Liputan6.com, Jakarta - Usai penanganan dan pengobatan kanker payudara terkadang muncul keluhan salah satunya lymphedema atau limfedema. Keluhan ini biasanya muncul pada saat pasien tengah melakukan pengobatan atau pasca operasi pengangkatan kelenjar getah bening.
"Limfedema adalah pembengkakan akibat penumpukan cairan getah bening ketika sistem limfatik tidak dapat mengalirkannya dengan baik," tutur dokter Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) dari Mandaya Royal Hospital Puri.
Pada pasien kanker payudara, kondisi ini dapat muncul di lengan, tangan, payudara, dada, hingga ketiak, terutama pada sisi tubuh yang menjalani pengobatan.
Advertisement
Penyebab limfedema adalah pengangkatan kelenjar getah bening saat operasi kanker payudara, yang dapat mengganggu jalur aliran cairan sehingga menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan.
"Jadi tugasnya saluran atau kelenjar getah bening itu yaitu untuk mengalirkan cairan kelenjar getah bening dari jaringan. Biasanya yang diangkut adalah bekas metabolisme yang berat, jadi bukan darah, tapi lemak, protein yg tinggi," kata Sara Ester pada Minggu (18/10/2026).
Sehingga, lanjut Sara, cairan bersifat berat sehingga bila rembes dari kulit, akibat limfedema akan berbentuk bulat karena dia membawa lemak bukan darah.
Penyebab limfedema lain bisa juga dari gangguan pembuluh darah vena kronis.
"Terkadang, kelenjar getah beningnya sendiri tidak rusak, tapi fungsinya terganggu. Itu juga bisa. Biasanya pada pasien-pasien dengan kanker ovarium," katanya.
Kondisi ini terjadi pada banyak pasien. Lebih dari 140 juta di seluruh dunia hidup dengan limfedema.
"Selain itu, 98 persen dari kasus limfedema lengan di negara maju terjadi setelah pengobatan kanker payudara,"ujarnya.
Pengobatan Limfedema untuk Kembalikan Kualitas Hidup Pasien
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376271/original/006756000_1792324168-IMG-20261017-WA0058.jpg)
Limfedema tak perlu dikhawatirkan. Sebab, di Korea, Jepang, operasi limfedema sudah seperti operasi lipatan mata. Maksudnya, pasien datang untuk operasi, lalu pulang di hari yang sama.
"(Tindakannya) bius lokal karena banyak sekali pasien. Itu yang kami harapkan di sini. Semakin banyak pasien yang bisa terbantu dengan apa yang kita kembangkan di Mandaya. Semoga kualitas hidupnya bisa lebih baik," katanya.
Penyintas kanker payudara itu bukan orang diam saja. Ada pasiennya yang instruktur yoga, harus menggunakan tangan yang terdampak dan sedikit bengkak.
"Saya berempati sekali dengan perasaan bahwa mereka 'Duh, mau yoga lagi enggak bisa', padahal sudah sampai level coach. Harapannya ke depan tidak ada lagi perempuan-perempuan yang merasa seperti itu," ujarnya.
Di Indonesia, perawatan limfedema bisa diatasi semudah prosedur bedah mikro yang mengintegrasikan pembuluh limfatik langsung ke pembuluh darah vena kecil.
Tindakan ini membuat jalur alternatif bagi cairan getah bening agar dapat mengalir kembali ke sirkulasi darah.
“Jadi kalau sangat dini, bisa (dilakukan) LVA saja. Saya mungkin perlu waktu 2-3 jam untuk buat sekitar 4 sayatan kalau masih stadium 1. (Tindakannya) cepat, keberhasilannya tinggi, setelah itu bisa main padel lagi, bisa main golf lagi, muat lagi cincinnya," ujarnya.
Namun, kalau stadiumnya sedang menuju berat, pilihannya jadi tidak hanya LVA, karena sudah ada perubahan struktur yang tadinya lemak lembut jadi lemak yang sangat keras. Harus ada tindakan sedot lemak atau liposuction.
"Kemudian kita tambahkan terapi lain, seperti pencangkokan kelenjar limfe dari bagian tubuh lain ke kelenjar yang terganggu," katanya.
Lalu, pada pasien dengan limfedema sangat berat Sara akan melakukan tindakan liposuction. Kelebihan kulitnya dibuang, dan disamakan kanan dan kiri tangannya. Terkadang kalau kondisi pasiennya bagus, bisa operasi lama, dokter juga masih mau memindahkan kelenjar limfe atau disebut pencangkokan, dari bagian tubuh lain ke kelenjar yang terganggu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376250/original/059578400_1792319519-IMG-20261018-WA0005.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532191/original/011520200_1773644247-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_11.15.54_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376703/original/006053700_1792388265-IMG-20261019-WA0025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376659/original/049222600_1792385097-1001769843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376652/original/077229200_1792384373-1001774260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234457/original/056637500_1748349449-images__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376549/original/016553400_1792379962-IMG-20261019-WA0036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376529/original/015768200_1792379249-Senin__19-12__pagi__terjadi_penumpukan_penumpang_di_Stasiun_Depok_Baru__Depok_imbas_pembatalan_7_3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)