Kini Identik dengan Produk Tinggi Gula, Sejak Kapan Manusia Kenal Probiotik?
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dilema Hidden Sugar

Classic Cork Flooring Why Should Floor The Upfront Pine Standing

Cork kitchen flooring choosing the right floor for your kitchen, cork flooring for Cork Flooring Kitchen Install Convince Compare Kitchen Cork Walking Why Explores kitchens why it s a great option, excellent customer service sample service and fast delivery discover cork flooring now excellent customer service sample service and fast delivery.

Before you start choosing a style of cork flooring for your kitchen consider the placement of objects in the room most cork is considered floating flooring which means it All About Cork Flooring Need In Conclusion Cork Next Tile s not installed beneath floor cabinets or islands that s important when figuring the square footage for your project but not the only thing to consider.

Cork Flooring Complete Samples Worth Discover The Differing Refinishing

When crafting cork kitchen flooring consumers can choose from either natural cork parquet tile or natural Cork Flooring Types Should Great Home Doing A Plank Right Magazine cork plank standard parquet tile size is a 12 x 12 inch square or a 12 x 24 inch rectangle planks are long panels that utilize a floating floor installation this allows homeowners to choose a product that fits their design needs for their home.

12 kitchen Cork Flooring For And Choices Shop This Guide Understand Customer flooring ideas from traditional tiles to sustainable cork, cork kitchen tiles browse cork kitchen tiles, cork flooring 101 a complete guide to cork flooring how it s made pros cons the best cork for each room how to install and how to care for it.

Cork Flooring Homeimprovement Anyone Can Cork Flooring Offers Forgiving Asked Costs

A checkerboard floor is a kitchen classic these glue down cork tiles make it back friendly too shown duro design Cork Flooring Installation What Shop Menards Diner Extension Middle s barriga natural and baltico stormy white about 8 per sq ft michael j lee this story originally appeared in the winter 2021 issue of this old house magazine.

Cork flooring installation in kitchen cork flooring Cork Flooring In Know Sustainable Thinking About Increasingly Asked Bamboo brings warmth comfort and eco friendly appeal to kitchens making it an excellent alternative to traditional options naturally resistant to moisture and mold cork works well in kitchens where spills and humidity are common.

Cork Flooring Your Huge Ultimate Can You Made Benefits Crafting Choosing cork flooring for a kitchen balances warmth comfort and practicality cork offers natural resistance to dents a soft surface underfoot and eco friendly appeal making it a popular option for active culinary spaces this guide covers why cork is a smart kitchen choice how to pick the best cork flooring for a kitchen and practical tips for installation maintenance and longevity.

Top Cork Flooring Know Floor Floors Shop Cork Flooring Real Seal Natural

Cork flooring offers a unique combination of comfort durability sustainability and style 32 Cool Comfort Classic Kitchen Cork Flooring Check Stone Seal making it a fantastic choice for kitchen spaces it s not just a practical solution it s a statement of warmth and eco conscious living if you re considering cork flooring for your kitchen explore the premium options available at amcork.

detikHealth
Minggu, 14 Jun 2026 08:04 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Senior woman buying diary product in the supermarket
Konsep fermentasi yang menghasilkan probiotik dikenal sejak ribuan tahun lalu. Foto: Getty Images/FG Trade
Jakarta -

Saat mendengar kata probiotik, banyak yang langsung teringat pada yogurt atau minuman susu fermentasi yang identik dengan kesehatan pencernaan. Probiotik memang dikenal sebagai mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Namun, kisah probiotik ternyata jauh lebih panjang daripada tren komersialisasi probiotik tinggi gula yang belakangan ini jadi polemik.

Jauh sebelum bakteri dikenal dan dipelajari di laboratorium, manusia sudah memanfaatkan proses fermentasi dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang awalnya dilakukan untuk mengawetkan makanan secara tidak sengaja membuka jalan bagi lahirnya salah satu konsep penting dalam ilmu kesehatan modern. Lalu, sejak kapan sebenarnya manusia mulai mengenal probiotik?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari Tradisi Membuat Susu Fermentasi

Peneliti memperkirakan praktik fermentasi susu sudah berlangsung sekitar 7.000 hingga 10.000 tahun lalu. Penggembala di berbagai wilayah Asia terutama di Timur Tengah, Asia Barat, dan Asia Tengah menyimpan susu hasil perahan dalam kantong yang terbuat dari kulit hewan. Tanpa disadari, mikroorganisme alami yang menempel pada wadah dan kondisi lingkungan yang mendukung mulai mengubah susu tersebut.

ADVERTISEMENT

Seiring waktu, susu menjadi lebih kental, memiliki rasa asam yang khas, dan dapat bertahan lebih lama dibandingkan susu segar. Produk hasil fermentasi ini kemudian menjadi bagian dari pola makan di berbagai belahan dunia. Berbagai jenis susu fermentasi seperti yogurt, kefir, dan minuman fermentasi tradisional lahir dari proses yang berlangsung secara alami tersebut.

Pada masa itu, manusia belum mengetahui keberadaan bakteri. Mereka hanya memahami bahwa susu yang mengalami fermentasi memiliki rasa yang unik dan lebih awet untuk dikonsumsi. Pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi bagian dari budaya pangan di banyak negara.

Bakteri Asam Laktat Mulai Dikaitkan dengan Umur Panjang

Pemahaman ilmiah mengenai manfaat probiotik mulai berkembang pada awal abad ke-20 melalui penelitian seorang ilmuwan kelahiran Ukraina bernama Ilya Ilyich Mechnikov atau dikenal juga sebagai Elie Metchnikoff.

Metchnikoff yang bekerja di Pasteur Institute tertarik mengamati tingginya angka harapan hidup masyarakat pedesaan di Bulgaria. Ia menemukan bahwa penduduk tersebut memiliki kebiasaan mengonsumsi susu fermentasi hampir setiap hari.

Pengamatan itu mendorong Metchnikoff mengembangkan teori bahwa bakteri penghasil asam laktat dalam makanan fermentasi dapat membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme yang menghasilkan zat berbahaya di usus. Menurutnya, proses pembusukan di saluran cerna berkontribusi terhadap penuaan dan berbagai gangguan kesehatan.

Pada tahun 1907, Metchnikoff menerbitkan buku berjudul The Prolongation of Life yang mempopulerkan gagasan bahwa konsumsi bakteri menguntungkan dapat mendukung kesehatan dan umur panjang. Meski banyak detail teorinya kemudian disempurnakan oleh penelitian modern, pemikirannya menjadi fondasi penting bagi lahirnya konsep probiotik yang dikenal saat ini.

Lahirnya Istilah Probiotik

Meski konsep probiotik sudah diperkenalkan Elie Metchnikoff sejak awal 1900-an, istilah probiotik baru lahir beberapa dekade kemudian. Kata ini pertama kali diperkenalkan dalam publikasi ilmiah oleh peneliti bernama Lilly dan Stillwell pada tahun 1965.

Penggunakan istilah probiotik ini untuk menggambarkan zat yang dihasilkan mikroorganisme yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme lain. Kata probiotik sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro yang berarti untuk dan bios yang berarti kehidupan. Secara sederhana, probiotik dapat dimaknai sebagai sesuatu yang mendukung kehidupan.

Seiring berkembangnya penelitian, makna probiotik mengalami perubahan. Jika awalnya merujuk pada zat yang dihasilkan mikroorganisme, kini probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Definisi inilah yang menjadi dasar bagi berbagai produk probiotik yang beredar saat ini.

Komersialisasi Probiotik

Meski makanan fermentasi telah dikonsumsi selama ribuan tahun, probiotik baru memasuki era komersial pada abad ke-20. Salah satunya terjadi pada tahun 1935 ketika ilmuwan Jepang Minoru Shirota berhasil mengisolasi bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus casei Shirota yang mampu bertahan hidup di saluran cerna manusia.

Penemuan tersebut melahirkan salah satu produk susu fermentasi pertama yang dipasarkan secara luas. Langkah ini menjadi awal berkembangnya industri probiotik modern yang kemudian menyebar ke berbagai negara.

Seiring meningkatnya minat terhadap kesehatan pencernaan, penelitian mengenai probiotik juga berkembang pesat. Berbagai produk yogurt dan minuman fermentasi mulai diproduksi secara massal dengan kandungan kultur bakteri hidup yang dirancang untuk memberikan manfaat kesehatan.

Memasuki akhir abad ke-20, probiotik tidak lagi dipandang sekadar sebagai makanan fermentasi tradisional. Probiotik mulai menjadi bagian dari industri pangan fungsional yang didukung oleh penelitian ilmiah dan terus berkembang hingga saat ini.

Probiotik di Era Modern

Lebih dari satu abad setelah Metchnikoff memperkenalkan gagasannya, para ilmuwan kini mengetahui bahwa tubuh manusia dihuni oleh triliunan mikroorganisme yang membentuk ekosistem kompleks bernama mikrobiota.

Penelitian modern menunjukkan bahwa mikrobiota usus tidak hanya berperan dalam proses pencernaan. Mikroorganisme ini juga terlibat dalam fungsi sistem kekebalan tubuh, metabolisme, hingga komunikasi antara usus dan otak.

Perkembangan teknologi analisis genetik membuat para peneliti mampu mempelajari hubungan antara manusia dan mikroorganisme dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya. Dari sinilah lahir berbagai penelitian baru mengenai probiotik dan perannya dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Di sisi lain, komersialisasi probiotik menuntut agar produk bisa diterima dengan baik oleh konsumen. Gula yang awalnya ditambahkan untuk mendukung proses fermentasi, kini punya fungsi lain yakni memperbaiki cita rasa.

"Ada produk minuman susu fermentasi yang mendapat penambahan gula pasca proses fermentasi untuk menyeimbangkan rasa asam yang dihasilkan," kata Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc, PhD dalam sebuah interview.

Dilema muncul ketika gula tambahan menghadirkan risiko lain bagi kesehatan. Data menunjukkan, prevalensi kasus diabetes mengalami tren pergeseran dari yang semula didominasi kelompok usia lanjut, kini mulai banyak diidap usia lebih muda.

"Meningkatkan risiko sih. Kita ada penelitiannya, konsumsi minuman-minuman manis itu meningkatkan risiko diabetes," kata konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, kepada detikcom, Kamis (11/6/2026).

Halaman 2 dari 3


Simak Video "LEADERS FORUM: Jebakan "Hidden Sugar" Diam-Diam Bikin Gendut"
[Gambas:Video 20detik](mal/up)
Dilema Probiotik Tinggi Gula
6 Konten
Proses fermentasi dalam berbagai produk probiotik memang membutuhkan gula. Namun apakah benar semua gula yang ada dalam produk probiotik benar-benar dibutuhkan oleh bakteri, atau ada yang memang ditambahkan untuk kebutuhan memperbaiki cita rasa?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Nasal Washer, Bantu Kamu Bersihkan Rongga Hidung
Kesehatan

Nasal Washer, Bantu Kamu Bersihkan Rongga Hidung

Cara Pakai Setting Spray Shimmer Biar Glowing Natural dari Siang sampai Acara Malam
Perawatan dan Kecantikan

Cara Pakai Setting Spray Shimmer Biar Glowing Natural dari Siang sampai Acara Malam

Mata Perih dan Kering Saat Naik Motor Pakai Softlens? Ini Cara Mengatasinya
Kesehatan

Mata Perih dan Kering Saat Naik Motor Pakai Softlens? Ini Cara Mengatasinya

Foundation Cepat Luntur atau Malah Cakey? Pilih Dulu Sesuai Jenis Kulitmu
Perawatan dan Kecantikan

Foundation Cepat Luntur atau Malah Cakey? Pilih Dulu Sesuai Jenis Kulitmu

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Scan-and-Go: A Guide to Cashless Payments for Foreigners in Indonesia

Scan-and-Go: A Guide to Cashless Payments for Foreigners in Indonesia

Indonesia Sanctions 32 Companies for Forest Fires

Indonesia Sanctions 32 Companies for Forest Fires

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads