Sebanyak 11 turis asing akhirnya melunasi utang Rp 19 juta untuk paket wisata Taman Nasional (TN) Komodo. Uang itu masuk ke rekening pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah rombongan tersebut dilaporkan ke polisi.
Pelunasan dilakukan Selasa (22/9/2026) pagi, beberapa jam setelah polisi mendatangi tempat penginapan rombongan turis tersebut pada Senin (21/9) malam.
"Langsung bayar tadi pagi. Bayar lunas," kata pelaku wisata, Ferdinand, Selasa pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferdinand mengaku tidak berkomunikasi dengan rombongan turis tersebut setelah polisi mendatangi tempat penginapan mereka. Namun, pada Selasa pagi, tiba-tiba masuk pelunasan Rp 19 juta ke rekeningnya.
Ferdinand menduga rombongan tersebut takut setelah didatangi polisi.
"Mungkin takut," ujar dia.
Sebelumnya, rombongan turis lintas negara itu hanya membayar uang muka atau down payment (DP) Rp 1 juta dari total biaya paket wisata Rp 20 juta. Mereka menolak melunasi pembayaran setelah menuntaskan trip sehari ke TN Komodo pada Senin.
Ferdinand kemudian membuat pengaduan ke Polres Manggarai Barat pada Senin malam. Polisi lalu mendatangi tempat penginapan rombongan tersebut. Namun, para wisatawan tidak bisa ditemui karena sudah beristirahat.
Ferdinand mengatakan rombongan tersebut sebelumnya telah memilih paket speedboat kecil seharga Rp 20 juta. Paket itu mencakup makan siang serta antar-jemput pergi-pulang dari hotel ke pelabuhan.
Saat melakukan trip, rombongan tersebut mengunjungi sejumlah destinasi di TN Komodo dan sekitarnya, seperti Pulau Padar, Long Pink Beach, Manta Point, hingga Pulau Kelor. Permintaan untuk mengunjungi Pulau Mawan juga dipenuhi.
Namun, seusai trip, mereka menolak melunasi pembayaran dengan sejumlah alasan.
"Alasannya speedboat kecil, AC tidak tidak terlalu dingin, makannya di kapal dan air laut surut," ungkap Ferdinand.

















































