Ketua DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin menuai sorotan usai tiga bulan tidak pernah masuk kantor dan mangkir dalam sejumlah rapat paripurna. Syamsuddin menghilang karena alasan sakit dan sedang berobat.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Barru, Herman Jaya, membenarkan absennya pimpinan dewan tersebut dari berbagai agenda. Tercatat sedikitnya sudah lima kali rapat paripurna digelar tanpa kehadiran Syamsuddin.
"Beliau sakit, terus tidak tahu di mana berobatnya. Saya lihat klarifikasinya itu lima kali ya dia tidak hadir (paripurna)," ujar Herman kepada detikSulsel, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman mengungkapkan Syamsuddin sudah kurang lebih tiga bukan tidak pernah masuk kantor. Selama pimpinan utama absen, agenda rapat paripurna terpaksa diambil alih secara bergantian oleh para Wakil Ketua DPRD.
"Gantian Bu Wakil sama Pak Wakil. Cuma belakangan mereka keberatan karena menambah beban kerja wakil," ungkap Herman.
Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran Ketua DPRD pada dasarnya tidak sampai melumpuhkan roda organisasi dewan. Namun, durasi absen yang terbilang lama membuat beban kerja para wakil pimpinan membengkak dan mengganggu agenda partai masing-masing.
"Roda organisasi tetap jalan, cuma dua pimpinan ini merasa terlalu lama menggantikan posisinya Pak Ketua. Mereka juga banyak kegiatan partai atau kepentingan pribadi yang tersita waktunya," jelasnya.
Di sisi lain, Herman membeberkan bahwa para anggota dewan sebenarnya mengetahui kondisi kesehatan ketua. Kendati demikian, tidak adanya surat keterangan sakit resmi dari dokter menjadi hal yang disoroti oleh internal dewan.
"Kalau konfirmasinya kita sudah tahu sakit. Cuma yang jadi persoalan surat sakitnya itu yang tidak ada, itu yang dipersoalkan teman-teman," beber Herman.
Mengenai langkah politik atau opsi rotasi jabatan, Herman menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan pengurus partai. Pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk dan arahan langsung dari Plt Ketua DPD II Golkar Barru, Rahman Pina.
"Itu kan ranah partai, Pak Plt juga belum ada arahan. Jadi kita masih menunggu arahannya Pak Rahman Pina," pungkas Herman.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin membeberkan kondisi kesehatannya serta agenda kegiatan yang sempat dijalani. Ia mengaku fokus menjalani pengobatan akibat gangguan kesehatan pada pita suara.
"Pada tanggal 7 hingga 10 Oktober lalu, saya menjalankan agenda perjalanan dinas resmi ke Jakarta. Memang saya sedang fokus menjalani pengobatan rutin akibat gejala amandel yang sempat mengganggu pita suara dan kondisi fisik," ucapnya.
Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa roda pemerintahan dan tugas legislatif di DPRD Barru tetap berjalan optimal. Politisi Golkar ini memastikan tidak ada pekerjaan yang terbengkalai meski dirinya sempat menjalani perawatan kesehatan.
"Pelaksanaan tugas dan tata kelola di lembaga legislatif ini sudah diatur secara sistematis. Ketika saya berhalangan hadir secara langsung, mekanisme kepemimpinan tetap berjalan lewat pembagian tanggung jawab bersama para Wakil Ketua DPRD," ujar Syamsuddin.
Syamsuddin menjelaskan bahwa koordinasi internal di DPRD Barru terus terjaga dengan baik. Komunikasi intensif selalu dibangun bersama seluruh pimpinan fraksi.
"Seluruh dinamika dan koordinasi pelaksanaan fungsi kedewanan tetap terkontrol dengan baik. Komunikasi intensif terus kami jalin bersama para Ketua Fraksi," jelasnya.































































