Liputan6.com, Jakarta -Balkon rumah yang berhadapan langsung dengan hunian tetangga sering membuat penghuni merasa kurang leluasa. Penyebabnya ada di jarak antarrumah yang berdekatan, termasuk jarak pandang yang jadinya terhalang.
Jika sebelumnya pemilik rumah bisa melihat gunung dan area persawahan, namun dengan adanya dinding rumah tetangga panorama ini jadi tak terlihat. Tantangan ini yang kemudian membuat pemilik biasanya putar otak.
Bagi Anda yang saat ini merasa kurang nyaman karena balkonnya menghadap kediaman tetangga, mungkin beberapa tips dari Liputan6 berikut cocok diterapkan, Selasa (20/10).
Advertisement
1. Balkon dengan Kisi-Kisi Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377785/original/091725900_1792478796-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_balkon_dengan_kisi-kisi_kayu.jpg)
Kisi-kisi kayu bisa digunakan sebagai penyekat pada balkon yang menghadap langsung ke rumah tetangga. Susunan bilah kayu yang diberi jarak memungkinkan udara dan cahaya masuk, tetapi pandangan dari arah tertentu menjadi terbatas. Penempatannya bisa disesuaikan dengan bagian balkon yang paling sering terlihat dari bangunan seberang.
Penyekat dapat dipasang pada sisi pagar atau sebagian bidang balkon. Penggunaan pada satu bagian saja membantu mempertahankan kesan terbuka sehingga penghuni tetap bisa melihat lingkungan sekitar. Pilih susunan bilah yang sesuai dengan kebutuhan privasi dan arah pandangan dari jendela tetangga.
Agar mudah dirawat, gunakan bahan yang sesuai untuk area luar ruangan dan periksa kondisinya secara berkala. Pastikan pemasangan tidak mengganggu aliran air maupun sirkulasi udara. Desain ini bisa dipadukan dengan kursi kayu dan meja kecil untuk membentuk area duduk tanpa memenuhi seluruh balkon.
Advertisement
2. Balkon dengan Tanaman dalam Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377786/original/096405100_1792478796-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_balkon_dengan_tanaman_dalam_pot.jpg)
Tanaman dalam pot bisa menjadi pilihan untuk membatasi pandangan dari rumah di seberang. Letakkan beberapa pot di sepanjang pagar balkon atau pada bagian yang menghadap jendela tetangga. Daun tanaman membantu mengisi bidang pandang sekaligus menghadirkan unsur hijau di area yang biasanya hanya digunakan untuk keluar-masuk rumah.
Jenis tanaman yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan paparan sinar matahari, arah angin, dan waktu yang tersedia untuk perawatan. Tanaman berdaun rimbun bisa ditempatkan pada bagian yang membutuhkan penutup pandangan. Sementara itu, pot berukuran kecil dapat digunakan di sudut balkon agar tidak menghalangi akses berjalan.
Perhatikan ukuran pot dan kekuatan tempat meletakkannya, terutama jika balkon berada di lantai atas. Pot juga perlu ditempatkan agar tidak mudah jatuh ketika terkena angin. Dengan penataan tersebut, balkon bisa berfungsi sebagai ruang duduk sekaligus area untuk merawat tanaman tanpa harus membuat taman di halaman.
3. Balkon dengan Panel Penyekat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377787/original/000668800_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_dengan_panel_penyekat.jpg)
Panel penyekat dapat digunakan ketika penghuni membutuhkan batas pandangan yang lebih terarah. Berbeda dengan pagar terbuka, panel bisa menutup sebagian sisi balkon yang berhadapan langsung dengan ruang pribadi tetangga. Bahan yang digunakan dapat berupa panel kayu, material komposit, atau bahan lain yang sesuai dengan rancangan bangunan.
Pemasangan panel tidak harus menutupi seluruh pagar. Bagian yang sejajar dengan jendela atau balkon tetangga bisa menjadi lokasi utama penyekat, sedangkan sisi lainnya dibiarkan terbuka untuk melihat lingkungan. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan privasi dan keinginan menikmati pemandangan dari rumah.
Sebelum memasang panel, periksa aturan bangunan dan kondisi pagar balkon. Penyekat perlu terpasang dengan kuat serta tidak menghambat pembuangan air hujan. Jika ingin tampilan yang menyatu dengan rumah, pilih warna dan bahan yang selaras dengan elemen bangunan lainnya.
Advertisement
4. Balkon dengan Tirai Luar Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377788/original/005066200_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_dengan_tirai_di_luar.jpg)
Tirai luar ruangan bisa menjadi pilihan bagi penghuni yang ingin mengatur privasi sesuai kebutuhan. Tirai dapat dibuka ketika balkon digunakan untuk menikmati pemandangan dan ditutup saat penghuni ingin beristirahat tanpa terlihat dari rumah tetangga. Sistem ini juga memberi keleluasaan untuk mengubah suasana balkon tanpa melakukan renovasi besar.
Pilih tirai yang dirancang untuk penggunaan di luar ruangan karena bahan tersebut perlu menghadapi paparan sinar matahari dan angin. Warna tirai dapat disesuaikan dengan dinding atau furnitur balkon. Untuk area yang sering terkena hujan, pertimbangkan kemudahan melepas dan membersihkan tirai agar perawatannya tidak menyulitkan.
Pemasangan tirai perlu memperhatikan arah angin dan kekuatan penyangga. Hindari membiarkan kain menjuntai ke luar pagar karena bisa mengganggu lingkungan sekitar. Dengan penggunaan yang tepat, tirai membantu penghuni menyesuaikan tingkat keterbukaan balkon berdasarkan kegiatan dan waktu pemakaian.
5. Balkon dengan Bangku Menempel Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377789/original/009153100_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_dengan_bangku_menempel_dinding.jpg)
Bangku yang menempel pada dinding bisa menghemat ruang pada balkon berukuran terbatas. Penempatan ini membuat bagian tengah balkon tetap bisa digunakan untuk berjalan atau meletakkan tanaman. Jika dinding yang dipilih tidak menghadap langsung ke rumah tetangga, posisi duduk juga bisa diarahkan untuk mengurangi kontak pandangan dengan penghuni bangunan seberang.
Tambahkan meja kecil jika balkon digunakan untuk membaca, minum teh, atau bekerja menggunakan laptop. Pilih furnitur berdasarkan ukuran area agar akses menuju pintu tetap terbuka. Hindari menempatkan terlalu banyak barang karena balkon perlu memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan membersihkan lantai.
Bangku dengan ruang penyimpanan di bawah dudukan bisa membantu menyimpan perlengkapan berkebun atau bantal kursi. Namun, pastikan bagian penyimpanan terlindung dari air hujan. Dengan penataan yang terencana, balkon dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat tanpa harus dipenuhi furnitur berukuran besar.
Advertisement
6. Balkon dengan Taman Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377790/original/013458500_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_dengan_taman_vertikal.jpg)
Taman vertikal memanfaatkan bidang dinding untuk menempatkan tanaman sehingga lantai balkon tetap bisa digunakan. Desain ini sesuai untuk rumah yang memiliki balkon sempit dan berhadapan langsung dengan hunian lain. Tanaman yang disusun pada rak atau wadah dinding dapat membentuk pembatas visual tanpa membutuhkan banyak ruang di lantai.
Susun tanaman berdasarkan kebutuhan cahaya dan kemudahan penyiraman. Bagian yang mendapat sinar matahari bisa diisi tanaman yang sesuai dengan kondisi tersebut, sedangkan area teduh dapat digunakan untuk jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak cahaya langsung. Pastikan wadah tanaman tidak mengganggu pintu dan jalur berjalan.
Sistem penyiraman perlu dirancang agar air tidak menetes ke balkon tetangga atau membasahi dinding bangunan. Gunakan wadah yang sesuai dan periksa saluran pembuangan secara rutin. Selain membantu mengatur pandangan, taman vertikal memberi penghuni kegiatan berkebun yang bisa dilakukan tanpa memerlukan halaman luas.
7. Balkon dengan Kanopi dan Lampu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377791/original/017097200_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_dengan_kanopi_dan_lampu.jpg)
Kanopi dapat membantu mengurangi paparan matahari dan hujan pada balkon. Kehadiran elemen ini membuat area duduk bisa digunakan pada waktu yang berbeda, bergantung pada cuaca. Namun, kanopi tidak otomatis menjaga privasi dari rumah tetangga karena pandangan dari samping masih mungkin terbuka, sehingga perlu dipadukan dengan penyekat jika diperlukan.
Untuk penggunaan malam hari, tambahkan lampu yang ditempatkan pada dinding atau bagian bawah kanopi. Arah cahaya sebaiknya mengarah ke area duduk, bukan langsung ke jendela tetangga. Pengaturan tersebut membantu penghuni menggunakan balkon untuk membaca atau bersantai tanpa membuat cahaya mengganggu bangunan di seberang.
Perhatikan bahan kanopi, kekuatan penyangga, dan jalur aliran air hujan sebelum pemasangan. Pencahayaan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak berlebihan. Jika balkon sudah memiliki pembatas yang memadai, kanopi dan lampu dapat melengkapi fungsi ruang tanpa menutup seluruh pemandangan.
Advertisement
8. Balkon dengan Pagar Kaca Buram
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377792/original/020705600_1792478797-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah_model_pagar_berkaca_buram.jpg)
Pagar kaca buram bisa digunakan untuk membatasi pandangan pada balkon yang berhadapan langsung dengan rumah tetangga. Permukaannya membantu menyamarkan aktivitas di balik pagar, tetapi tetap memungkinkan cahaya masuk. Pilihan ini dapat dipertimbangkan untuk hunian yang ingin mempertahankan kesan terbuka tanpa menggunakan panel yang sepenuhnya menutup area balkon.
Tingkat keburaman dan tinggi pagar perlu disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. Jika bagian atas balkon masih terbuka, penghuni tetap bisa melihat langit dan lingkungan sekitar saat berdiri atau duduk. Perencanaan posisi pagar juga perlu memperhatikan arah pandangan dari jendela tetangga agar perlindungan privasi berfungsi sesuai tujuan.
Karena berada di area luar ruangan, gunakan kaca yang dirancang untuk kebutuhan keselamatan bangunan dan pastikan pemasangannya dilakukan dengan benar. Bersihkan permukaan secara berkala agar tidak meninggalkan noda. Dengan perencanaan yang tepat, pagar kaca buram bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat balkon terasa tertutup sepenuhnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Balkon Rumah yang Berhadapan dengan Tetangga
1. Bagaimana cara menjaga privasi balkon yang berhadapan dengan tetangga?
Privasi bisa dijaga menggunakan kisi-kisi, panel penyekat, tirai luar ruangan, atau tanaman dalam pot. Pilih bagian yang perlu ditutup berdasarkan arah pandangan dari rumah tetangga, tanpa menghalangi seluruh sirkulasi udara dan cahaya.
2. Tanaman apa yang cocok untuk balkon rumah?
Pilih tanaman berdasarkan kebutuhan sinar matahari, kondisi angin, dan ruang yang tersedia. Tanaman berdaun rimbun bisa digunakan untuk membatasi pandangan, sedangkan tanaman berukuran kecil cocok ditempatkan di rak atau sudut balkon.
3. Bagaimana menata balkon rumah yang sempit?
Gunakan furnitur sesuai ukuran area, seperti bangku menempel dinding, meja lipat, atau rak tanaman vertikal. Sisakan jalur berjalan agar penghuni tetap mudah mengakses pintu dan membersihkan balkon.
4. Apakah balkon perlu menggunakan penyekat?
Penyekat tidak selalu diperlukan. Penggunaannya bergantung pada jarak antarrumah, posisi jendela, dan kebutuhan privasi penghuni. Penyekat sebagian dapat menjadi pilihan jika balkon masih ingin digunakan untuk menikmati pemandangan.
5. Bagaimana membuat balkon tetap nyaman saat hujan?
Kanopi dapat membantu melindungi area duduk dari hujan, tetapi pemasangannya perlu memperhatikan arah angin dan aliran air. Gunakan furnitur untuk luar ruangan serta pastikan lantai dan saluran pembuangan air terawat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377763/original/083382100_1792478209-Desain_balkon_rumah_yang_berhadapan_dengan_tetangga_namun_tetap_nyaman_dan_punya_pemandangan_indah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376161/original/067742600_1792310924-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316273/original/048062900_1785920252-e1a03ce7-e0ab-4395-94b6-737282ac4931jl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305584/original/081860900_1784798142-Gemini_Generated_Image_3rcwmr3rcwmr3rcw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297124/original/003713300_1784080871-Tanaman_yang_Cocok_Ditanam_di_Pot_Tanpa_Lubang_sebagai_Solusi_untuk_Balkon_Minimalis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563937/original/027369900_1776921009-Tanaman_Buah_Mini_untuk_Balkon_yang_Terkena_Sinar_Matahari_Penuh_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366598/original/039087700_1791272194-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377669/original/023714100_1792474020-pexels-zion-10104318.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377674/original/095934100_1792474118-drop_zone_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510168/original/077545400_1771820738-Beige_dan_Krem.jpg)