Zulkarnain Abdil Aziz, bocah difabel berumur 10 tahun di Surabaya ditemukan tergeletak di depan rumahnya pada 12 September 2026. Zulkarnain diketahui memiliki sejumlah kondisi medis, di antaranya kebocoran jantung dan katarak, serta telah menjalani beberapa kali operasi. Menurut keterangan keluarga, Zulkarnain biasa berada di teras rumah. Saat kejadian, ibunya baru pulang dari pasar dan mendapati Zulkarnain sudah dalam kondisi membiru dengan tali sepatu menjerat leher serta dedaunan di tubuhnya. Sang ibu pun histeris. Ayahnya, Selaras Abdul, kemudian menggendong Zulkarnain sambil meminta pertolongan warga. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Setelah kejadian, orang tua dari dua anak yang diduga terlibat mendatangi rumah duka. Keluarga korban menyebut mereka membawa beras 1 kilogram dan uang Rp100 ribu, tetapi pemberian tersebut ditolak. Hingga kini, menurut keluarga korban, belum ada itikad baik lebih lanjut dari keluarga anak-anak yang diduga terlibat. Kasus ini pun menjadi perhatian setelah keluarga meminta agar kejadian tersebut diusut dan anak-anak yang diduga terlibat mendapat pembinaan.


























































































