Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa ekosistem internet di tanah air harus aman dan terpercaya. Salah satunya melalui penindakan tegas terhadap judi online (judol).
Hal tersebut disampaikan Meutya saat membuka secara resmi Pertemuan Umum Tahunan (Annual General Meeting) ke-87 Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai contoh, per Oktober 2026, Komdigi telah mengambil tindakan terhadap lebih dari 4,2 juta konten situs web yang terkait dengan perjudian online ilegal," tegas Meutya di hadapan ratusan delegasi internet dunia.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama era digital saat ini adalah membangun kepercayaan publik di ruang siber di tengah maraknya ancaman kejahatan digital.
"Saat kami membangun internet yang lebih terhubung, kami juga harus membangun internet yang lebih terpercaya," ujar Meutya.
Menurut Meutya, langkah pemblokiran judi online maupun mitigasi penyalahgunaan sistem nama domain (DNS Abuse) seperti phishing dan malware membutuhkan kolaborasi erat. Sinergi ini melibatkan kementerian, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pengelola registri domain, hingga partisipasi aktif publik.
Di samping aspek keamanan, Meutya menggarisbawahi pentingnya inklusi digital dan pelestarian identitas budaya lokal. Langkah ini ditunjukkan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di mana pada pengujung tahun 2025 lalu telah meluncurkan nama domain berskrip Aksara Bali, yang juga akan segera disusul domain Aksara Sunda, Jawa, dan Batak.
"Bagi Indonesia, tujuannya bukan sekadar menghubungkan lebih banyak orang ke internet. Tujuannya adalah memastikan mereka dapat berpartisipasi dalam lingkungan digital yang mudah diakses, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka," kata Meutya.
Perhelatan ICANN87 yang berlangsung pada 17 hingga 22 Oktober 2026 ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia bertindak sebagai tuan rumah forum publik ICANN.
Ketua PANDI Isnawan Aslam menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICANN87 menjadi bukti komitmen Indonesia menjaga identitas serta keamanan digital bangsa.
"Menyelenggarakan ICANN87 menjadi tonggak penting bagi Indonesia dan mencerminkan komitmen PANDI terhadap komunitas internet global. Bagi kami, pengelolaan domain .id bukan sekadar tanggung jawab teknis, melainkan juga komitmen untuk menjaga identitas digital bangsa," ujar ketua organisasi pengelola domain dot id itu.
Selama enam hari perhelatan, ICANN87 menghadirkan lebih dari 200 sesi kerja yang membahas berbagai isu krusial seperti mitigasi penyalahgunaan DNS, program domain tingkat atas generik baru (New gTLD), hingga kesetaraan akses domain internasional (Universal Acceptance).
Menariknya, perhelatan ICANN87 semula dijadwalkan berlangsung di Oman. Namun akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas, ICANN pada Juni lalu resmi mengalihkan lokasi konferensi ke Nusa Dua, Bali.

















































