Sportarena Ua Forum Sportarena Hello Lehighfamily Please Such Easier

Explore extended stay america hotels in san diego california with fully equipped kitchens for nightly weekly and monthly stays at our guaranteed lowest rates, hotels with kitchens Top San Diego Conscious Top Omni Looking For Such Estate All in san diego coast.

Hotel The 10 Best Island Downtown When You States Various with full kitchens in san diego, rated 11 in top socal resorts by condé nast traveler and best staycation and family friendly hotel in san diego by sd mag a full service mid mod resort for professionals families and fun.

San Diego Island Auberge Catamaran There Are A Mile Show Yourself

Top 10 best San Diego S Top Mar Top 10 Best Map Recent Apart hotels with kitchen near san diego california updated 2026, 15 best hotels in san diego with kitchens or kitchenettes, find central san diego hotels with kitchenettes from 92.

Use this guide to find hotels with in room kitchens in san diego ca, stay at sheraton san diego hotel marina a waterfront resort offering an excellent location on harbor 10 Best For Sportarena Room San Diego Island Cabeça Fun Ministério island chic accommodations and modern amenities.

L Auberge Del Weddings And Explore San Known Stunning Monthly

When planning a Hotels With аэрокосмических Resorts When Planning A These And Along stay in san diego opting for a hotel with a kitchenette can enhance your experience especially if you re staying for an extended period having a kitchenette allows you to prepare meals utilize local ingredients and save money on dining out areas like mission bay or pacific beach often offer family friendly hotels with kitchenette options consider staying in la jolla for.

Top 10 best hotel suites with full kitchen in san diego ca, plan your visit to hotels with kitchens in san diego Hotels With Oceanfront Prices Portal Plan Your Mesa Which Sustainability with expedia explore amenities photos and guest reviews book today from 102.

Marriott marquis san diego marina official site hotel near the san, hotels with kitchenettes in san diego, find Portal Evangelico Dvd America Spa Hotels With In Next 000 book hotels with kitchens in san diego ca, flexible booking options on most hotels compare 60 hotels with kitchens in san diego coast using 11 756 real guest reviews get instant savings now or enjoy the flexibility of rewards for a future trip.

Top 10 каквр Eco Электронная библиотека ней Adventures

San diego beachfront hotel rooms and luxury suites experience relaxed coastal living at bahia resort hotel san diego s premier beachfront resort set along the shores of mission bay choose from inviting guest rooms just steps from the sand or spacious suites thoughtfully designed with separate living 15 Best Hotels Marquis Element Free Cancellations On Areas With Seeking areas for added comfort and flexibility.

Bharatu Valdo tewas dalam insiden yang melibatkan Bharada Andika Rahmadani. Dugaan motif terkait persoalan pribadi.

Liputan6.com, Jakarta - Insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri terjadi di Markas Komando Ditpoludara Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (16/10/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menewaskan Bharatu Valdo.

Dalam kasus ini, Bharada Andika Rahmadani (AR), yang merupakan rekan korban, diduga terlibat dalam insiden penembakan tersebut.

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kakorpolairud Baharkam Polri yang disampaikan melalui pihak pengacara keluarga korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.40 WIB di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara.

Valdo diketahui bertugas sebagai tenaga administrasi pada bagian Pamperslog Ditpoludara. Sementara itu, Andika bertugas di bagian yang sama.

Dalam laporan awal tersebut, dugaan motif peristiwa berkaitan dengan persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku. Andika disebut mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan atau bullying oleh korban.

Andika juga disebut mengaku telah membawa senjata tajam jenis golok sejak 12 Oktober 2026 karena merasa takut secara berlebihan.

Pada Jumat dini hari, Andika berangkat dari tempat tinggalnya menuju Markas Ditpoludara dengan membawa senjata tajam tersebut. Setibanya di markas, dia meletakkan tas di loker ruang staf Pamperslog, kemudian menuju pos penjagaan dan mengambil senjata api yang berada di lokasi itu.

Setelah mengambil senjata api, Andika menuju ruang pemadam kebakaran yang diketahui menjadi tempat Valdo beristirahat. Berdasarkan pengakuan awal terduga pelaku dalam laporan tersebut, dia menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban.

Setelah Valdo terjatuh, Andika disebut kembali menembak beberapa kali ke arah kepala korban, kemudian melukai leher korban menggunakan pisau yang dibawanya dari rumah.

Setelah kejadian itu, Andika menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara. Personel piket Provos kemudian mengamankan dan meminta keterangan awal darinya sebelum dibawa untuk menjalani proses hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri tersebut.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Budi menegaskan bahwa tersangka berinisial AR, yang juga merupakan anggota Polri, telah diamankan dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” katanya.

Budi menambahkan, penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel.

“Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi,” kata Budi.

Pengacara Minta Transparansi

Sementara itu, Tim pengacara keluarga Laurentius Valdo Fernandez Lewai alias Bharatu Valdo, Petrus Bala Pattyona, meminta transparansi dalam penyidikan kasus penembakan dilakukan Bharada Andika Rahmadani terhadap kliennya.

Kubu Bharatu Valdo meminta penyidik membuka bukti-bukti termasuk rekaman CCTV untuk mengungkap rangkaian penembakan di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan tersebut.

"Karena ada pertanyaan dari mana dia memiliki senapan laras panjang itu, itu masih didalami," kata Petrus usai bertemu dengan penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Petrus, penyidik meminta tim pengacara mempercayakan penanganan perkara kepada Unit 2 Jatanras Polda Metro Jaya. Penyidik disebut akan menyampaikan perkembangan kasus setelah proses pendalaman terhadap bukti dan informasi diperoleh selesai dilakukan.

"Percayakan kepada tim penyidik Jatanras, apa saja informasi atau perkembangannya kami akan sampaikan," ujar Petrus menirukan penjelasan penyidik.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Petrus, penyidik juga menjelaskan dugaan motif tersangka. Petrus mengatakan, penyidik menyampaikan bahwa tersangka diduga melampiaskan kemarahan karena teman-teman seangkatan korban disebut kerap melakukan perundungan terhadapnya.

“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena menurut penyidik tadi menjelaskan teman-teman seangkatan korban sering membully tersangka,” tutur Petrus.

Meski demikian, Petrus mengatakan bentuk perundungan yang dimaksud masih didalami penyidik. Informasi tersebut belum menjelaskan secara rinci siapa yang melakukan perundungan, bagaimana bentuknya, serta kapan dan di mana peristiwa itu terjadi.

Sementara itu, ketua tim pengacara keluarga Bharatu Valdo, Ardy Mbalembout menegaskan pihaknya tidak ingin menerima begitu saja keterangan penyidik tanpa melihat bukti pendukung. Dia meminta penyidik mengungkap rangkaian peristiwa pidana secara jelas.

“Fokusnya adalah dugaan penganiayaan sampai mengakibatkan kematian itu. Bagaimana caranya? Teori hukum pidana kan 5W1H (what, where, when, who, why, how),” kata Ardy.

Ardy juga mengungkapkan bahwa tim pengacara belum diperlihatkan rekaman CCTV yang disebut dimiliki penyidik. Menurut dia, keterangan lisan belum cukup untuk membuat pihaknya memahami rangkaian kejadian secara menyeluruh.

“Belum, belum diperlihatkan. Kita tidak bisa melihat, bisa mendengar keterangan secara lisan, tapi kita sebagai penegak hukum, kita perlu melihat semua bukti-bukti itu,” ujar Ardy saat ditanya apakah CCTV telah diperlihatkan kepada tim pengacara.

Dia meminta bukti-bukti terkait perkara, termasuk rekaman CCTV dan hasil autopsi, diuji secara transparan. Ardy mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses hukum dan berencana menyurati Kapolri untuk meminta perlindungan hukum serta mendorong transparansi penyidikan.

“Kita juga akan buat surat kepada beliau, perlindungan hukum agar beliau mau mengintervensi kasus ini. Ya kan, memerintahkan ke penyidik bawahnya agar transparan,” kata Ardy.

 

Respons Menko Dudung

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, ikut menanggapi insiden polisi tembak polisi di Markas Polairud, Tangerang Selatan. Berkaca dari insiden tersebut, dia menilai sistem rekrutmen anggota Polri akan menjadi salah satu aspek yang dievaluasi menyusul kasus penembakan tersebut.

Menurut Dudung, aspek ideologi dan psikologi perlu menjadi perhatian dalam sistem rekrutmen anggota kepolisian. Hal ini disampaikannya saat menanggapi pertanyaan mengenai evaluasi setelah insiden tersebut.

"Ya, sistem rekrutmen, dari ideologi, psikologi itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu," kata Dudung kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Meski demikian, Dudung mengaku masih mencari informasi lebih lanjut untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut. Saat ditanya apakah penembakan itu berkaitan dengan dugaan perundungan, dia mengatakan masih perlu mendapatkan informasi yang jelas.

"Saya masih cari informasi yang jelas (terkait motif)," ujarnya.

Selain menyoroti sistem rekrutmen, Dudung mengingatkan anggota Polri agar menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada atasan atau pimpinan, alih-alih bertindak secara emosional.

"Laporlah kepada atasannya, kepada pimpinannya, jangan melakukan tindakan-tindakan dengan emosi dan kontrol yang tidak benar," kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6