Liputan6.com, Jakarta -Flexing di media sosial tak hanya berupa pamer barang mewah, liburan mahal, atau kendaraan premium. Tren ini juga terlihat dari unggahan gaya hidup ideal yang ingin dicapai saat pensiun, mulai dari berhenti bekerja di usia muda, keliling dunia, hingga menikmati masa tua di hunian tepi laut.
Gambaran tersebut bisa memengaruhi cara anak muda memandang kesuksesan dan merencanakan masa depan. Survei Principal Real Life Retirement yang dilansir pada Jumat, 9 Oktober 2026, menunjukkan media sosial menjadi salah satu sumber inspirasi generasi muda dalam membayangkan masa pensiun.
Sebanyak 37 persen Generasi Z dan 35 persen Milenial mengaku terinspirasi oleh platform digital. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Generasi X sebesar 18 persen dan baby boomer sebesar 14 persen.
Advertisement
Melalui Instagram, TikTok, dan YouTube, sejumlah influencer menampilkan kehidupan yang tampak ditopang oleh investasi saham atau bisnis properti yang berkembang pesat. Konten tersebut menghadirkan gambaran kebebasan finansial yang menarik, meski kondisi ekonomi dan perjalanan setiap orang berbeda.
Paparan gaya hidup semacam ini dapat memicu kebiasaan membandingkan pencapaian pribadi dengan kehidupan orang lain. Keinginan mengikuti standar yang terlihat di layar berpotensi mendorong anak muda mengeluarkan uang demi pengalaman, barang, atau penampilan yang dianggap mencerminkan kesuksesan.
Ketika validasi sosial menjadi prioritas, pengeluaran untuk menjaga citra diri bisa menggeser kebutuhan finansial jangka panjang, termasuk menabung dan menyiapkan dana pensiun.
Memicu Ketidakpuasan Finansial
![[Fimela] Ilustrasi finansial](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/8apJkgTOm4E0-54JWL533GIX7NY=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384137/original/028019700_1539651012-rawpixel-741658-unsplash.jpg)
Anak muda yang terpengaruh konten media sosial dua kali lebih mungkin memperkirakan masa pensiun mereka akan jauh lebih buruk daripada yang diharapkan. Hampir setengah dari kelompok ini juga mengaku kurang puas dengan kemajuan finansial mereka setelah membandingkannya dengan pencapaian orang lain di dunia maya.
Fenomena ini berkaitan dengan teori perbandingan sosial, yaitu kecenderungan menilai diri sendiri berdasarkan pencapaian orang lain. Media sosial dapat memperkuat kecenderungan tersebut karena pengguna terus melihat unggahan yang menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang.
Bagi anak muda yang masih menghadapi utang, biaya tempat tinggal, dan pendapatan stagnan, paparan tersebut bisa memperlebar kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Perencanaan pensiun pun berisiko bergeser dari kebutuhan serta kemampuan finansial pribadi menjadi upaya mengejar standar kesuksesan yang terlihat di media sosial.
Advertisement
Anak Muda Bisa Ragu Menyiapkan Pensiun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4564350/original/052668200_1693909582-matt-bennett-78hTqvjYMS4-unsplash.jpg)
Laporan tersebut mengungkap bahwa Generasi Z ingin meningkatkan tabungan pensiun, tapi sebagian masih bingung menentukan langkah awal atau merasa kondisi keuangannya belum mencukupi.
Pendidikan keuangan dan konsultasi dengan profesional dapat membantu mereka menetapkan target yang realistis di tengah paparan gaya hidup ideal di media sosial.
Evaluasi keputusan keuangan secara berkala dan pemantauan progres juga penting agar anak muda tetap fokus pada tujuan jangka panjang, tanpa terus membandingkan pencapaian pribadi dengan orang lain.
Di sisi lain, sebanyak 76 persen responden Generasi Z telah menabung untuk pensiun. Lebih dari setengahnya bahkan mengurangi pengeluaran diskresioner demi mencapai target tersebut. Mereka juga aktif mencari panduan dari keluarga dan sumber daring untuk membantu perencanaan keuangan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa tantangan mereka bukan sekadar kemauan menabung, melainkan juga keyakinan dalam menilai kemajuan finansial secara realistis.
Menyikapi Pengaruh Media Sosial dengan Bijak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4136675/original/031041300_1661494892-adem-ay-Tk9m_HP4rgQ-unsplash_1_.jpg)
Media sosial semakin memengaruhi perilaku keuangan anak muda sekaligus membuka akses lebih luas terhadap literasi keuangan. Namun, konten yang menonjolkan kesuksesan instan dapat membentuk persepsi keliru tentang proses panjang membangun keamanan finansial untuk masa pensiun.
Lembaga keuangan dan pemberi kerja dapat memanfaatkan kebiasaan digital generasi muda dengan menyediakan edukasi serta panduan keuangan daring yang praktis dan mudah dipahami. Informasi tersebut dapat membantu mereka mengenali kondisi keuangan pribadi dan menyusun rencana masa depan secara realistis.
Bagi individu, media sosial tetap bisa menjadi sumber inspirasi selama informasi di dalamnya disikapi secara kritis. Perencanaan pensiun perlu mempertimbangkan kemampuan finansial pribadi serta saran dari profesional keuangan tepercaya. Impian menikmati masa pensiun yang nyaman dapat menjadi motivasi, tapi mewujudkannya membutuhkan keputusan menabung dan berinvestasi secara konsisten dalam jangka panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376657/original/026954700_1792384835-Screenshot_2026-10-19_110549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448207/original/022372500_1620176690-kate-torline-VeiqoYAEeis-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)