Operasi pemisahan bayi kembar siam dempet perut di RSCM menyimpan tantangan tersendiri bagi tim anestesi. Selain berlangsung hingga 36 jam, perbedaan ukuran tubuh kedua bayi membuat pemberian obat bius harus dilakukan ekstra hati-hati.
Hal itu disampaikan dokter spesialis anestesi RSCM, Dr dr Andi Ade Wijaya Ramlan, SpAn-TI Subsp. An. Ped.(K), saat menjawab pertanyaan soal anestesi pada operasi pemisahan kembar siam tersebut, Senin (19/10/2026).
Menurut dr Andi, perbedaan ukuran tubuh kedua bayi, satu lebih besar dan satu lebih kecil, memang terlihat jelas dan berpengaruh pada penanganan anestesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat Mengalir ke Bayi Lain
Tantangan utama muncul saat kedua bayi belum dipisahkan. Obat yang disuntikkan ke salah satu bayi dapat mengalir ke bayi lainnya.
"Kalau kita berikan obat ke satu, ke bayi A misalnya, itu obatnya ngalir ke bayi dua," kata dr Andi.
Karena itu, tim anestesi tidak bisa memberikan obat sekaligus. Obat diberikan secara perlahan sambil memantau efeknya. Begitu efek yang diinginkan tercapai, pemberian langsung dihentikan.
"Jadi kalau kita memberikan obat, kita harus ngelihat sesuai dengan sampai dia efeknya tercapai, habis itu udah kita berhenti. Dan bayi yang satu juga kita harus perhatikan, karena ada kemungkinan obatnya ini ngalir ke sebelah," jelasnya.
Dosis Berbeda, Respons Berbeda
Soal perbedaan obat, dr Andi menegaskan jenis obat yang diberikan sama, tetapi dosisnya berbeda. Dosis yang lebih besar diberikan kepada bayi yang lebih besar.
"Karena per berat badannya, kita ngitungnya kan perberat badan, perkiraan berat badan, karena belum tahu ini perberat badannya berapa, perkiraan berat badannya.," ujarnya.
Selain faktor berat badan, respons tiap bayi terhadap obat juga bisa berbeda. Menurut dr Andi, ada kalanya satu anak merespons obat tertentu lebih lemah dibandingkan anak lainnya.
"Tapi kita lihat juga kadang-kadang anak ini respon dengan obat A lebih kurang dibandingkan anak yang ini. Jadi memang kembar siam itu unik ya, jadi kita memang harus hati-hati sekali dalam memegang obat," katanya.

























































