Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam, dengan diagnosis conjoined twin abdomino-ischiopagus atau yang lebih dikenal dengan kondisi kembar siam dempet perut.
Pembedahan bayi kembar siam NA 1 dan NA 2 pada 15-16 September 2026 ini menjadi rekor tindakan operasi pemisahan kembar siam terlama yang pernah ditangani tim medis RSCM, dengan memakan waktu total hingga 36 jam termasuk persiapan.
Direktur Utama RSCM, Dr dr Supriyanto, SpB, FINACS, M.Kes. mengonfirmasi, kasus pemisahan kali ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu saya sampaikan bahwa telah dilakukan operasi pemisahan kembar siam yang merupakan kasus kompleks, jadi tidak seperti biasanya kasus-kasus kembar siam yang lain," ujarnya ketika ditemui wartawan di RSCM, Senin (19/10/2026).
"Operasinya saja memerlukan waktu 36 jam, jadi tidak bisa dibayangkan betapa lamanya operasi, berapa biaya yang timbul. Nah ini semua memang tugas rumah sakit ini," lanjutnya.
Penempelan Organ Utama dan Kompleksitas Anatomi
Ketua Tim Bedah Pemisahan Kembar Siam Bayi NA 1 & 2, Prof Dr dr R.A. Setyo Handryastuti, SpA, Subsp.Neuro menjelaskan, durasi operasi pembedahan aktif mencapai 29 jam untuk bayi NA 1 dan 23 jam 55 menit untuk bayi NA 2.
Panjangnya durasi tindakan dipicu oleh banyaknya organ dalam dan jaringan panggul yang saling menyatu.
Meskipun kedua bayi memiliki organ terpisah seperti jantung, paru, lambung, usus halus, dan masing-masing dua ginjal, beberapa organ vital lainnya tercatat menyatu rapat.
"Diagnosis kita adalah anak kembar siam yang dempetnya itu di daerah perut dan tulang ischium. Jadi ada bagian dari tulang panggul (yang menyatu), ya," jelas Prof Handryastuti.
"Organ-organ yang terpisah adalah jantung dan paru, kemudian lambung, usus halus, serta sistem empedu itu terpisah, pembuluh darah besar di perut juga terpisah. Masing-masing bayi mempunyai 2 ginjal, 2 kandung kemih, dan tulang belakang sampai tulang ekor, ya," katanya.
"Tetapi, ada organ-organ yang menyatu, ya. Jadi, ada sebagian dari hati, kemudian pembuluh di hati atau vena aorta. Kemudian, usus besar dan hanya ada satu anus yang berfungsi, ya. Kemudian, satu panggul dan 2 tulang paha," tambahnya.
Ia juga menyebutkan, uretra atau saluran kencing dan dinding perut bagian depan kedua bayi menyatu. Bagian tersebutlah yang pada akhirnya dipisahkan oleh tim bedah RSCM.
Tantangan Pemisahan Saluran Cerna dan Kemaluan
Ketua Tim Bedah Anak RSCM, Dr dr Riana Pauline Tamba, SpB.Subsp.Ped (K) mengungkapkan, kerumitan pembedahan bersumber dari pemisahan organ pencernaan dan saluran kencing yang saling menyatu serta keterbatasan fungsi organ pada salah satu anak.
Ia menyebutkan, hanya bayi NA 1 yang mempunyai saluran pencernaan lengkap, sementara bayi NA 2 hanya memiliki saluran pencernaan hingga usus halus.
"Yang tidak punya usus, keduanya kita membuat stoma. Stoma itu adalah pembuangan kotoran lewat perut. Kemudian, yang selanjutnya adalah yang paling masalah adalah menutup (perut)-nya," tutur dr Riana.
Berdasarkan data medis pascaoperasi, tim bedah anak melakukan orkidopeksi bilateral, re-implantasi ureter kanan, rekonstruksi penis dan uretra, pembuatan kolostomi kiri serta sistostomi pada bayi NA 1.
Sementara itu, pada bayi NA 2 dilakukan penanganan ileostomi di area hemiabdomen kanan.
























































