Kuliah Gratis, Jangan Salah Alamat
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

ADVERTISEMENT

Kolom Edukasi

How To Way Improve Ductwork And Venting Back Jennair

A schlieren system and cfd computational fluid dynamics is a thermal 6 Types Of Requirements Should Make Having A Airflow Suction Adequate imaging technique widely used by kitchen appliance manufacturers in developing energy efficient and comfortable ventilation systems and products 25 water wash type exhaust hood a type i hood which uses water to remove accumulated grease from the grease extractors.

This article discusses kitchen vent fans kitchen vent fan types ventilation rate installation specifications and noise ratings we also discuss downdraft fans and kitchen fan noise issues our page top photograph illustrates a high capacity vertical rise range hood in a new york home this is the most effective kitchen exhaust ventilation design but attention to fire Kitchen Ventilation Luxury Crucial A Vent Hood Service Without Clears safety is required.

How To Choose Style Experts You Kitchen Ventilation Covers Issues Warranty

Shop at best buy for kitchen range hoods and exhaust fans to remove unwanted odors and cooking smells from the air, the downdraft stovetop vent is another discreet option that clears the air while keeping sight lines open popular on kitchen islands downdraft vents are Kitchen Ventilation Options Retrofit The Downdraft Shown Good Vibe slim retractable designs inserted at the back or sides of stovetops the venting draws smoke in and conducts it to the kitchen s chimney where fans send it out need more info.

So if your kitchen wall isn t fit for venting you can vent your kitchen to the attic a key benefit you Amazon Com Inspire With The Kitchen Ventilation Utilitarian Disguised Hobs ll get from this is that hot air rises upwards which means you ll find the range hood performing better at its job.

Kitchen Ventilation Design Exhaust Homes Pdf The Kitchen Is Letting Bathroom Why

Vikio home 30 inch under cabinet range hood 980cfm fast venting ducted kitchen hood with 3 speed gesture touch control stainless steel stove vent hood with led light and 2 baffle filters 100 bought in past month. 5 Best Kitchen And Multi Expert Worried About Using Houzz Worried Workhorses

Kitchen ventilation design inspection, how to choose the best range hoods and vents the, kitchen vents, discover the best kitchen vent hoods for 2025 with our expert Range Hoods And Mould Mould Here Are Designers Back Whole testing we compare top models for powerful suction quiet operation easy installation and value to eliminate smoke and odors in your home.

Kitchen vents lambro is a leading manufacturer of kitchen vents and kitchen vent kits typically vents are used for air intake air supply or air exhaust applications our products are made from 8 New Kitchens Commercial Expert Requirements Discover The Perfect Premium high quality materials and backed by a limited warranty on this page you will find not only our stationary fixed louvered vents and our opening closing flap louver vents but also roof and wall.

6 Types Odours Crucial 6 Types Surface Fans

Range Hoods For Ways Kitchens Vent Odors Steel Heart Exchange Ductwork and venting considerations the ductwork system is one of the most important components of a range hood ventilation system the duct s size length material and configuration directly impact how efficiently the range hood removes smoke grease and odors from your kitchen.

Penulis Kolom - Ahmad Tholabi Kharlie - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 20:41 WIB
Ilustrasi kuliah gratis
Foto: (Dokumentasi pribadi Ahmad Tholabi Kharlie)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan keinginannya agar pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri dapat digratiskan. Lima hari kemudian, pemerintah menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka. Sejumlah pilihan masih dikaji, termasuk kemungkinan penerapan bertahap sesuai kemampuan fiskal.

Di tengah harapan itu, satu pertanyaan penting perlu diajukan: kuliah gratis untuk siapa? Sebab pendidikan tinggi bukan hanya soal siapa yang membayar, melainkan juga siapa yang dapat masuk, bertahan hingga lulus, dan paling banyak menerima manfaat dari anggaran negara.

Menurut Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), kebutuhan untuk membiayai pendidikan gratis bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang telah dihitung mencapai sekira Rp 93,74 triliun per tahun untuk 2.833.169 mahasiswa jenjang D3, D4, dan S1. Angka tersebut merupakan perhitungan kebutuhan, bukan anggaran final, dan belum mencakup seluruh kemungkinan cakupan kebijakan. Pemerintah masih membahas pilihan skema pelaksanaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pembanding, setelah penyesuaian, pagu Kemdiktisaintek 2027 mencapai Rp 66,44 triliun. Dengan demikian, kebutuhan yang dihitung untuk kuliah gratis tersebut setara sekira 1,4 kali pagu kementerian. Pada saat yang sama, tambahan Rp 1,267 triliun dalam penyesuaian anggaran 2027 diarahkan untuk memperkuat KIP Kuliah.
Angka itu menunjukkan bahwa kuliah gratis bukan sekadar kebijakan menghapus UKT. Negara sedang berbicara tentang perubahan besar dalam arsitektur pembiayaan pendidikan tinggi.

Siapa yang Dibantu?

Persoalan pertama adalah perihal ketepatan sasaran. Jika seluruh mahasiswa PTN dibebaskan dari biaya pendidikan tanpa memperhatikan kemampuan ekonomi, negara juga akan membiayai mahasiswa yang sebenarnya mampu membayar. Pada saat yang sama, anak dari keluarga kurang mampu yang gagal masuk PTN atau memilih perguruan tinggi swasta (PTS) karena keterbatasan daya tampung dapat tetap menghadapi biaya pendidikan.

ADVERTISEMENT

Persoalannya bahkan dimulai sebelum seseorang membayar UKT. Kesempatan masuk perguruan tinggi dipengaruhi kualitas sekolah, kesiapan akademik, informasi, lokasi, biaya persiapan seleksi, dan kemampuan keluarga menyediakan lingkungan belajar yang mendukung.

Pengalaman Filipina memberikan pelajaran penting. Melalui Universal Access to Quality Tertiary Education Act atau Republic Act No. 10931 yang disahkan pada 2017, negara menyediakan pembebasan biaya kuliah dan biaya pendidikan tertentu di perguruan tinggi negeri, sekaligus membangun Tertiary Education Subsidy dan program pinjaman mahasiswa. Undang-undang itu juga secara eksplisit mengakui peran komplementer perguruan tinggi swasta dalam sistem pendidikan tinggi.

Menariknya, studi Daway-Ducanes, Pernia, dan Ramos (2022) dalam International Journal of Educational Development menggunakan data 664.332 pelamar University of the Philippines pada 2006-2015. Studi tersebut menemukan adanya income advantage: pelamar dari kelompok pendapatan lebih tinggi memiliki peluang lebih besar diterima di universitas tersebut, termasuk pada pilihan program pertama. Penulis menyimpulkan bahwa kebijakan kuliah gratis berpotensi lebih banyak dinikmati mereka yang telah memiliki keunggulan dalam proses masuk perguruan tinggi.

Pelajarannya relevan bagi Indonesia. Menghapus biaya setelah seseorang berhasil masuk PTN belum tentu menghapus ketimpangan yang terjadi sebelum pintu kampus terbuka. Data Indonesia memperlihatkan ruang perluasan yang masih besar.

BPS mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi pada 2025 sebesar 32,89 persen untuk kelompok umur 19-23 tahun. BPS juga mengingatkan bahwa APK bukan ukuran literal proporsi anak usia 19-23 tahun yang sedang kuliah karena indikator ini turut menghitung mahasiswa di luar kelompok umur tersebut. Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran tingkat partisipasi dan kapasitas pendidikan tinggi yang masih perlu diperluas.

Masalahnya, biaya pendidikan bukan satu-satunya penghalang. Bagi anak dari keluarga miskin yang diterima kuliah jauh dari daerah asal, misalnya, UKT hanyalah salah satu kebutuhan. Ada kos, makan, transportasi, buku, perangkat digital, dan kebutuhan akademik lain. Karena itu, kuliah gratis yang hanya berarti UKT nol belum tentu berarti mahasiswa dapat menjalani kuliah tanpa beban biaya yang berarti.

Indonesia sebenarnya telah memiliki instrumen untuk menjawab persoalan tersebut melalui KIP Kuliah. Pada 2026, alokasi program ini mencapai sekitar Rp 15,32 triliun dengan sasaran 1.047.221 mahasiswa. KIP Kuliah juga memberikan bantuan biaya hidup dengan besaran yang berbeda menurut klaster, selain pembiayaan pendidikan. Karena itu, kebijakan kuliah gratis sebaiknya memperkuat ekosistem bantuan yang sudah ada.

Pembebasan UKT tidak semestinya membuat perhatian terhadap biaya hidup justru mengecil. Di titik ini, keadilan pendidikan tinggi perlu dilihat secara utuh: siapa yang dapat masuk, siapa yang dapat bertahan, dan siapa yang dapat menyelesaikan pendidikan.

Menjaga Mutu

Persoalan berikutnya adalah mutu. Kuliah gratis dari sisi mahasiswa bukan berarti pendidikan tinggi menjadi gratis. Dosen tetap harus dibayar, ruang kuliah dan laboratorium harus tersedia, perpustakaan perlu diperbarui, penelitian harus dibiayai, dan layanan akademik harus berjalan.

Dengan kata lain, yang berubah adalah pembayar. Sebagian biaya yang sebelumnya ditanggung mahasiswa berpindah kepada negara. Di sinilah perhitungan Rp 93,74 triliun perlu dibaca secara lebih mendalam. Apakah dana tersebut semata-mata menggantikan penerimaan yang selama ini berasal dari mahasiswa, atau sekaligus memperkuat kapasitas dan mutu perguruan tinggi?

Pertanyaan ini penting karena tambahan mahasiswa tanpa tambahan dosen dan fasilitas dapat menghasilkan perluasan akses yang tidak diikuti peningkatan kualitas. Pendidikan tinggi pada akhirnya bukan hanya persoalan jumlah mahasiswa yang dapat duduk di ruang kuliah, tapi juga kualitas pembelajaran yang mereka terima.

Pengalaman Chile menunjukkan pentingnya desain bertahap. Pada 2016, program gratuidad dimulai dengan membebaskan biaya pendidikan dan pendaftaran bagi mahasiswa dari 50 persen rumah tangga paling rentan yang belajar di institusi yang memenuhi persyaratan.

Pengalaman Inggris memberi pelajaran dari arah berbeda. Studi Murphy, Scott-Clayton, dan Wyness (2019) menelaah perubahan Inggris dari sistem tanpa biaya kuliah menuju sistem dengan income-contingent loan. Studi tersebut menemukan bahwa pendanaan per mahasiswa dan partisipasi meningkat setelah perubahan kebijakan, tanpa bukti bahwa kesenjangan partisipasi melebar sebagaimana kekhawatiran yang sering dikemukakan.

Pelajaran dari Inggris bukan bahwa biaya kuliah lebih baik daripada kuliah gratis. Pelajarannya adalah bahwa desain pembiayaan jauh lebih menentukan daripada sekadar label gratis atau berbayar.

Indonesia dapat menarik beberapa prinsip dari pengalaman tersebut.

Pertama, pelaksanaan sebaiknya bertahap dan berbasis kebutuhan. Pemerintah sendiri masih membahas sejumlah skenario, termasuk pelaksanaan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal. Pendekatan bertahap memberi ruang untuk memperbaiki data, menguji dampak, dan menyesuaikan pembiayaan sebelum cakupan diperluas.

Kedua, biaya hidup harus menjadi bagian dari kebijakan akses. UKT yang dibebaskan tidak banyak berarti bagi mahasiswa yang kemudian harus berhenti kuliah karena tidak mampu membayar kos dan kebutuhan sehari-hari.

Ketiga, pendanaan harus mengikuti kebutuhan mutu. Tambahan mahasiswa harus diikuti tambahan dosen, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, layanan akademik, dan dukungan penelitian. Negara jangan sampai berhasil membuat kuliah gratis dengan konsekuensi pendidikan yang lebih rendah mutunya.

Keempat, sebagian bantuan sebaiknya mengikuti mahasiswa, bukan semata-mata institusi. Anak dari keluarga kurang mampu yang belajar di PTS tidak semestinya kehilangan kesempatan memperoleh dukungan negara hanya karena tidak memperoleh kursi di PTN. Pengalaman Filipina menunjukkan bahwa pembiayaan pendidikan tinggi dapat menggabungkan pembebasan biaya di institusi publik dengan skema subsidi mahasiswa yang lebih luas.

Kelima, PTS perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi nasional. Jika pembebasan biaya di PTN mendorong perpindahan mahasiswa secara besar-besaran dari PTS, dampaknya dapat merembet kepada keberlanjutan program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan kampus.

Keenam, sumber pembiayaan harus bersifat berulang dan dapat diproyeksikan. Dana hasil pemberantasan korupsi dapat menjadi penerimaan negara, tetapi pendidikan tinggi merupakan kebutuhan permanen. Karena itu, pembiayaannya memerlukan sumber yang stabil dan dapat dipertanggungjawabkan dalam perencanaan anggaran jangka panjang.

Walhasil, ukuran keberhasilan kuliah gratis bukan seberapa banyak mahasiswa yang berhenti membayar UKT. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya berada di luar pendidikan tinggi dapat masuk perguruan tinggi, bertahan hingga lulus, memperoleh kompetensi yang baik, dan memasuki dunia kerja.

Kuliah gratis adalah cita-cita yang layak diperjuangkan. Agar cita-cita itu bertahan melampaui satu siklus anggaran dan satu periode pemerintahan, desainnya harus memastikan ketepatan sasaran, biaya hidup yang terjangkau, mutu pendidikan yang terjaga, serta keberlanjutan pembiayaan.

Jangan sampai niat mulia membuka pintu kampus bagi semua justru berakhir dengan subsidi terbesar dinikmati mereka yang pintunya sudah lama terbuka.

*) Ahmad Tholabi Kharlie
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
Anggota Dewan Pendidikan Tinggi

*) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detikcom

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Mahasiswa Trisakti-HMI Demo di DPR, Jl Gatsu Arah Slipi Ditutup"
[Gambas:Video 20detik](nwk/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Mau Foto Traveling Lebih Cantik? Intip Fitur Canon G7 X Mark III
Hobi dan Mainan

Mau Foto Traveling Lebih Cantik? Intip Fitur Canon G7 X Mark III

Sering Melukis atau Baru Coba Hobi Baru? Ini Cara Menentukan Ukuran Cat Akrilik
Hobi dan Mainan

Sering Melukis atau Baru Coba Hobi Baru? Ini Cara Menentukan Ukuran Cat Akrilik

Cara Pakai Instax Mini Evo dan 6 Kombinasi Efek Kamera Instan yang Bikin Foto Terlihat Estetik
Hobi dan Mainan

Cara Pakai Instax Mini Evo dan 6 Kombinasi Efek Kamera Instan yang Bikin Foto Terlihat Estetik

Hobi Bikin Video dari Udara? Kenalan dengan Drone 360 Derajat 8K Ini
Hobi dan Mainan

Hobi Bikin Video dari Udara? Kenalan dengan Drone 360 Derajat 8K Ini

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
What Is Jamu? Indonesias Traditional Herbal Drink Explained

What Is Jamu? Indonesia's Traditional Herbal Drink Explained

5 Best Indonesian Comfort Foods to Warm Your Soul

5 Best Indonesian Comfort Foods to Warm Your Soul

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads