Liputan6.com, Pasuruan -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Arjuno-Welirang kian memprihatinkan. Tak hanya menghanguskan vegetasi hutan, kobaran api kini memutus pipa air bersih yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kini terancam krisis air bersih setelah ribuan meter pipa air warga luluh lantak dilalap api.
Berdasarkan data infografis Laporan Desa Jatiarjo, kobaran api menyebar di sedikitnya 11 titik blok kawasan hutan, membentang dari wilayah Gunung Ringgit hingga Gunung Arjuno. Titik-titik api tersebut teridentifikasi di Blok Curah Lumut, Anjait, Sawahan Kesek, Prangas, Rangsang, Codo, Gumandar, Bulak, Putuk Bunder, Lembah Kijang, hingga Banyu Kuning.
Dampak karhutla ini langsung memukul infrastruktur vital warga. Tercatat, empat jalur jaringan pipa air bersih rusak parah dengan total panjang mencapai5.250 meter atau 5,25 kilometer.
Advertisement
Adapun rincian kerusakan mencakup, 750 meter pipa induk PVC 5 inci rute Banyu Udan menuju tandon Langkahan. 750 meter pipa PVC kombinasi 3 inci dan 2 inci rute Banyu Udan menuju tandon Langkahan dan, 3.000 meter, pipa PVC 2 inci dari sumber mata air IMMD menuju Langkahan.
Kerusakan masif pada pipa sentral ini melumpuhkan total distribusi air ke pemukiman warga. Kepala Desa Jatiarjo, M. Dardiri, mengonfirmasi bahwa warga kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan harian.
"Sekarang warga bukan sekedar kesulitan, tapi pasokan air memang tidak ada sama sekali. Untuk bertahan, warga harus membeli air bersih menggunakan tangki," ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Dardiri menambahkan, pihak pemerintah desa saat ini berfokus pada penanganan darurat di lapangan sembari melengkapi data kerugian dan warga terdampak.
"Nanti malam kami menggelar rapat darurat saat ini kami masih di dalam hutan mengurus jalur air bersih. Data lengkap terkait estimasi kerugian dan durasi gangguan masih kami perbarui," tambahnya.
Meluasnya karhutla di Arjuno-Welirang ini menjadi alarm keras. Selain krisis air yang kini membayangi, kerusakan vegetasi hutan berpotensi memicu bencana berantai, seperti erosi, tanah longsor, hingga ancaman kelangsungan sektor pertanian warga sekitar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377541/original/047660200_1792468303-IMG-20261020-WA0000-768x942.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463465/original/075219600_1767615770-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377936/original/073809900_1792483031-068064400_1792482621-Screenshot_20261020-075038_Instagram.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659601/original/048701200_1700708056-0E6A0554-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377898/original/039264800_1792481676-596842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463466/original/014011800_1767615771-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377712/original/018033900_1792476587-email-attachment_2026_10_20_arie-sunaryo_pembakaran-warung-mi-babi-tepi-sawah-sukoharjo-berawal-dari-penolakan-warga_009069800_1789474757-Screenshot_20260912-163744_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928391/original/018886400_1779698424-14751775666247726703.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377681/original/051703100_1792474862-Film_Piye_To_Kih__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301391/original/006762900_1784455370-1200baru.jpg)