Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Priangan Timur dalam sepekan. Mulai dari kasus seorang gadis di Tasikmalaya yang nyaris jadi korban pengantin pesanan ke China, hingga pria di Garut nekat sebarkan video intim dengan mantan istrinya.
Berikut rangkuman berita Priangan Timur dalam sepekan:
Gadis di Tasikmalaya Nyaris Jadi Korban Pengantin Pesanan ke China
Suasana haru menyelimuti Kantor Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/10). Seorang anak yang sempat hilang akhirnya dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DL langsung dipeluk ayah dan ibunya di depan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi dan jajaran Reskrim. Haru bercampur bahagia terlihat dari wajah ayah korban, Supriyadi, dan ibunya, Ade Rini Mulyasari. Anaknya diserahkan polisi usai beberapa hari hilang dan ditempatkan di rumah aman.
"Alhamdulillah saya bersyukur anak saya selamat ditemukan. Terima kasih Pak Kapolres, Pak Kasat Reskrim dan Pak Kanit PPA. Kerja keras dan profesionalnya polisi membuat anak saya ditemukan lagi. Polisi ini benar-benar tanpa pamrih," kata Supriyadi ayah korban, di depan polisi dan lembaga anak Tasikmalaya.
Kepolisian sengaja tidak langsung menyerahkan korban kepada keluarga untuk memastikan pemulihan psikologis korban dan mendapatkan keterangan yang maksimal. Korban dirasa sudah mulai pulih hingga akhirnya diserahkan kepada orang tua.
"Korban begitu anggota kami temukan sengaja dipulihkan di rumah aman. Pemulihan kesehatan psikologis dan kesehatan badannya. Hari ini kami serahkan pada orang tua," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi didampingi Kasat Reskrim AKP Heru Samsul Bahri di Polres Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
KPAI Kabupaten Tasikmalaya memastikan korban sudah mulai mengalami perbaikan kesehatan psikologisnya. Meski demikian, korban masih harus mendapatkan pendampingan.
"Ya sudah lumayan korban mulai membaik tapi kami tetap upayakan pendampingan psikologis dan pendampingan hukum," kata Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.
Awalnya, korban hilang sejak Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Kampung Simpang, RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Korban tinggal sendiri di kontrakan dan sempat pamit membeli makan. Korban yang masih di bawah umur itu diduga menjadi sasaran modus 'pengantin pesanan' (mail-order bride) oleh seorang warga negara asing (WNA) asal China.
Karena korban masih di bawah umur, Polres Tasikmalaya kemudian melakukan penyelidikan gabungan dengan Unit PPA. Dari penyelidikan, ditemukan kejanggalan. Korban diketahui baru membeli ponsel dan dusnya tertinggal di kosan.
Keberadaan korban terungkap usai kerja sama dengan Polda Metro Jaya dan tim IT. Tim meluncur pada Minggu (12/10) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB ke kawasan permukiman padat yang berseberangan dengan Apartemen Tokyo PIK 2 hingga akhirnya korban ditemukan.
Krisis Air di SMKN 1 Padaherang, Siswa Terpaksa Antre Toilet
Dampak kemarau panjang mulai memukul sektor pendidikan di Kabupaten Pangandaran. SMKN 1 Padaherang menjadi salah satu sekolah yang harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan sanitasi bagi sekitar 1.700 siswanya di tengah krisis air bersih yang kian parah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 1 Padaherang, Teguh, mengungkapkan bahwa dari enam titik sumur yang dimiliki sekolah, kini hanya tersisa tiga hingga empat titik yang masih beroperasi.
"Ada beberapa titik yang mulai mengering, ada juga yang alhamdulillah masih ada airnya," kata Teguh, Senin (12/10/2026).
Menyusutnya debit air memaksa pihak sekolah melakukan modifikasi teknis. Sejumlah toren penampung kini kosong, sehingga distribusi air harus dialihkan secara manual melalui pengaturan ulang instalasi pipa.
"Kami dari tim sarpras bagaimana caranya dengan kondisi sumber yang terbatas bisa menyuplai seluruh saluran air yang ada. Tentu tidak merata, sehingga harus ada instalasi ulang," ujarnya.
Saat ini, pasokan air hanya mengandalkan titik sumur di area depan dekat masjid, belakang kantin, serta bagian belakang sekolah. Distribusi air dilakukan secara bergilir agar seluruh area tetap terjangkau, meski tidak maksimal.
Kondisi ini memicu antrean panjang siswa di toilet sekolah setiap harinya. Keluhan pun mulai bermunculan karena terbatasnya fasilitas sanitasi yang masih berfungsi.
"Otomatis banyak siswa yang mengeluh harus antre di WC karena WC yang ada airnya terbatas," katanya.
Sebagai solusi jangka pendek untuk mencegah penumpukan, sekolah menerapkan kebijakan pembagian toilet berdasarkan jurusan atau konsentrasi keahlian siswa.
"Kami mempunyai trik. Kami labeli siswa sesuai dengan jurusannya. Misalkan jurusan TKJ di sebelah sana, WC di sana diperuntukkan khusus untuk jurusan TKJ. Jadi mengantisipasi penumpukan," ucapnya.
Selain untuk keperluan buang air, air yang tersedia juga diprioritaskan untuk wudu, operasional kantor, hingga kebutuhan praktik di bengkel sekolah seperti pencucian kendaraan.
Khusus untuk agenda salat duha berjamaah setiap Jumat pagi, sekolah masih mengandalkan fasilitas wudu di masjid lingkungan setempat. Namun, siswa tetap diminta melakukan persiapan dari rumah.
"Untuk salat duha masih berjalan. Kami sarankan dari rumah sudah wudu, karena pagi jadi berangkat sudah siap untuk salat berjamaah," ucapnya.
Terkait bantuan eksternal, Teguh menyebut pihak kecamatan melalui dinas terkait sempat mengirimkan bantuan air bersih. Sayangnya, bantuan tersebut terkendala akses masuk armada truk tangki ke titik-titik penampungan di dalam sekolah.
"Kendala karena penyebaran torennya tidak bisa masuk truk, jadi hanya bagian depan yang diisi. Tapi karena bantuannya sedikit, satu-dua hari sudah habis," ujarnya.
Duel Maut di Tasikmalaya, Pria Tewas Usai Saling Bacok
Penganiayaan yang mengakibatkan kematian menggegerkan warga Kampung Cibeureum, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang pria bernama Jajang Nuryadin (36) ditemukan tewas dengan luka di sekujur tubuh, Sabtu (3/10/2026).
Korban ditemukan warga dalam keadaan telentang bersimbah darah. Terdapat luka parah di bagian kepala akibat senjata tajam dan benda keras.
Kurang dari 12 jam, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap pelaku. Sekitar pukul 20.30 WIB di hari yang sama, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial PF alias Ipal (38), warga setempat.
"Pelaku sudah langsung kami amankan dan mengakui telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian," kata Heru.
Hasil visum luar di RSUD KHZ Mustofa menunjukkan korban mengalami 9 luka di bagian kepala. Luka terbuka di dahi atas kanan sepanjang 6 cm, dahi tengah 2 cm, luka di bawah dan atas bibir, hingga gigi korban rusak. Tubuh korban juga penuh luka lecet di lutut, pinggang, dan siku.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengungkap motif penganiayaan dalam rilis Kamis (15/10/2026). Peristiwa penganiayaan berat yang menewaskan Jajang Nuryadin dipicu oleh cekcok mulut yang berujung pada perkelahian dan aksi saling serang menggunakan senjata tajam.
Akar masalah insiden ini bermula saat korban mendatangi tersangka PF yang tengah duduk di teras rumahnya sembari membawa sebilah golok. Percekcokan antara keduanya tak terelakkan hinggakorban diduga lebih dulu menyerang dan membacok bagian kepala tersangka.
Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh PF terjadi setelah dirinya mendapat serangan dari korban.
"Tersangka yang terlebih dahulu mengalami pembacokan oleh korban di bagian kepala kemudian merebut golok yang dipegang korban," ujar Ade.
Setelah mendapati dirinya terluka akibat sabetan senjata tajam korban, tersangka PF berupaya membela diri dengan merampas golok yang dipegang oleh Jajang.
Setelah berhasil merebut senjata tersebut, situasi berbalik secara drastis. Tersangka membalas dengan membacok bagian belakang kepala dan punggung korban masing-masing sebanyak satu kali.
Tak berhenti di situ, tersangka juga menggunakan batu untuk memukul bagian wajah dan kepala korban berulang kali, serta membenturkan kepala korban ke teras tembok rumah warga sekitar hingga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Usai melakukan penganiayaan hingga korban tak berdaya, tersangka sempat mencuci golok dan batu tersebut di tempat pencucian piring milik seorang warga sebelum akhirnya melarikan diri untuk mencari pertolongan medis," ungkap Ade.
Dalam pengungkapan kasus ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya mengamankan sejumlah barang bukti penting dari TKP, di antaranya sebilah golok, satu buah batu, dua buah patahan gigi, pakaian milik korban dan tersangka, serta dua buah ember.
Satu jam pasca-kejadian, tersangka PF yang mengalami luka parah di bagian kepala akibat bacokan awal korban berusaha berobat. Dengan diantar seorang pengemudi ojek pangkalan, tersangka sempat mendatangi tempat praktik dokter di daerah Mangunreja.
Namun, karena tempat tersebut tutup, tersangka melanjutkan perjalanan ke RS KH Zaenal Mustofa Tasikmalaya. Petugas RS langsung melakukan tindakan observasi medis terhadap luka pembacokan di kepala tersangka.
Atas perbuatannya, penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya menjerat tersangka PF dengan pasal penganiayaan berat dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian berdasarkan KUHP terbaru.
"Tersangka disangkakan Pasal 468 Ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait Penganiayaan Berat yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun, serta berlapis Pasal 466 Ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun," tegas Kapolres.
Di hadapan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengaku diserang lebih dulu oleh korban.
"Saya dilukai dulu sama korban saya serang balik," kata PF.
Sungai Cibaruyan di Ciamis Diduga Tercemar, Air Menghitam-Sumur Warga Bau
Air yang mengalir di Sungai Cibaruyan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, tak lagi terlihat jernih seperti biasanya. Di wilayah Desa Sukahaji, air sungai yang mengalir melalui saluran irigasi tampak menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena diduga berdampak hingga ke kolam ikan dan sumur milik mereka.
Dugaan pencemaran ini dirasakan warga sejak beberapa bulan terakhir, terutama saat musim kemarau. Sejumlah warga menduga perubahan kondisi air berkaitan dengan limbah dari aktivitas industri tahu dan peternakan ayam yang berada di Desa Sukamaju dan Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti. Namun, sumber pencemaran tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Pantauan detikJabar, Senin (12/10/2026), air di saluran irigasi yang berasal dari Sungai Cibaruyan tampak berwarna hitam, bau menyengat, menyerupai air comberan yang biasa dijumpai di kawasan perkotaan.
Pemandangan itu terasa kontras dengan lingkungan sekitarnya yang masih berupa perkampungan, tak jauh dari kaki Gunung Sawal. Aliran air yang semestinya menjadi bagian dari kehidupan warga di kawasan pedesaan tersebut kini justru menimbulkan kekhawatiran.
Kondisi serupa terlihat di sejumlah aliran lain yang terhubung dengan Sungai Cibaruyan. Kemarau yang berlangsung cukup panjang diduga turut memperburuk keadaan. Di tengah debit air yang menyusut, warna air yang menghitam dan bau menyengat semakin mengganggu aktivitas warga.
Dampaknya, warga mulai merasakan perubahan pada sumber air yang selama ini mereka manfaatkan. Tak hanya ikan di kolam yang dilaporkan mati, air sumur milik warga juga berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Sulaeman, warga Dusun Ciloa, menunjukkan kondisi sumurnya yang airnya tampak menghitam. Ia menduga perubahan tersebut berkaitan dengan air dari saluran irigasi yang meresap ke dalam tanah.
"Air sumur jadi hitam dan bau comberan. Kondisi ini sejak musim kemarau. Air dari saluran menyerap ke sumur," ujar Sulaeman saat ditemui di rumahnya.
Menurut dia, kondisi air yang berubah membuat warga khawatir untuk menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari. Warga Dusun Ciloa kini tidak lagi berani mencuci menggunakan air dari saluran irigasi karena selain berbau, air tersebut juga disebut menimbulkan rasa gatal.
"Airnya bikin gatal. Untuk kokocok (cuci tangan) di saluran air atau sawah, warga sekarang tidak berani. Petani yang habis dari sawah biasanya membersihkan badan, pakaian di saluran air atau sungai, kalau sekarang tidak bisa lagi," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Yoyoh, warga lainnya. Ia mengaku ikan di kolam miliknya mati. Menurut Yoyoh, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu, sekitar satu kuintal ikan di kolamnya juga mati, yang ia duga berkaitan dengan kondisi air.
"Pabrik di atas sekarang banyak. Ikan di kolam mati semua. Untuk kebutuhan memasak beli galon dua kali sehari. Harapan kami air di sungai bisa jernih seperti sebelumnya," ungkap Yoyoh.
Bagi warga, persoalan ini bukan semata perubahan warna dan bau air sungai. Kondisi tersebut juga menyentuh kebutuhan dasar mereka, mulai dari ketersediaan air untuk keperluan rumah tangga hingga keberlangsungan usaha memelihara ikan. Warga pun berharap aliran Sungai Cibaruyan kembali jernih dan dapat dimanfaatkan dengan aman seperti sebelumnya.
Tak Terima Cerai, Pria Garut Sebar Video Syur Bareng Mantan Istri
Seorang pria asal Garut nekat menyebarkan video intim dengan mantan istrinya sendiri, diduga karena tak terima bercerai. Lelaki berinisial SA (43) itu, kini ditangkap polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra membenarkan hal tersebut. Herman menyebut pihaknya menerima laporan dari seorang wanita, yang melaporkan mantan suaminya sendiri karena menyebarkan video intim keduanya belum lama ini.
"Benar kami menerima laporan tersebut, dan terduga pelaku saat ini sudah berhasil kami amankan," ucap Herman kepada detikJabar, Selasa, (13/10/2026) sore.
Herman menuturkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun, mulanya korban mengaku kaget setelah mendengar kabar beredarnya video syur dengan pemeran korban dan mantan suaminya.
Setelah ditelusuri oleh korban, video tersebut ternyata memang benar diperankan oleh keduanya. Video itu diketahui direkam saat korban dan pelaku masih berstatus sebagai suami-istri.
Merasa dirugikan, korban kemudian langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Personel Sat Reskrim Polres Garut yang dikerahkan untuk menyelidiki kemudian berhasil menangkap pelaku, SA.
"Diamankan di Surabaya belum lama ini," katanya.
Herman menjelaskan, saat ini kasusnya masih dalam pendalaman pihaknya. Namun, diduga kuat, SA nekat menyebarkan video syur dengan mantan istrinya karena tidak terima bercerai.
"Pengakuannya memang demikian, namun kami masih melakukan pendalaman. Keterlibatan terduga pelaku juga harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku," pungkas Herman.























































