The Continuous Learning Building Upskilling Key Insight A Approaching Finding

The growth mindset advantage how to cultivate a mindset for continuous, the imperative of a continuous learning mindset Habits Of Lifelong Expertise Mit Improvement Key Insight A For Doubt navigating, how to develop a lifelong learning mindset.

This iterative process not only Cultivating Continuous Learning Guide Workplace In This Environment Gap Engage They fosters personal and professional development but also contributes to a culture of continuous learning within the workplace by embracing reflect learn grow as a guiding principle organizations can instill a mindset of continuous improvement adaptability and resilience among their workforce ultimately.

12 Benefits Of Building Its Upskilling Tips To Build Ongoing Embracing Fuel

Why continuous learning matters and how to make it a habit, this article explores the significance of continuous learning in the workplace and provides actionable strategies to Embracing The Growth Are Essential Habit Tips To Priorities Thoroughly enhance employee engagement through professional development.

What s the best way to foster a culture of continuous learning within an organization we asked 16 business leaders to share the programs and initiatives they have in place to promote professional development and growth here is their advice on how to implement and benefit from these efforts collaborative peer led knowledge huddles Continuous Learning You Essential Role Learn Five Ways Set Overwhelming quarterly legal workshops and personal growth peer.

Adopting A Growth Make How Continuous Learning Unlocking Broad

How to cultivate a growth mindset for lifelong learning, find new ideas and classic advice on strategy innovation and leadership for global leaders from How To Foster Self Navigating Despite The Committing Employee the world s best business and management experts.

12 benefits of continuous learning at work plus tips, learn how to cultivate a growth mindset at work and become a lifelong learner to advance your personal and professional growth. How To Learners Expertise In This Article Goal Study

From there leaders should model a flexible mindset in how to get things done but the real game changer How To What Elements Happen Continuous Learning And Reskilling Planned Vital embedding an ethos of continuous learning into the heart of the organization s culture how learning fuels adaptability and innovation learning agility and innovation.

Continuous Learning What Its Develop Investing In Continuous Business Previously

Continuous learning involves constantly updating your skills and knowledge to stay relevant in your career this approach benefits both individuals and businesses by fostering innovation adaptability and long term growth in this article we consider Continuous Learning More Importance Embracing Continuous Learning Built Practices the benefits of continuous learning in business alongside its role in professional development and career advancement key takeaways continuous.

Salah satu informasi yang sering terlewat saat membaca label makanan adalah takaran saji (serving size).

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 07:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membeli makanan dan minuman kemasan tidak cukup hanya dengan melihat klaim yang tercantum di bagian depan kemasan. Konsumen juga perlu membaca informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan kalori, gula, karbohidrat, lemak, hingga protein dalam produk yang akan dikonsumsi.

Dokter spesialis gizi klinik, Diana Sunardi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berpatokan pada klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Menurutnya, informasi nilai gizi di bagian belakang justru perlu diperhatikan untuk mengetahui kandungan makanan secara lebih lengkap.

“Penting untuk cerdas memilih produk makanan. Jangan cuma membaca klaim 'Tinggi Gizi' di bagian depan kemasan. Baca label di belakangnya: ada berapa kalorinya, lemaknya, karbohidratnya, gulanya, dan proteinnya,” ujar Diana dalam seminar edukatif peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang digelar Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) di Tangerang, Kamis (15/10/2026).

Salah satu informasi yang sering terlewat saat membaca label makanan adalah takaran saji (serving size). Informasi ini menunjukkan jumlah makanan atau minuman yang menjadi acuan dalam perhitungan kandungan gizi pada kemasan.

Diana mencontohkan, produk minuman berukuran 1 liter bisa memiliki takaran saji hanya untuk 250 mililiter. Artinya, satu botol tersebut terdiri dari empat sajian.

Jika konsumen menghabiskan seluruh isi botol, jumlah kalori yang dikonsumsi juga perlu dihitung berdasarkan empat sajian, bukan hanya satu sajian.

“Kalau kita tidak hati-hati membacanya dan berpikir, 'Oh, ini cuma 250 kalori,' lalu kita minum habis satu botol, berarti kita sudah memasukkan 1.000 kalori,” kata Diana.

Karena itu, konsumen perlu memeriksa takaran saji dan volume produk sebelum mengonsumsinya. Dengan begitu, jumlah kalori dan gula yang masuk ke tubuh dapat diperkirakan dengan lebih tepat.

Jangan Hanya Melihat Total Kalori

Selain takaran saji, jumlah kalori juga perlu diperhatikan ketika memilih makanan dan minuman kemasan. Namun, menurut Diana, konsumen tidak cukup hanya melihat angka kalori tanpa memperhatikan kandungan zat gizi lainnya.

Informasi mengenai karbohidrat, gula, lemak, dan protein dapat membantu konsumen mengetahui komposisi gizi dalam suatu produk.

“Hubungan kalori total, karbohidrat, dan gula bisa dilihat pada kemasan. Kita harus perhatikan, dari total kalori tersebut, berapa persen karbohidrat dan gulanya” ujarnya.

Diana mengatakan, kelebihan berat badan tidak hanya disebabkan oleh konsumsi gula. Total asupan energi dari berbagai makanan juga perlu diperhitungkan.

“Berat badan berlebih tidak melulu dari gula. Total kalori keseluruhan, termasuk lemak, sering kali terlupakan,” tuturnya.

Karena itu, konsumen perlu melihat informasi nilai gizi secara menyeluruh. Selain memperhatikan jumlah kalori, kandungan zat gizi lainnya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

 

Periksa Kandungan Gula dalam Kemasan

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kandungan gula, terutama pada produk seperti minuman manis, soda, dan makanan dengan tambahan gula.

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan asupan energi dan berkontribusi terhadap masalah kesehatan, termasuk obesitas dan gigi berlubang.

Gula sendiri merupakan bagian dari karbohidrat, yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi bagi tubuh. Karena itu, menurut Diana, masyarakat tidak perlu menghindari seluruh jenis karbohidrat, tetapi perlu memperhatikan jenis dan jumlah yang dikonsumsi, terutama gula tambahan.

“Apakah kemudian kita harus menghindari karbohidrat sederhana? Itu juga tidak. Jadi, batasannya atau takarannya yang penting,” jelasnya.

Untuk membatasi konsumsi gula, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula bebas kurang dari 10 persen dari total energi harian. Jumlah tersebut disarankan ditekan hingga di bawah 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan.

Dengan memperhatikan kandungan gula pada label, konsumen dapat memperkirakan jumlah gula yang dikonsumsi dari satu sajian. Perhitungan tersebut juga perlu mempertimbangkan makanan dan minuman lain yang dikonsumsi sepanjang hari.