Pemerintah Malaysia mengeluarkan travel warning ke Prancis karena gelombang aksi. Mereka mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan pihaknya terus memantau situasi di Prancis. Dalam pernyataan pada Minggu (18/10), Kemenlu Malaysia menyebut Kedutaan Besar Malaysia di Paris telah meminta warga Malaysia di Prancis untuk berhati-hati dan tetap waspada.
"Meski perjalanan ke Prancis masih diperbolehkan, warga Malaysia disarankan mempertimbangkan penundaan perjalanan yang tidak mendesak hingga situasi membaik," jelas Kemenlu Malaysia dikutip dari The Star, Senin (19/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malaysia juga meminta warganya yang tinggal di Prancis atau berencana berkunjung ke negara itu untuk mendaftarkan atau memperbarui data mereka melalui platform e-konsular.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi. Langkah itu diperlukan agar pemerintah dapat memberikan informasi dan bantuan kepada warganya jika dibutuhkan.
Selain itu, warga Malaysia diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari Kedutaan Besar Malaysia di Paris dan otoritas Prancis. Kemenlu Malaysia mengatakan kedutaan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang setempat untuk memantau kondisi keamanan di negara tersebut.
Kedutaan Besar Malaysia di Paris juga siap memberikan bantuan konsuler kepada warga Malaysia jika diperlukan.
Meski belum ada laporan warga Malaysia yang terdampak demonstrasi, Pemerintah Malaysia tetap meminta warganya berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum melakukan perjalanan ke Prancis.

























































