Daftar Isi
Desa Adat Sade menjadi salah satu destinasi budaya di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ramai dikunjungi wisatawan. Permukiman tradisional Suku Sasak itu menjadi sorotan setelah kebakaran hebat menghanguskan puluhan rumah di Desa Adat Sade pada Sabtu (22/8/2026).
Warga Desa Adat Sade selama ini menjaga warisan nenek moyang Suku Sasak di tengah gempuran modernisasi. Namun, peristiwa kebakaran tersebut membuat rumah-rumah adat di kampung tersebut kini rata dengan tanah.
Desa Adat Sade berlokasi di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB. Butuh waktu tempuh sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Lombok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luas wilayah ini mencakup sekitar 5,5 hektare lahan. Jumlah penduduk Desa Adat Sade sekitar 150-160 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 700 jiwa yang seluruhnya masih berada dalam satu garis keturunan.
Berikut sederet fakta unik Desa Adat Sade yang membuatnya memikat wisatawan domestik maupun mancanegara:
1. Arsitektur Rumah Bale Tani yang Khas
Bangunan di Desa Sade mengusung gaya arsitektur tradisional Sasak bernama Bale Tani. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu (bedek), atapnya menggunakan alang-alang kering, dan fondasinya ditopang oleh kayu keras tanpa paku.
2. Tradisi Mengepel Lantai Menggunakan Kotoran Kerbau
Salah satu kebiasaan warga Sade adalah membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau atau sapi segar yang dicampur air. Uniknya, setelah mengering, lantai tidak berbau amis melainkan terasa lebih kokoh, bersih dari debu, dan ampuh mengusir nyamuk.
3. Piawai Menenun
Perempuan di Desa Adat Sade wajib memiliki kepiawaian menenun kain khas Lombok sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga kelestarian kain tenun ikat dan songket.
4. Tradisi Merarik
Prosesi pernikahan warga lokal mengusung tradisi merarik, yaitu melarikan calon pengantin wanita sebelum prosesi pelamaran resmi dilakukan. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk kesatriaan dan penghormatan kepada pihak keluarga perempuan.
5. Pohon Cinta di Tengah Desa
Terdapat sebuah pohon nangka tua yang dijuluki 'Pohon Cinta'. Konon, pohon ini menjadi titik kumpul para pemuda dan pemudi Sade saat sedang memadu kasih atau merencanakan prosesi merarik.

















































