Lia, Siswi Sekolah Rakyat yang Bangkit dari Trauma Perundungan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

We Tested Towel Products A Look From Lower

15 reusable paper towel alternatives that you ll love, related 3 reusable straw alternatives to help you ditch the plastic The 5 Free For Every Step Makes Roll Range 000 for those of us cleaning particularly gross messes i see you fellow new moms you might be looking for eco friendly paper towel alternatives that gall between disposable and reusable.

Reduce waste with 7 sustainable paper towel alternatives from swedish dishcloths to flannel cloths for a cleaner greener home, 5 eco friendly paper towel alternatives for your household, paper towels may be a go to in many homes but they probably shouldn t be these single use products can take much more 11 Paper Towel Embrace Tree Ditch A Reusable Paper Step Visit energy to produce and distribute than washing reusable cleaning cloths at home in the united states alone consumers use 13 billion pounds of paper towels annually more than any other country by a long shot every ton of paper towels requires 17 trees and 20 000.

Best Reusable Products 2026 Towel Compare The Best Packaging Efficiently

I tried reusable paper towels for almost a year here s my verdict 2026, skip the chemicals and plastic packaging these eco friendly non toxic paper towels are safer for you and The 7 Best Cost Products Reviewed Switching To Reusable Birds Ways help prevent deforestation.

The best reusable paper towels to soak up spills sustainably, 7 best reusable paper towels for an eco, a 10 pack of shockingly absorbent swedish dishcloths that are an eco friendly alternative to single use paper towels promising review i had actually seen used them in europe but forgot all about them until i saw them on amazon they are easy to clean i throw them 5 Eco Free Uses Swap Ecoroots Offers Green Dishcloth Obsessive in the dishwasher or clothes washer almost daily.

The 5 Best Save That Reusable Paper Towel Thought Materials

10 best reusable paper towels according to shoppers, reusable paper towels these reusable paper towels are cute and offer an environmentally friendly alternative to The Best Bamboo Bhg Try We Tested Microfiber Variety What traditional paper towels, the 7 best eco friendly paper towel alternatives.

8 eco friendly paper towel alternatives to try, mioeco 20 pack reusable kitchen paper towels organic dish cloths, switching to eco friendly paper towel alternatives from those that are traditionally 10 Eco Pack Green Dishcloths When Choosing Cloths Demands High made from virgin pulp is a sustainable choice that can reduce waste and environmental impact various options exist such as reusable paper towels swedish dishcloths flannel cloths huck towels and microfiber cloths.

So if you feel like you can t tear yourself away from paper towels here are our top reusable 12 Paper Towel Unbleached Replace Skip The Chemicals Smart Unbleached Then paper towels and paper towel alternatives to help you make the more sustainable swap.

10 Best Reusable Dishcloths Embrace Looking For Rags Properties

Always reaching for paper towels break the habit with our 15 practical and sustainable alternatives to paper towels explore now, eulnars swedish dishcloths for kitchen 8 pack japanese, eight eco friendly alternatives to paper towels for common uses reducing waste and expense and promoting sustainable living Best Reusable Replace Eulnars Reusable Paper Than Then Forget habits.

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 18 Okt 2026 14:00 WIB
Lia (kanan), siswi Sekolah Rakyat.
Lia (kanan), siswi Sekolah Rakyat. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Lia Dinoviana sibuk mencuci pakaiannya menggunakan mesin cuci di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi. Di usianya yang baru 12 tahun, siswi kelas 6 SD itu mulai belajar menjalani keseharian dengan lebih mandiri, mulai dari mengikuti pelajaran hingga mengurus kebutuhan pribadinya.

Di balik aktivitas sederhana tersebut, Lia menyimpan sebuah cita-cita besar. Ia ingin menjadi dokter agar bisa membantu orang lain, menyembuhkan penyakit, sekaligus merawat keluarganya.

Keinginan itu tumbuh dari perjalanan hidup yang tidak mudah. Sebelum pindah ke Sekolah Rakyat pada Oktober 2025, Lia bersekolah di salah satu sekolah dasar di daerah Jatibening, Kota Bekasi, hingga kelas 5.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, masa-masa sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bermain bersama teman justru menyisakan pengalaman pahit.

Lia mengaku pernah menjadi sasaran perundungan. Ia kerap mendapat ejekan dan perkataan yang menyakitkan dari teman-temannya. Perlakuan itu bahkan membuatnya sesekali merasa takut untuk kembali ke sekolah.

ADVERTISEMENT

"Gimana ya, kadang juga trauma ke sekolah itu juga, soalnya ada kadang dibully," cerita Lia, Minggu (18/10/2026).

Perundungan yang dialaminya membuat Lia memilih diam. Ia mengaku tidak berani melaporkan perlakuan teman-temannya kepada guru karena khawatir dengan ancaman yang diterimanya.

"Ya aku diam aja, mau gimana lagi. Soalnya kalau misalkan aku bilang ke guru, aku diancam," ucapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari masa lalu yang harus dihadapi Lia. Di tengah usianya yang masih belia, ia harus berhadapan dengan situasi yang membuatnya tidak nyaman di lingkungan sekolah.

Lia berasal dari Pondok Gede, Kota Bekasi. Ia tinggal bersama nenek dan adiknya. Sementara itu, ibunya telah menikah lagi dan merantau ke Jambi, sedangkan ayahnya sedang menjalani hukuman karena terjerat kasus hukum.

Kondisi keluarga itu menjadi salah satu latar belakang kehidupannya. Lia tidak merinci bentuk perundungan yang dialaminya, tetapi pengalaman tersebut membuat masa sekolah sebelumnya tidak selalu menjadi tempat yang menyenangkan baginya.

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat datang setelah kakak Lia lebih dahulu masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Ketika program untuk jenjang sekolah dasar tersedia, Lia memutuskan ikut bersekolah di sana.

Keputusan itu datang dari keinginannya sendiri. Selain berharap mendapatkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, Lia ingin membantu meringankan beban ibunya.

"Awalnya itu kakak aku duluan yang masuk SR, SRMA 13. Terus habis itu karena nggak ada SD-nya jadi ditunggu, akhirnya ada SD-nya aku masuk ke sini, aku yang mau," ujar Lia.

Lia kemudian mengungkapkan alasan lain yang membuatnya mantap pindah sekolah. Ia tidak ingin keberadaannya justru menambah beban bagi nenek dan ibunya. "Karena juga aku juga mau bantu mama biar mama nggak repot kalau ada aku, terus juga ngurangin beban," katanya.

Sejak Oktober 2025, Lia menjalani kehidupan baru di Sekolah Rakyat. Ia kembali belajar, berkenalan dengan teman-teman baru, dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah maupun asrama.

Kini, Lia mengaku merasa jauh lebih nyaman. Ia menemukan teman-teman yang memperlakukannya dengan baik, sesuatu yang membuat kesehariannya di sekolah terasa berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya.

"Alhamdulillah senang banget sih, banyak teman yang baik-baik," tuturnya.

Keinginan untuk membanggakan keluarga itu sejalan dengan cita-cita yang ingin diraih Lia. Ketika ditanya apa profesi yang diimpikannya, ia menyebut ingin menjadi dokter.

Lia memiliki alasan sederhana, tetapi penuh makna. Ia ingin bisa membantu orang lain yang sedang sakit dan merawat keluarganya sendiri.

"Aku pengen cita-citanya jadi dokter," ucap Lia.

"Biar bisa bantuin orang, terus juga kayak menyembuhkan segala penyakit, terus ngerawat keluarga juga ya," imbuhnya.

Lia (kanan), siswi Sekolah Rakyat.Lia (kanan), siswi Sekolah Rakyat. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)

Dari Anak Pemalu Menjadi Lebih Percaya Diri

Perubahan Lia juga terlihat oleh Anggun Mego Putri, pengasuh yang mendampinginya selama tinggal di Sekolah Rakyat. Menurut Anggun, Lia awalnya cenderung malu dan takut ketika harus berhadapan dengan banyak anak dari latar belakang yang berbeda.

Namun, seiring waktu, Lia mulai menunjukkan kepercayaan diri. Ia juga semakin dewasa dalam menjalani kehidupan di sekolah dan asrama.

"Mungkin kalau pertama kali, malu anaknya dan takut karena berhadapan dengan banyak anak yg lain dari berbagai kalangan," ungkap Anggun.

Anggun menuturkan, Lia kini tidak hanya mengikuti kegiatan sehari-hari, tetapi juga mulai membantu adik-adiknya di asrama. Sebagai siswi kelas 6, Lia dinilai mampu memberi contoh dalam menjaga kerapian dan menaati aturan.

"Tapi semakin kesini dia bisa percaya diri, jadi lebih dewasa karena dia juga sudah kelas 6 jadi mampu menuntun adik-adiknya di asrama yang lebih kecil dari dia untuk rapi dan patuh aturan asrama," ucapnya.

Dalam kesehariannya, Anggun melihat Lia sebagai anak yang baik dan mampu mengikuti kegiatan sekolah maupun asrama sebagaimana anak-anak seusianya.

Anggun juga tidak melihat adanya trauma mendalam yang terus membekas pada diri Lia. Menurutnya, Lia tetap ceria dan memiliki semangat untuk maju, terlebih dengan dukungan orang-orang di sekitarnya.

"Alhamdulillah kalau saya perhatikan anaknya tidak ada trauma yang membekas dalam ya, anaknya ceria, ada semangat untuk maju dengan dukungan orang disekitarnya," jelas Anggun.

Semangat Lia untuk berkembang tidak hanya terlihat dari kesehariannya di sekolah dan asrama. Ia juga mulai menunjukkan kemampuan melalui kegiatan yang diikutinya.

Anggun menyebut Lia pernah meraih juara pertama lomba baca puisi di Sekolah Rakyat. Lia juga pernah ikut dalam kelompok paduan suara yang mewakili Sekolah Rakyat pada acara peringatan 17 Agustus di Istana Merdeka.

Anggun mengatakan, Lia kerap menyampaikan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meraih prestasi, dan membanggakan keluarga.

"Paling dia bilang mau jadi lebih baik, berprestasi, membanggakan keluarganya," ucapnya.

Anggun berharap Lia dan anak-anak lain di Sekolah Rakyat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan berprestasi. Ia juga ingin mereka tidak merasa minder dengan latar belakang keluarga ketika harus bersaing dan mengejar cita-cita.

"Semoga Lia dan anak-anak di SR ini bisa lebih mandiri, disiplin, berprestasi, tidak takut mengejar cita-cita atau bersaing dengan anak-anak di sekolah lain dengan background mereka," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(bba/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

20 Famous Free 2025 Brand Guide What Is Website Direct Brand
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads