Malioboro bukan cuma tempat jalan-jalan, belanja, dan kulineran. Pada Selasa malam, wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan seni tradisi yang membawa cerita sejarah Yogyakarta ke tengah kawasan wisata.
Adalah Pentas Seni Selasa Wagen di Amphitheater Teras 1 Malioboro, Selasa (29/9/2026) malam yang bikin Malioboro jadi destinasi wisata komplit. Jathilan Ambangunjiwo dari Kalurahan Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, tampil sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengangkat kisah Goa Wurung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertunjukan tersebut mengemas kesenian rakyat dengan cerita tentang jejak perjuangan Pangeran Diponegoro di wilayah selatan Yogyakarta. Kisah Goa Wurung sendiri berasal dari Dusun Bibis, Bangunjiwo.
Dalam cerita yang dibawakan Jathilan Ambangunjiwo, Pangeran Diponegoro bersama para pengikutnya meninggalkan lingkungan keraton dan bergerak ke wilayah selatan Yogyakarta.
Mereka kemudian berada di sebuah goa di lereng perbukitan. Di tempat itu, para prajurit dan pengikutnya menyusun kekuatan sekaligus berlatih ilmu keprajuritan dan kanuragan.
Penggemblengan tersebut dipimpin Mas Bekel Joyokesumo yang dipercaya menggerakkan para pengikut Pangeran Diponegoro di wilayah selatan. Dia juga mendapat dukungan dari Nyi Ageng Serang dan pasukannya.
Selama berada di sana, para pengikut Diponegoro melantunkan Kidung Rumekso ing Wengi. Mereka terus berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi tentara Belanda.
Namun, keberadaan mereka akhirnya diketahui mata-mata Belanda. Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya kemudian berpindah ke lereng bukit bagian selatan, yakni Goa Selarong, yang selanjutnya dikenal sebagai salah satu markas perjuangan Diponegoro.
Sementara goa yang lebih dulu ditinggalkan di Dusun Bibis kemudian dikenal dengan nama Goa Wurung. Kisah tersebut menjadi bagian dari cerita yang diangkat dalam Jathilan Ambangunjiwo.
Pentas Selasa Wagen menjadi ruang bagi kalurahan budaya di Yogyakarta untuk menampilkan kesenian mereka di kawasan Malioboro. Program itu difasilitasi melalui Dana Keistimewaan (Danais) dan Dinas Kebudayaan DIY.
Bagi wisatawan, agenda seperti ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi malam setelah berjalan-jalan di Malioboro. Selain menikmati suasana kawasan wisata, pengunjung bisa melihat langsung seni tradisi sekaligus mengenal cerita sejarah yang berkembang di Yogyakarta.
Selasa Wagen memang rutin menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas budaya di kawasan Malioboro. Agenda tersebut juga terbuka untuk masyarakat dan wisatawan.
Jathilan Ambangunjiwo pada malam itu digarap oleh tim yang terdiri dari Karenina Yuan dan Habib Wicaksana sebagai koreografer, Didik Martono sebagai pimpinan produksi, serta Refa Sudrajat Jiwandono sebagai penata musik. Penata rias dan kostum ditangani SSA Production.
Pementasan juga mendapat dukungan dari Lurah Bangunjiwo, H. Parja, S.T., M.Si. Didik Martono sendiri merupakan Ketua Kalurahan Budaya Bangunjiwo.
Lewat pertunjukan itu, cerita tentang Goa Wurung tidak hanya tersimpan sebagai kisah lokal di Bangunjiwo. Cerita tersebut dibawa ke tengah kawasan Malioboro agar bisa dinikmati lebih banyak orang, termasuk wisatawan yang sedang menghabiskan malam di Yogyakarta.





























































Komentar Terbanyak
Die Norwegische Bliv Robots Find Your Verhindern параметров Via
Eu Ets Log Ets Jupiter Hfs Has Aristocrat Das 2010
Kitchen Bathroom 26104 Updated Hfs Has One Old Sehenswürdigkeiten