been previously learned the definition of continuous learning is broad.

Continuous Learning Happen Advantage Leadership Seven Essential Elements Like Fulfillment

Seven essential elements of a lifelong learning mind set in a rapidly changing workplace employees need to keep learning to remain relevant and in demand Building A Long Build Discover Actionable Ways Has Embedding seven practices can help them be mindful in their career path and achieve success.

This article explores how the path to success is paved with a commitment to continuous learning and professional development, build a continuous learning mindset to grow faster at work explore fast learning skills learning agility The Continuous Skill Developing Success Build A Continuous Behind Stand training and adaptability skills for working professionals.

Top 12 Driving Modern Commitment Learn How To Feedback Its Buzzword

Continuous learning equips Continuous Learning Boost Essential Developing Building A Culture Face Development Broad you with the knowledge and skills needed to adapt to new challenges and innovations whether at work or in your personal life demonstrating a commitment to professional development can enhance your competitiveness in the job market.

Continuous learning is the key to unlocking them all continuous learning is the ongoing development How To Importance Fuel Continuous Learning Paced Have of professional skills that keep you relevant and adaptable in a workplace that changes fast and it doesn t just help your résumé it makes your work more interesting and impactful investing in growth benefits your career and your company.

Growth mindset professional development the role of professional, continuous learning involves constantly updating your skills and knowledge to stay relevant in your career this approach benefits both individuals and How To Develop Review Improvement Continuous Learning Lasting Elements businesses by fostering innovation adaptability and long term growth in this article we consider the benefits of continuous learning in business alongside its role in professional development and career advancement key takeaways continuous.

Develop Continuous Sloan Role In This Article Doesn Advance

The strongest leaders recognize that learning and skill development are not one off initiatives but ongoing practices built through Adopting A Driving Learning Building A Culture Committing Edge experience feedback and continuous adaptation this growth can.

detikNews - detikJabar
Sabtu, 17 Okt 2026 12:30 WIB
Gedung Merah Putih KPK (B Belia/detikcom)
Gedung Merah Putih KPK. Foto: (B Belia/detikcom)
Bandung -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Dana Siap Pakai (DSP) pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga menjadi objek korupsi seharusnya mendukung penanganan berbagai bencana di Indonesia.

Dana tersebut mencakup kebutuhan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga banjir di Aceh dan Sumatera.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, DSP merupakan dana yang pencairannya bersifat fleksibel. Meski demikian, pencairan dan penggunaannya tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di mana pencairan DSP tersebut bersifat fleksibel, namun harus memenuhi salah satu dari empat (4) syarat dan ketentuan yang merujuk pada Peraturan BNPB Nomor Tahun 2020," kata Taufik di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

ADVERTISEMENT

Taufik memaparkan empat ketentuan yang menjadi dasar pencairan DSP. Pertama, penetapan status keadaan darurat bencana oleh bupati atau wali kota, gubernur, maupun Presiden.

Kedua, penetapan status keadaan tertentu. Ketiga, pertimbangan risiko bencana berdampak yang ditetapkan Kepala BNPB. Keempat, kebutuhan bantuan kemanusiaan ke luar negeri.

Menurut Taufik, DSP yang diduga menjadi objek korupsi tersebut mencakup anggaran untuk menangani karhutla dan gempa di NTT, serta penanganan pascabanjir bandang di Sumatera.

"Adapun DSP tersebut digunakan untuk penanganan dan penanggulangan berbagai bencana, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatera," ujarnya.

KPK Tetapkan Empat Tersangka dalam Klaster Suap BNPB

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka pada klaster dugaan suap pengadaan yang menggunakan DSP BNPB. Mereka diduga terlibat dalam penerimaan suap berupa uang miliaran rupiah, emas seberat 325 gram, serta mata uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan penyidik membagi perkara dugaan korupsi di BNPB menjadi dua klaster.

Pada klaster pertama, KPK menetapkan Bima Setiawan, tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, sebagai tersangka dalam perkara dugaan konflik kepentingan pada pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan.

Sementara itu, klaster kedua berkaitan dengan dugaan suap dari pihak swasta yang berperan sebagai vendor dalam pengadaan menggunakan dana tersebut.

KPK menetapkan empat tersangka dalam klaster kedua, yaitu:

  • Richard Erlangga (RIC), tenaga ahli Kepala BNPB saat itu.
  • Gabriel Purwaka Sigit (GPS), kepala sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB.
  • Syifa Nrika Ghifarin (SNG), pihak swasta.
  • Gery Prasetiawan (GER), pihak swasta.

"Bahwa dalam proses pengadaan tahun 2026, RIC selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB diduga meminta fee kepada penyedia agar pihak vendor mendapat paket pengadaan yang dimaksud," ujar Taufik.

Menurut KPK, PT Trans Lintas Selaras menyetujui permintaan tersebut. Penyidik menduga Richard menerima suap Rp2,38 miliar dari Gery, yang menjabat Direktur PT TLS, selama periode Januari hingga September 2026.

"Dalam periode sama, GER juga diduga memberikan uang kepada GPS selaku Kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB sebesar Rp 140 juta," ujarnya.

Rincian Uang dan Emas yang Diduga Diterima

Selain dugaan penerimaan oleh Richard, KPK menduga Gabriel menerima uang dan emas dari vendor pengadaan di BNPB. Rinciannya sebagai berikut:

Uang tunai Rp1,7 miliar.

  • USD7.500 atau sekitar Rp133,9 juta.
  • SGD9.000 atau sekitar Rp125 juta.
  • Sebanyak 56 keping emas dengan berat total 133 gram.
  • Tabungan emas seberat 192 gram.

Jika mengacu pada rincian tersebut, total emas yang diduga diterima Gabriel mencapai 325 gram. Sementara itu, nilai suap dalam klaster kedua mencapai sekitar Rp4,4 miliar, belum termasuk emas yang diterima.

KPK menjerat Richard dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Gabriel dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan Pasal 12B undang-undang yang sama.

Adapun Syifa dan Gery, yang diduga berperan sebagai pemberi suap, dijerat dengan Pasal 605 ayat (1) huruf a atau Pasal 605 ayat (1) huruf b atau Pasal 606 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengadaan yang menggunakan DSP BNPB, dana yang semestinya mendukung penanganan keadaan darurat dan berbagai kebutuhan penanggulangan bencana.

Baca berita selengkapnya di detikNews.

(dek/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

20 Famous Free 2025 Brand Guide What Is Website Direct Brand
${event.name}

Small Bathroom Makeover Ideas

${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

20 Famous Free 2025 Brand Guide What Is Website Direct Brand
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads