Daftar Isi
Bali tidak hanya memiliki destinasi pantai dan pura. Pulau Dewata memiliki sejumlah lokasi konservasi penyu dan kura-kura yang cocok dikunjungi wisatawan yang ingin berlibur sekaligus mendukung pelestarian satwa laut.
Pusat rehabilitasi penyu di Serangan hingga lokasi peneluran alami di Kuta, Sanur, maupun Nusa Penida, berikut rekomendasi tempat konservasi yang dapat dikunjungi di seluruh Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. TCEC Serangan, Denpasar
Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, merupakan destinasi utama untuk melihat upaya konservasi penyu di Bali. Berlokasi di Jalan Tukad Punggawa, Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. TCEC didirikan pada 20 Januari 2006 di kawasan seluas 2,4 hektare. Selain menjadi pusat konservasi, lokasi ini berfungsi sebagai tempat edukasi, wisata, hingga penelitian.
Pengunjung dapat melihat tukik hingga penyu dewasa, memahami siklus hidup penyu, serta mengikuti program edukasi tentang perlindungan satwa laut. TCEC juga menangani rehabilitasi penyu sakit atau terluka, menyelamatkan habitat penyu di pantai yang ramai, dan lepasliarkan tukik ke laut. Di sini terdapat tiga jenis punya yang dikonservasi, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.
2. Kuta Beach Sea Turtle Conservation, Badung
Pantai Kuta bukan hanya tempat berselancar dan menikmati matahari terbenam. Kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi pendaratan maupun peneluran alami penyu lekang di Bali. Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), berlokasi di Kuta, Badung Regency, Bali, aktif melakukan perlindungan habitat, penetasan telur, serta pelepasliaran tukik ke laut.
Paada Juli 2026, lokasi ini lepasliarkan 500 ekor tukik hasil penetasan. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan ini untuk belajar mengenai pentingnya menjaga pantai sebagai habitat peneluran. Namun, hindari menyentuh atau mengganggu sarang penyu yang ditemukan di sekitar pantai.
3. Sanur Turtle Village, Denpasar
Bagi wisatawan yang berada di Denpasar, Sanur Turtle Village atau Sanur Village Turtle Hatchery, yang berlokasi di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, mudah dijangkau. Fasilitas ini berfokus pada konservasi dan pengembalian penyu ke habitat alaminya. Kalian dapat melihat proses penetasan serta penyu di kolam konservasi.
Berbeda dengan sejumlah wisata satwa komersial, pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh, memberi, atau berinteraksi langsung dengan penyu. Aturan ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan hewan dan mendukung proses pelepasliaran.
4. Pantai Saba, Gianyar
Pantai Saba di Kabupaten Gianyar termasuk salah satu kawasan pesisir Bali yang menjadi tempat pendaratan dan peneluran alami penyu. Kawasan ini lebih tenang dibandingkan Kuta, sehingga cocok bagi wisatawan yang mau melihat sisi konservasi Bali secara lebih tenang.
Kehadiran penyu di Pantai Saba menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya berlangsung di pusat penangkaran, tetapi terjadi juga di habitat alaminya. Oleh karena itu, wisatawan diharapkan menjaga kebersihan pantai dan tidak meninggalkan sampah plastik.
5. Nusa Penida, Klungkung
Nusa Penida memiliki kawasan konservasi penyu di Pantai Bias Muntig, Desa Ped. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lokasi pelestarian penyu di Klungkung. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali bersama Kelompok Pelestari Penyu Bulih Bali Nusa Penida juga aktif melakukan pelesparliaran penyu sisik.
Pada Februari 2025, lima ekor penyu sisik dilepasliarkan di Desa Ped, Nusa Penida cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata bahari dengan kepedulian terhadap satwa laut. Pastikan memiliki operator wisata yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dan tidak menangkap atau menahan penyu untuk kepentingan komersial.
6. Deluang Sari, Tanjung Benoa
Deluang Sari Penangkaran Penyu Bali berada di kawasan Tanjung Benoa, dekat dengan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Lokasi ini dapat dikunjungi melalui perjalanan laut singkat dan memiliki pusat konservasi darat yang berfungsi sebagai tempat penetasan serta pelepasliaran penyu.
Wisatawan dapat belajar tentang siklus hidup penyu maupun upaya pelestarian yang dilakukan di kawasan tersebut. Pastikan memilih kegiatan yang mengutamakan edukasi dan tidak memaksakan interaksi fisik dengan satwa.
Etika Kunjungan Konservasi Penyu
Kunjungan ke tempat konservasi sebaiknya bukan hanya untuk sekedar berburu konten. Berikut etika yang perlu diperhatikan:
• Ikuti arahan petugas dan tidak menyentuh penyu tanpa izin.
• Tidak memberi makan kepada penyu maupun kura-kura secara sembarangan.
• Tidak membeli produk yang dihasilkan oleh penyu, seperti, cangkang, maupun telur penyu.
• Jangan mengejar, mengangkat, ataupun mendokuementasi tukik dengan lampu kilat.
• Bawa pulang sampah sendiri dan hindari plastik sekali pakai.
• Dukung program adopsi maupun donasi yang jelas digunakan untuk konservasi.
Pesan untuk Wisatawan
Pulau Dewata merupakan salah satu wilayah penting habitat peneluran alami penyu di Indonesia. Pantai Kuta, Serangan, Saba, hingga Sanur tercatat sebagai area pendaratan serta peneluran penyu. Dengan mengunjungi lokasi konservasi yang tepat, wisatawan dapat menikmati liburan bermakna sekaligus membantu menjaga keberlangsungan penyu dan kura-kura di Bali.

















































