Liputan6.com, Jakarta Penyebab bauAC yang paling umum adalah jamur dan bakteri yang tumbuh di bagian dalam unit yang lembap. Debu yang menumpuk di filter dan air yang menggenang di saluran pembuangan juga ikut memperparah bau.
Jenis baunya juga bisa memberi petunjuk tentang sumber masalahnya. Bau apek biasanya berarti ada masalah kelembapan, sedangkan bau gosong bisa menjadi tanda gangguan listrik yang perlu segera kamu periksa sebagai penyebab bau AC.
Dilansir dari Carrier, penyebab yang paling umum adalah penumpukan jamur, lumut, atau bakteri pada koil evaporator atau di saluran pembuangan kondensat. Namun, bau juga bisa muncul karena masalah listrik, kebocoran gas, atau kotoran yang terperangkap.
Advertisement
1. Kenali Penyebab Bau AC dari Jenis Aromanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180311/original/079761900_1743752017-Depositphotos_211232496_S.jpg)
Langkah pertama untuk mengetahui penyebab bau AC adalah mengenali aroma yang keluar. Tiap bau biasanya mengarah ke komponen yang berbeda, jadi kamu bisa memperkirakan masalahnya sebelum membongkar unit.
Berdasarkan penjelasan Bryant, bau tidak sedap dari AC biasanya disebabkan oleh pertumbuhan mikroba akibat kelembapan, debu dan kotoran yang menumpuk, atau masalah mekanis dan listrik.
Bau apek atau seperti kaus kaki kotor: Di dunia teknisi, gejala ini disebut dirty sock syndrome. Sebagaimana disampaikan Douglas Cooling & Heating, kaus kaki kotornya memang tidak ada, tetapi yang ada dan menimbulkan bau tersebut adalah bakteri dan jamur.
Bau asam seperti cuka: Bau ini sering muncul karena kondensasi berlebih atau saluran pembuangan yang tersumbat. Kemungkinan lainnya adalah motor listrik yang menghasilkan ozon.
Bau gosong atau seperti mesiu: Sebagaimana dilaporkan Your Air Experts, jika motor kipas atau papan sirkuit mengalami korsleting, AC bisa mengeluarkan bau terbakar seperti mesiu.
Bau busuk seperti bangkai: Bau ini biasanya muncul karena ada hewan kecil seperti cicak, tikus, atau serangga yang terjebak lalu mati di dalam unit.
Bau kimia atau manis: Bau ini bisa menjadi tanda freon bocor. Meski begitu, jangan langsung menyimpulkan hanya dari baunya. Pastikan juga apakah udara AC terasa tidak sedingin biasanya.
Advertisement
2. Periksa Komponen yang Paling Sering Menjadi Sumber Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340721/original/014109500_1788515239-6226.jpg)
Setelah tahu jenis baunya, langkah berikutnya adalah mengecek komponen satu per satu. Dalam praktiknya, penyebab bau AC hampir selalu berasal dari empat titik berikut, mulai dari yang paling gampang dijangkau.
Gary Cremeans, praktisi HVAC, dikutip dari ABC Home & Commercial menyebut evaporator sebagai sumber utama bau apek. Ia mengatakan, "Koil itu dingin, gelap, lembap, dan berpori. Inkubator yang sempurna untuk pertumbuhan mikroba."
Cek filter udara: Buka penutup depan unit indoor, lalu tarik filter keluar. Menurut Magnolia Companies, filter yang tersumbat bisa mengurangi aliran udara dan membuat koil membeku. Akibatnya, air kondensasi bercampur dengan kotoran yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Lihat kondisi evaporator: Evaporator adalah kisi-kisi logam tipis di balik filter yang berfungsi mendinginkan udara. Kalau permukaannya terlihat kusam, berlendir, atau berbintik hitam, kemungkinan besar jamur sudah tumbuh di sana.
Periksa drain pan: Drain pan adalah wadah penampung air kondensasi di bawah evaporator. Mengutip Trane, jika tidak dirawat, wadah ini bisa ditumbuhi jamur dan menimbulkan bau seperti kaus kaki kotor. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan baki kondensasi AC yang kotor.
Uji saluran pembuangan: Tuangkan sedikit air ke drain pan, lalu lihat apakah air mengalir lancar ke selang pembuangan. Kalau air tertahan, saluran kemungkinan tersumbat. Selain berbau, saluran yang mampet juga bisa memicu ciri AC bocor berupa air yang menetes ke lantai.
3. Atasi Penyebab Bau AC dengan Langkah yang Tepat
Setelah sumbernya ketemu, kamu bisa mulai menanganinya. Sebagian langkah bisa kamu kerjakan sendiri. Namun, untuk penyebab bau AC yang berkaitan dengan listrik atau freon, sebaiknya serahkan ke teknisi.
Matikan listrik terlebih dahulu: Sebelum membersihkan, cabut steker atau matikan MCB khusus AC supaya kamu aman saat menyentuh komponen di dalam unit.
Cuci filter hingga bersih: Bersihkan filter dengan air mengalir atau vacuum cleaner. Keringkan sepenuhnya di tempat teduh sebelum dipasang kembali.
Bersihkan evaporator dengan cairan khusus: Semprotkan cairan pembersih khusus AC secara merata, lalu diamkan beberapa menit. Pastikan evaporator benar-benar kering sebelum AC dinyalakan lagi.
Lancarkan saluran pembuangan: Semprot selang pembuangan dengan air bertekanan untuk mengeluarkan lumpur atau lumut yang menyumbat.
Segera matikan AC jika tercium bau gosong: Merujuk Carrier, bau terbakar bisa menandakan mesin terlalu panas atau masalah kabel yang berisiko memicu kebakaran. Hubungi teknisi sesegera mungkin.
Hindari menutupi bau dengan menyemprotkan pewangi langsung ke unit. Cara ini justru meninggalkan residu yang bisa menumpuk di dalam AC dan memperparah bau. Cremeans menjelaskan bahwa koil bisa menyerap senyawa organik volatil dan bau di udara, lalu mulai berbau.
Tips Mencegah AC Kembali Berbau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203677/original/040205100_1745981895-WhatsApp_Image_2025-04-30_at_9.54.13_AM.jpeg)
Mencegah selalu lebih mudah daripada membersihkan AC yang sudah telanjur bau. Sebagaimana dikutip dari Princeton Air, semua kotoran akan tetap menempel di evaporator, dan saat kondisinya mendukung, bau kaus kaki kotor kemungkinan besar akan tercium lagi.
Jadi, pembersihan rutin tetap perlu walaupun baunya sempat hilang sendiri.
Bersihkan filter tiap bulan: Untuk ruangan yang berdebu atau sering dipakai, cek filter setiap dua minggu sekali.
Jadwalkan servis berkala: Panggil teknisi setiap dua sampai tiga bulan untuk membersihkan evaporator, drain pan, dan selang secara menyeluruh.
Nyalakan mode fan sebelum mematikan AC: Biarkan mode fan menyala 10-15 menit supaya evaporator kering dan jamur tidak mudah tumbuh.
Jangan merokok di ruangan ber-AC: Seperti yang diberitakan ARS, jika kamu merokok di dalam rumah, lama-kelamaan AC juga akan ikut berbau rokok.
Rajin membersihkan bulu hewan peliharaan: Sebagaimana diungkapkan TCL, jika ada anjing atau kucing di rumah, kamu perlu ekstra rajin membersihkan bulu mereka dari filter AC.
Jaga sirkulasi udara ruangan: Buka jendela secara berkala saat AC tidak digunakan agar ruangan tidak pengap dan lembap.
Waspadai bau saat AC lama tidak dipakai: AC yang lama menganggur rentan berbau ketika pertama kali dinyalakan. Bersihkan filter dulu sebelum memakainya lagi.
Untuk sistem AC sentral, ahli teknik lingkungan Ian Cull menjelaskan kepada Consumer Reports bahwa bau kaus kaki kotor bisa disebabkan oleh bakteri yang tumbuh subur di koil AC. Menurutnya, teknisi bisa membersihkan dan menyegel sistem untuk mencegah bau itu muncul lagi. Dengan kebiasaan sederhana di atas, AC di rumahmu bisa tetap sejuk dan bebas bau dalam jangka panjang.
Pertanyaan Umum Speutar Penyebab Bau AC
1. Apa penyebab AC mengeluarkan bau tidak sedap saat dinyalakan?
Bau tidak sedap dari AC bisa disebabkan oleh penumpukan debu pada filter, pertumbuhan jamur akibat kelembapan, atau kotoran yang menumpuk di bagian evaporator dan saluran pembuangan air. Untuk mengatasinya, bersihkan filter AC secara rutin dan lakukan servis berkala agar bagian dalam AC tetap bersih.
2. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada AC tanpa harus langsung memanggil teknisi?
Bau apek pada AC dapat dikurangi dengan membersihkan filter sesuai petunjuk produsen, memastikan saluran pembuangan air tidak tersumbat, dan menjaga ruangan tetap bersih. Jika bau masih muncul setelah filter dibersihkan, kemungkinan terdapat jamur atau kotoran di bagian dalam AC sehingga perlu dibersihkan oleh teknisi. Hindari menyemprotkan pewangi atau cairan pembersih sembarangan ke unit AC.
3. Mengapa AC mengeluarkan bau gosong atau seperti kabel terbakar?
Bau gosong dari AC bisa menandakan adanya komponen listrik yang terlalu panas, kabel bermasalah, atau kerusakan pada bagian internal. Kondisi ini tidak boleh diabaikan. Segera matikan AC dan putuskan aliran listrik jika aman dilakukan, lalu hubungi teknisi untuk pemeriksaan. Jangan menyalakan AC kembali sebelum penyebab bau dipastikan aman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376657/original/026954700_1792384835-Screenshot_2026-10-19_110549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372109/original/048460700_1791867681-01M4SRMNR0PM44KWPCEQECDZ7J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)