Pengakuan pria Brebes berinisial HS yang membunuh ayah dan memutilasi terus didalami. HS mengaku membeli dandang jumbo untuk merebus potongan jasad ayahnya.
"HS sengaja beli dandang besar Rp 750 ribu untuk merebus potongan jasad ayahnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Brebes, Aiptu Heri Sukamto saat dihubungi, Senin (19/10/2026).
Heri menjelaskan, HS mengaku membunuh ayahnya saat siang hari. Kala itu, korban tengah tidur di rumah keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah lama, HS digorok dan tubuhnya di mutilasi menjadi 10 bagian. Berikutnya, HS membungkusnya dan memindahkan potongan tubuh ke rumah keluarga yang baru di komplek perumahan di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah lama.
"Dibunuh saat tidur dan dimutilasi. Kemudian dibawa ke rumah yang ada di kompleks pakai karung," terang Heri seperti disampaikan HS.
Kepada Polisi, HS mengaku sempat akan membuang jasad korban ke dalam septic tank di rumah tersebut. Namun saat akan dibuang, saluran buangan WC tidak mampu memuat potongan tubuh korban.
HS pun kemudian membeli dandang besar seharga Rp 750 ribu. Alat masak ini oleh HS dipakai merebus potongan tubuh ayahnya.
Selama dua hari direbus, potongan badan ayahnya kemudian dibuang ke sungai Kluwut. Tulang belulang korban dibakar dan abunya dibuang ke lokasi yang sama.
"Setelah hancur, dibuang ke Kali Kluwut. Tulang dibakar sampai jadi abu," cerita Heri.
Meski HS sudah mengakui perbuatannya itu, polisi ternyata belum menemukan dandang yang dimaksud.
Untuk diketahui, HS mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (16/10) malam. Saat ditanyai anggota Polsek Kersana, dia mengaku telah membunuh sang ayah beberapa bulan yang lalu.
Polisi langsung melakukan penyelidikan termasuk mendatangi rumah HS di kompleks perumahan di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes. Septic tank di rumah tersebut di bongkar sebagai salah satu upaya penyelidikan.


























































