Menteri Luar Negeri (Menlu) IranAbbas Araghchi menuduh Perdana Menteri (PM) IsraelBenjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam perang lagi melawan Teheran, demi menghindari hukuman penjara.
Araghchi memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan militer baru.
"Netanyahu mendorong Amerika ke dalam perang lainnya agar dia tidak masuk penjara," cetus Araghchi dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Araghchi menilai Netanyahu mengabaikan konsekuensi yang mungkin timbul bagi Israel maupun Presiden AS Donald Trump.
"Terakhir kali Anda ingin 'menyelesaikan tugas", Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Ingin mencoba keberuntungan Anda sekali lagi? Silakan saja. Namun berhati-hatilah, kami pun memiliki urusan yang belum selesai," tegas Menlu Iran tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump menyatakan dukungan kepada Netanyahu menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.
Trump memuji kemitraan AS dan Israel dalam menghadapi Iran, juga memperingatkan bahwa Washington mungkin harus turun tangan sendiri jika rakyat Israel memilih pemimpin lainnya.
"Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, siapa pun selain Bibi, maka Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya berniat untuk melakukannya," kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, menggunakan nama panggilan Netanyahu.
Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel sejak akhir tahun 2022, dengan pemerintahannya disebut sebagai pemerintahan yang paling berhaluan sayap kanan dalam sejarah Israel.
Netanyahu juga sedang menghadapi persidangan di dalam negeri atas tuduhan korupsi, yang dapat berujung pada hukuman penjara jika dia dinyatakan terbukti bersalah. Tidak hanya itu, PM Israel itu juga diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak tahun 2024 atas tuduhan kejahatan perang di Jalur Gaza.
Partai-partai oposisi Israel telah meningkatkan koordinasi dalam upaya untuk mengganti pemerintahan Netanyahu melalui pemilu.





















































