Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode penyemaian dry ice atau es kering dan NaCI (garam dapur) untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan efektif di sejumlah daerah.
Menurut dia, metode tersebut berhasil memecah kabut asap tebal sekaligus memicu turunnya hujan di sejumlah daerah terdampak karhutla.
"Sekarang kita coba pake dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan, baru dihantam pake OMC NaCI. Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Advertisement
Berdasarkan laporan penanganan karhutla yang diterima Prasetyo, di Sumatra Selatan operasi OMC menggunakan 1.600 kilogram NaCI dan 4.000 kilogram bahan semai dry ice sejak 16 Oktober 2026.
Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility.
"Untuk Sumsel, selain dari Posko Palembang, OMC dry ice ini juga didukung dari Posko Lampung untuk antisipasi jika terjadi kendala visibility di Palembang. Posko Lampung dengan dry ice dioperasikan pada tanggal 15 - 18 Oktober sebanyak 6 sorti dengan 4.800 kg dry ice. Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility," ujarnya.
Sementara di Kalimantan Tengah, mengoperasikan 48 sorti dengan 43.800 kilogram bahan semai NaCI sejak 26 Agustus 2026. Prasetyo menuturkan upaya tersebut berhasil meningkatkan volume curah hujan di wilayah tersebut.
"Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 67,45 jt m3," ucap Prasetyo.
Selain itu, tedapat Posko bantuan dari Kalimantan Selatan karena kendala visibility di Kalimantan Tengah yang mulai dilaksanakan pada 18 Oktober sebanyak 2 sorti dengan 800 kg dry ice dan 800 kg NaCl. Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kab. Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.
Di Kalimantan Selatan, dikerahkan 23.000 kilogram bahan semai NaCI sejak 1 Oktober 2026, dengan menggunakan 2 unit armada pesawat. Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC.
"Terdapat laporan hujan di wilayah Kab. Tabalong, Kab. Tapin dan Kab. Barito Kuala (Kalsel)," tutur Prasetyo.
Kemudian, di Kalimantan Barat sejak 22 Agustus dilakukan sebanyak 107 sorti dengan 98.800 kg bahan semai NaCl. Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471.2 jt m3.
Adapun laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kab. Ketapang.
Pemerintah Terus Bekerja
Prasetyo menegaskan pemerintah bekerja keras menangani karhutla. Dia menyampaikan pasukan darat terrnasuk relawan berjibaku tak mengenal waktu.
"Peralatan udara senua dikerahkan meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral," jelas Prasetyo.
Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan penegakkan hukum dan sanksi berat berupa pencabutan izin kepada perusahaan maupun pihak yang melakukan pelanggaran hingga menyebabkan karhutla. Di sisi lain, pemerintah juga melakukan berbagai upaya OMC dan edukasi kepada masyarakat agar karhutla tak terjadi lagi.
"OMC terus dilakukan termsuk dengan metode baru dry ice," ucap Prasetyo.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330660/original/013579300_1787400166-IMG_8105.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)