CEO Meta, Mark Zuckerberg, memiliki kebiasaan berkomunikasi yang awalnya membuat bingung Alexandr Wang, sosok yang kadang dijuluki pemuda ajaib dan kini menjadi tangan kanannya.
Dalam wawancara di podcast Founders, Wang menjelaskan sebelum gabung dengan Meta sebagai Chief AI Officer tahun lalu, ia sesekali menghubungi Zuckerberg untuk minta nasihat bisnis. Sebelum di Meta, Wang adalah CEO dan salah satu pendiri startup data pelatihan AI Scale AI, yang menjadikannya miliarder tahun 2021 di usia 24 tahun.
Zuckerberg membalas pertanyaan-pertanyaan Wang melalui WhatsApp dengan sangat mendetail. "Saya benar-benar bingung. Saya bertanya-tanya, bagaimana ia punya waktu untuk menulis balasan sepanjang ini?" ujar Wang yang dikutip detikINET dari Yahoo Finance, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wang akhirnya menyadari bahwa Zuckerberg telah mengasah kemampuan untuk menulis dengan cepat dan presisi. Ia dapat bertindak cepat tanpa mengorbankan kualitas. Dari sudut pandang Wang, hal itulah yang membuat Zuckerberg menjadi komunikator yang luar biasa efektif.
"Ia bisa menulis jawaban yang sangat cermat dan panjang dengan sangat cepat. Itu adalah keterampilan yang sangat mengesankan dari dirinya," cetus pemuda berusia 29 tahun itu.
Wang menyebut jadwal Zuckerberg sangatlah padat, sehingga penentuan prioritas sangat penting, bukan hanya untuk pekerjaannya sebagai CEO tapi juga untuk menjaga waktu bagi keluarganya.
"Satu-satunya cara agar ia bisa melakukan semua itu, sekaligus menjadi ayah dan pasangan yang baik serta melakukan berbagai hal lainnya, adalah dengan menetapkan prioritas secara tegas," ujar Wang.
Hubungan Wang dengan Zuckerberg
Hubungan Zuckerberg dan Wang bermula ketika Alex Schultz, eksekutif veteran Meta yang saat ini menjabat Chief Data Officer pertama perusahaan, memperkenalkan mereka. Schultz menghubungkan mereka sekitar tahun 2021 atau 2022, ketika ketertarikan Zuckerberg terhadap AI mulai tumbuh.
Butuh sekitar setahun untuk mengatur pertemuan pertama mereka. Setelahnya, Wang sesekali meminta nasihat Zuckerberg dan mereka berbicara kira-kira setiap enam bulan sekali. Meta juga klien perusahaan Wang, Scale AI.
Hubungan keduanya makin erat April 2025, ketika Zuckerberg menghubungi Wang untuk bekerja sama lebih dekat. saat itu, Meta tengah berjuang untuk mengimbangi AI pesaingnya.
Zuckerberg mengundang Wang ke kediamannya di Lake Tahoe dan Palo Alto, tempat mereka mendiskusikan masa depan AI. Zuckerberg semakin memercayai penilaian Wang dan dilaporkan kerap mengutip pandangannya dalam berbagai perbincangan dengan para penasihatnya.
Awalnya, Wang ragu meninggalkan Scale. Namun setelah berdiskusi berminggu-minggu, pada bulan Juni 2025 Meta sepakat menginvestasikan USD 14,3 miliar demi 49% saham di Scale. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, Wang bergabung dengan proyek kecerdasan super Meta, dan melapor langsung pada Zuckerberg.
Wang mengungkap meski Zuckerberg telah lebih dari dua dekade memimpin Meta, ia masih sering meminta nasihat dari pengusaha terkemuka lainnya. Wang menyebut keterbukaan sang CEO sebagai sesuatu yang luar biasa.
"Menurut saya, ini adalah sifat yang sangat mengesankan. Hal ini membutuhkan kerendahan hati," sebutnya. Wang sendiri mulai sukses membesarkan AI Meta dengan produk Muse Spark yang belum lama ini menciptakan kehebohan karena kecanggihannya.















































