Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 19 Oktober memperingati apa?
Tanggal 19 Oktober 2026 jatuh pada hari Senin. Di hari ini terdapat peringatan HUT Provinsi Sulawesi Selatan di Indonesia.
Selain itu, terdapat pula peringatan nasional di negara lainnya serta ada juga momen yang diperingati secara global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasaran dengan momen yang diperingati setiap 19 Oktober 2026?
Nah, dalam artikel ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 19 Oktober 2026, lengkap dengan ulasannya. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.
HUT ke 357 Sulsel
Hari Ulang tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan diperingati setiap tanggal 19 Oktober. Tahun ini Provinsi Sulsel merayakan ulang tahunnya yang ke-357.
Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi Sulsel, pada 1993 Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulsel Mayor Jenderal H.Z.B Palaguna mengungkapkan keinginannya agar diadakan wadah kebersamaan untuk masyarakat. Untuk merealisasikan ide itu, terbesitlah ide menetapkan Hari Jadi Sulsel.
Gagasan Mayor Jenderal Palaguna kemudian bergulir ke tengah masyarakat. Pemerintah pun menerima banyak masukan tentang wacana ini.
Sampai pada akhirnya rancangan Hari Jadi pun diusung secara resmi. Dengan mempertimbangkan bahwa adanya Hari Jadi mampu mempertegas jati diri Sulawesi Selatan.
Berbagai pihak pun menanggapi positif dan memberikan dorongan pada wacana ini. Dengan begitu, Hari Jadi Sulawesi Selatan mulai digagas dengan sejumlah tahapan.
Pada saat itu, pemerintah Provinsi Sulsel membuat 'Forum Hari Jadi' untuk menentukan tanggal yang tepat untuk menjadi Hari Jadi Sulsel. Forum itu menghasilkan keputusan bahwa Hari Jadi Sulsel ditetapkan tanggal 19 Oktober 1669.
Hari Ulang Tahun Sulsel ini kemudian ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995. Adapun di tahun 2924 ini, Pemerintah Provinsi Sulsel mengusung tema "Rumah Kita untuk Semua".
Hari Pahlawan di Jamaika
Hari Pahlawan di Jamaika diperingati setiap Senin ketiga pada bulan Oktober. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada tanggal 18 Oktober 2026.
Melansir laman National Today, hari peringatan ini ditetapkan untuk merayakan tokoh-tokoh luar biasa yang membentuk bangsa tersebut. Hari Pahlawan Nasional Jamaika merupakan perayaan yang menghimpun penghormatan bagi pahlawan dari berbagai bidang, mulai kesehatan, militer, politik, hingga pendidikan.
Peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada 1969 untuk menghormati perdana menteri pertama Jamaika, Sir Alexander Bustamante. Kemudian, masyarakat negara tersebut juga memberikan penghargaan serupa kepada enam tokoh lainnya yang dianggap sebagai pahlawan nasional dan akan terus dikenang selama bertahun-tahun. Mereka adalah Paul Bogle, Samuel Sharpe, Marcus Garvey, George William Gordon, Ratu Nanny, dan Norman Washington Manley.
Paul Bogle merupakan seorang penganut Baptis yang menyebarkan ajaran Alkitab dan menyerukan perdamaian, bukan kekerasan. Ia juga merupakan pemimpin yang memberikan pendidikan kepada masyarakat dan memimpin berbagai pemberontakan dalam perjuangan meraih kebebasan.
Berikutnya, Samuel Sharpe dikenal karena memimpin pemberontakan budak dalam Perang Baptis di Jamaika pada 1832.
Adapun Marcus Garvey merupakan tokoh yang mendapat pengakuan internasional karena memperjuangkan hak-hak seluruh orang kulit hitam. Ia mendirikan Universal Negro Improvement Association dan menentang eksploitasi budaya serta ekonomi terhadap komunitas kulit hitam.
George William Gordon merupakan seorang pengusaha. Ia masuk dalam daftar tersebut karena perannya dalam politik serta desakannya kepada pemerintah Inggris untuk melakukan reformasi di bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan daerah, perbankan, dan infrastruktur.
Dua tokoh terakhir yang melengkapi daftar tujuh pahlawan nasional tersebut adalah Ratu Nanny, seorang perempuan yang memimpin kelompok Maroon Jamaika. Pemerintah Jamaika menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada 1975 untuk menghormati keberhasilannya sebagai ahli strategi, pakar taktik militer, dan pemimpin. Gambarnya tercetak pada uang kertas Jamaika pecahan 500 dolar.
Tokoh terakhir adalah Norman Washington Manley, seorang cendekiawan sekaligus pengacara ternama Jamaika. Ia juga memperjuangkan hak pilih universal dan diangkat sebagai perdana menteri pertama Jamaika pada 14 Agustus 1959.
Hari Aksi Kemanusiaan Sedunia
Hari Aksi Kemanusiaan Sedunia diperingati pada 19 Oktober setiap tahun. Hari peringatan ini bertujuan untuk mengakui dedikasi dan pengorbanan para pekerja kemanusiaan di seluruh dunia.
Masih dari laman National Today, Hari Aksi Kemanusiaan Sedunia merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada para pejuang di garis depan yang menghadapi kesulitan dan bahaya demi membantu orang lain yang membutuhkan. Hari ini menjadi kesempatan untuk merayakan semangat inisiatif kemanusiaan global dan kiprah para pekerja kemanusiaan di seluruh dunia.
Aksi kemanusiaan didefinisikan sebagai upaya untuk menjaga martabat manusia, meringankan penderitaan, dan menyelamatkan nyawa tanpa memandang ras, jenis kelamin, etnis, afiliasi politik, atau agama. Prinsip aksi kemanusiaan mengutamakan pelayanan bagi kelompok paling rentan yang membutuhkan dukungan dari pihak luar agar dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah selamat dari dampak buruk keadaan darurat kompleks, bencana alam, atau perang.
Hari Aksi Kemanusiaan Sedunia diikuti oleh Hari Kemanusiaan Sedunia dan hari-hari peringatan lain yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hari-hari ini ditetapkan untuk menjaga momentum solidaritas global yang dibangun oleh anggota kelompok bernama "Utusan Kemanusiaan".
Para pekerja kemanusiaan di seluruh dunia layak mendapatkan pujian dan dukungan atas upaya mereka menyelamatkan jutaan nyawa serta melayani miliaran orang tanpa pamrih. Hari ini juga mengajak masyarakat untuk mengkaji batas-batas aksi kemanusiaan dan menyadari bahwa meskipun bantuan kemanusiaan akan selalu tersedia, upaya membangun masyarakat yang lebih baik dan manusiawi-yang tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut-merupakan pilihan yang lebih diharapkan.
Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia
Tanggal 19 Oktober juga menandai peringatan Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia. Hari peringatan ini menyoroti pentingnya kesehatan sistem muskuloskeletal pada anak.
Peringatan Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran, mendorong tindakan pencegahan, pemeriksaan dini, dan penanganan yang efektif terhadap kondisi yang memengaruhi tulang dan sendi anak.
Hari Tulang dan Sendi Anak pertama kali diperingati pada 2012. Meski baru diperingati pada 2012, pengobatan ortopedi memiliki sejarah yang jauh lebih panjang.
Awalnya, istilah "ortopedi" secara khusus merujuk pada upaya memperbaiki kelainan bentuk sistem muskuloskeletal pada anak. Nicolas Andry, seorang profesor kedokteran di Universitas Paris, mencetuskan istilah tersebut dalam buku teks yang diterbitkannya pada 1741.
Buku yang ditujukan kepada para orang tua ini menganjurkan olahraga, manipulasi, dan penggunaan bidai untuk menangani kelainan bentuk tulang pada anak. Empat puluh tahun kemudian, pada 1780, Jean-Andre Venel mendirikan institut ortopedi pertama yang dikhususkan untuk menangani kelainan bentuk kerangka anak.
Penggantian sendi panggul modern diperkenalkan pada 1960-an oleh ahli tribologi asal Inggris, Sir John Charnley, yang menyadari bahwa implan dapat digunakan untuk menggantikan permukaan sendi. Ia merancang batang dan kepala femur berbahan baja tahan karat dalam satu bagian, serta komponen asetabular. Kedua komponen tersebut digunakan untuk memperbaiki posisi tulang dengan bantuan semen tulang.
Teknik artroplasti panggul gesekan rendah Charnley dan berbagai desain yang dikembangkan darinya digunakan selama lebih dari dua dekade dalam prosedur penggantian sendi panggul. Pada 1970-an, prosedur penggantian sendi lutut dengan teknologi serupa mulai dilakukan pada pasien artritis reumatoid.
Dokter Uni Soviet, Gavril Abramovich Ilizarov, memberikan kontribusi besar terhadap prosedur ortopedi meskipun tidak memiliki banyak pelatihan dalam bidang khusus tersebut. Pada 1950-an, ia ditugaskan merawat tentara Rusia di Siberia dan menghadapi langsung berbagai kondisi yang menyebabkan kecacatan, infeksi, serta ketidaksejajaran tulang.
Dengan bantuan sebuah toko sepeda di dekatnya, ia menciptakan alat fiksasi eksternal berbentuk cincin yang menyerupai jari-jari roda sepeda. Dengan alat ini, ia mampu menyembuhkan, meluruskan kembali, dan memanjangkan tulang hingga tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Perangkat Ilizarov masih digunakan oleh para ahli bedah hingga saat ini.































































