Rumput Estadio Monumental, Buenos Aires, seharusnya menjadi saksi bisu kenangan terindah bagi para penggawa Timnas Benin. Namun, laga perpisahan Lionel Messi dua hari lalu justru menyisakan getir.
Alih-alih membawa pulang foto kenang-kenangan atau jersey sang megabintang, skuad berjuluk The Cheetahs itu harus pulang dengan tangan hampa dan perasaan terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikSport, dalam laga yang berlangsung pada 7 Oktober 2026 tersebut, Argentina tampil tanpa ampun dengan kemenangan telak 6-0. Messi, sang pusat perhatian, turut mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti. Namun bagi Benin, kekalahan di lapangan hijau bukanlah luka yang paling perih.
Bagi para pemain muda Benin, berdiri di satu lapangan dengan Messi adalah angan-angan yang jadi nyata. Momen langka ini sudah mereka bayangkan akan berakhir dengan jabat tangan hangat, swafoto, atau setidaknya selembar jersey biru-putih sebagai kenang-kenangan seumur hidup. Sayangnya, realita di lapangan berbicara lain.
Gernot Rohr, pelatih Benin, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia membeberkan betapa sulitnya anak asuhnya hanya untuk sekadar mendekati sang idola.
"Para pemain saya sudah mencoba segala cara, tapi tidak berhasil," ujar Pelatih Benin Gernot Rohr kepada RMC Sport.
Kekecewaan itu kian mendalam karena keramahan yang diharapkan dari sang juara dunia tak kunjung tampak.
"Para pemain Argentina tidak memberikan apa-apa ke kami, bahkan sekadar foto bareng Messi," sambungnya.
Puncak dari perlakuan dingin tersebut terjadi usai peluit panjang berbunyi. Saat para pemain Benin mencoba peruntungan menuju lorong ruang ganti untuk bertukar jersey, sebuah tradisi lazim dalam sepak bola, mereka justru dihadang oleh barikade keamanan.
"Kami ingin bertukar jersey, tapi kami tidak mendapatkan itu. Mereka bahkan tidak membiarkan kami mendatangi lorong pemain mereka. Pihak keamanan mengusir kami semua. Para pemain berharap bisa bertukar jersey dengan pemain Argentina."
Nestapa Benin sebenarnya sudah dimulai bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki di Argentina. Masalah internal terkait pembayaran upah sempat membuat keberangkatan mereka terkatung-katung. Akibatnya, Federasi Sepakbola Benin terpaksa mengirimkan tim U-23 untuk meladeni kekuatan penuh Argentina.
Perjalanan jauh menuju Buenos Aires pun terasa kian melelahkan. Rombongan tim baru tiba di lokasi hanya lima jam sebelum sepak mula dimulai. Dengan kondisi fisik yang terkuras dan persiapan yang minim, mereka harus menghadapi gempuran Messi dan kawan-kawan, hanya untuk kemudian diusir oleh petugas keamanan saat ingin meminta kenang-kenangan.
Hingga saat ini, insiden di lorong pemain tersebut masih menjadi buah bibir. Melansir laporan The Athletic, pihak Federasi Sepakbola Argentina (AFA) telah dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait tudingan perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Namun, hingga tulisan ini diturunkan, otoritas sepak bola Argentina itu masih memilih bungkam.
Artikel ini sudah tayang di detikSport























































