Fenomena udara kabur (haze) kembali muncul di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/10/2026). Langit Labuan Bajo terlihat berkabut.
Sejumlah warga di Labuan Bajo mengeluhkan mata perih akibat terpapar udara kabur. Hal ini banyak dirasakan oleh pengendara motor.
"Mata perih saat buka helm," ujar seorang warga di tepi jalan depan SMAK Loyola Labuan Bajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang ditemui di jalan Frans Nala dan sekitar Bandara Internasional Komodo juga mengeluhkan hal yang sama. "Ini asap kebakaran dari mana, mata terasa perih," ujar Karmo di jalan Frans Nala, Labuan Bajo.
detikBali juga merasakan mata perih saat melintasi jalan di Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 Wita. Selain menyebabkan mata perih, fenomena haze juga menyebabkan jarak pandang terbatas menjadi 4-5 kilometer (km).
Haze merupakan kekaburan udara yang disebabkan oleh partikel-partikel kecil yang mengaburkan pandangan dan mengurangi kejernihan langit. Ini sering kali terjadi ketika ada akumulasi debu, asap, atau uap air di atmosfer yang menghalangi cahaya.
Baca juga: Smooth And Self Reddit Shop And Any Upgrade |
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengatakan haze di destinasi pariwisata superprioritas ini tidak hanya dipengaruhi oleh suspensi asap dari kebakaran lahan berskala lokal maupun kiriman lintas wilayah, misalnya Papua atau Kalimantan.
"Namun, posisi semu matahari di bulan Oktober juga memicu intensitas penguapan yang tinggi, yang kemudian bercampur dengan debu kering permukaan. Sudah lama kita tidak hujan yang cukup besar, sekalinya hujan hanya sebentar dan hanya mengangkat debu-debu di permukaan bukan membilas bersih debunya," jelas Maria, Selasa (20/10/2026).
Haze itu, tutur Maria, juga bersumber dari emisi aktivitas perkotaan Labuan Bajo yang padat lalu lintas pariwisatanya. Selain itu, tingginya kadar aerosol garam laut akibat dinamika angin di wilayah tanjung dan perairan di sekitar Labuan Bajo.
"Kombinasi seluruh partikel ini terjebak di bawah lapisan inversi, menyerap uap air pesisir yang lembap hingga membengkak (hygroscopic growth), dan secara kolektif menurunkan jarak pandang horizontal secara drastis," terang Maria

















































