Sebuah Honda Brio mengalami kecelakaan hingga tertancap besi pembatas jalan. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Jogja-Solo, ruas Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten. Satu korban dalam kecelakaan itu meninggal dunia.
Diberitakan detikJateng, kecelakaan mengerikan terjadi di Jalan Jogja-Solo, ruas Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten pada Minggu (18/10) dini hari. Mobil Brio warna kuning menabrak besi pembatas jalan atau guardrail hingga menembus bodi. Salah satu korban luka kecelakaan itu meninggal di rumah sakit.
"Betul, korban kecelakaan Brio menabrak pembatas jalan dan mobil tertancap besi akhirnya meninggal. Meninggal di RS selang satu hari setelah kejadian," jelas Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten Iptu Ryan Dwi Prabowo kepada detikJateng, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ryan, setelah kejadian pihaknya langsung ke TKP mengevakuasi korban dan mobil bersama Damkar dan warga. Korban sempat dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
"Betul dirujuk ke RSUP Dr Sardjito tapi meninggal selang satu hari," lanjut Ryan.
Dari olah TKP, sambung Ryan, kecelakaan tersebut murni kecelakaan tunggal. Besi pembatas jalan Jogja-Solo tertancap ke bodi mobil.
"Besi tertancap, dugaannya pengemudi karena mengantuk. Kita imbau masyarakat yang berkendara untuk istirahat jika lelah dan mengantuk, utamakan keselamatan," imbuhnya.
Pelajaran dari Kecelakaan Maut Akibat Ngantuk
Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengingatkan kecelakaan yang terjadi saat dini hari memiliki potensi yang lebih besar. "Kalau kita melakukan satu aktivitas fisik saat dini hari itu adalah jam waktu tidur sesuai dengan jam biologis tubuh manusia," ujar Jusri beberapa waktu lalu.
Tidak ada satu zat pun yang bisa menggantikan efek restoratif tidur. Oleh sebab itu, tidur merupakan komponen satu-satunya yang harus dijaga terutama saat berkendara.
Dalam kondisi mengantuk, Jusri menambahkan, kecepatan motorik pengendara dalam menyikapi hal-hal di jalan raya pun lebih lambat.
"Sangat klasik sekali, kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, menunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan. Menunda atau mengganti moda transportasi, atau kalau ada suruh orang lain yang bawa. Intinya dia tidak boleh mengemudi saat dia letih," tegasnya.
"Ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan. Jalan raya sebagai area atau lingkungan tidak aman. Oleh karena itu kalau perlu istirahat atau berhenti, coba berhenti di tempat aman, kalau ada tempat parkir kita berhenti di tempat parkir," katanya.
























































