Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin buka suara soal masalah yang terjadi pada sejumlah rangkaian KRL produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Dia memahami gangguan memang sering terjadi pada jam sibuk dan dapat berdampak langsung pada waktu perjalanan dan aktivitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line setiap hari.
Bobby menegaskan KAI akan menangani persoalan tersebut dengan serius. Setiap gangguan sarana yang berdampak pada perjalanan pelanggan harus mendapatkan penanganan, evaluasi, dan tindak lanjut yang jelas.
"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman," ujar Bobby dalam keterangannya, ditulis Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby mengatakan pihaknya meminta setiap temuan masalah teknis pada rangkaian KRL CLI-225 harus ditangani secara menyeluruh. INKA sebagai manufaktur sarana diminta memastikan setiap langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," lanjut Bobby.
Menurut Bobby, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kualitas produk yang digunakan untuk pelayanan publik.
"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," tegas Bobby.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan sebelumnya 7 trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sempat menjalani program pemeriksaan dan perawatan besar-besaran secara bertahap. Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026, dan seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.
Setelah kereta kembali operasi, KAI masih memantau performa rangkaian serta mencatat setiap temuan selama operasional untuk segera ditindaklanjuti bersama INKA. Diakuinya masih banyak catatan teknis yang muncul setelah KRL CLI-225 beroperasi kembali.
"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," ujar Anne.
Anne mengatakan keandalan sarana menjadi semakin penting seiring meningkatnya volume pelanggan Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari-September 2026, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan, meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 255.520.949 pelanggan.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan. Anne menegaskan, KAI akan terus memantau kinerja rangkaian KRL INKA secara ketat dan menyampaikan setiap temuan kepada manufaktur untuk segera diselesaikan.
"Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut," tutup Anne.
(acd/acd)




















































