Ular yang tiba-tiba muncul di dalam rumah bisa membuat penghuni panik. Hewan melata ini terkadang masuk ke area permukiman saat mencari mangsa atau tempat berlindung. Kondisi pekarangan hingga celah bangunan dapat memengaruhi kemungkinan ular mendekati rumah.
Karena itu, kemunculan ular tidak selalu berkaitan dengan rumah yang kotor. Keberadaan tikus, rumput yang terlalu tinggi, tumpukan barang, hingga lubang pada bangunan bisa membuat lingkungan rumah lebih mudah didatangi satwa tersebut.
Dilansir detikProperti yang mengutip dari Animal and Veterinary Service (AVS) Singapura, ular dapat mencari tempat persembunyian yang aman dan terlindung. Pengelolaan sampah yang buruk juga berpotensi mengundang tikus, salah satu mangsa ular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minnesota Department of Natural Resources turut menjelaskan bahwa ular cenderung tertarik pada area yang menyediakan makanan dan tempat berlindung. Lantas, kondisi apa saja yang perlu diperiksa untuk mengurangi risiko ular masuk rumah?
1. Tikus Berkeliaran di Sekitar Rumah
Tikus menjadi salah satu mangsa bagi sejumlah jenis ular. Jika hewan pengerat ini sering terlihat di dapur, gudang, atau halaman, lingkungan tersebut berpotensi menarik ular yang sedang mencari makanan.
Untuk mengurangi risikonya, simpan bahan makanan dalam wadah tertutup dan jangan membiarkan sisa makanan menumpuk. Tempat sampah juga perlu ditutup rapat dan dibersihkan secara berkala agar tidak mengundang tikus.
2. Rumput dan Tanaman Terlalu Rimbun
Halaman yang dipenuhi rumput tinggi atau tanaman liar dapat menyediakan tempat persembunyian bagi ular. Vegetasi yang lebat juga bisa menjadi tempat berlindung bagi hewan kecil yang menjadi mangsanya.
Pangkas rumput secara rutin dan rapikan tanaman di dekat dinding, pagar, serta pintu masuk. Halaman yang terawat membuat kondisi sekitar rumah lebih mudah diperiksa dan mengurangi area tersembunyi.
3. Tumpukan Kayu dan Barang Bekas
Tumpukan kayu, puing bangunan, kardus, atau barang bekas yang dibiarkan di sudut halaman dapat menjadi tempat berlindung bagi berbagai satwa, termasuk ular.
Minnesota Department of Natural Resources menyarankan pengurangan tempat persembunyian seperti tumpukan material dan puing di sekitar rumah sebagai bagian dari pencegahan. Simpan barang di tempat yang rapi dan hindari menumpuk material terlalu lama di area yang jarang diperiksa.
4. Ada Celah pada Bangunan
Retakan fondasi, lubang di sekitar pipa, serta celah di bawah pintu dapat menjadi jalur masuk bagi hewan. Karena itu, periksa kondisi bangunan secara berkala dan tutup celah yang memungkinkan satwa masuk.
Jika menemukan lubang yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular, jangan langsung memasukkan tangan atau membongkar area tersebut. Pastikan situasinya aman dan mintalah bantuan petugas jika ada dugaan ular berada di dalamnya.
5. Rumah Berdekatan dengan Kebun atau Lahan Kosong
Rumah yang berada dekat kebun, semak belukar, saluran air, atau lahan kosong bisa berdekatan dengan habitat ular. Kondisi ini tidak otomatis membuat ular masuk ke rumah, tetapi peluang pertemuan dapat meningkat jika area sekitarnya menyediakan makanan dan tempat berlindung.
Penghuni bisa mengurangi risiko dengan menjaga halaman tetap rapi, mengendalikan keberadaan tikus, serta memastikan pintu dan celah bangunan tidak menjadi akses masuk satwa.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.
(iqk/iqk)






















































