Pebalap Yamaha, Alex Rins, sempat cekcok dengan marshal di Sirkuit Mandalika. Bahkan, Rins sampai mengacungkan jari tengah ke marshal.
Rins sudah minta maaf, rider asal Spanyol itu juga berharap marshal meminta maaf.
Rins terekam video sedang mengacungkan jari tengah kepada seorang marshal setelah marshal itu menolak mengantarnya kembali ke paddock usai kecelakaan pada Jumat sore di Mandalika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap Yamaha itu kemudian menjelaskan bahwa marshal tersebut sempat menyuruhnya naik ke skuter. Namun kemudian, marshal itu disebut tidak mau mengantarnya kembali ke paddock. Dua marshal lainnya sempat memprotes keputusan tersebut.
Rins kemudian meminta maaf atas reaksinya. Ia mengungkapkan, juga menerima ancaman pembunuhan dari penggemar di media sosial akibat insiden tersebut.
Setelah Grand Prix Indonesia hari Minggu lalu, Rins memilih untuk menyudahi pembahasan mengenai insiden itu.
"Situasinya sangat kacau," ujarnya seperti dikutip Crash.
"Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah meminta maaf. Saya berharap, saya sangat berharap, marshal itu juga meminta maaf karena situasinya benar-benar ekstrem. Tapi maksud saya, kita tidak perlu membuang waktu untuk membahas ini. Itu saja," katanya.
Rins telah berbicara dengan steward FIM setelah insiden hari Jumat itu. Namun, Rins tidak dijatuhi penalti atas tindakannya.
Alex Rins mengaku, insiden yang terjadi di Mandalika murni karena tekanan yang sangat tinggi. Itulah mengapa, setelah balapan selesai, dia secara terbuka langsung meminta permohonan maaf.
"Itu adalah momen yang penuh tekanan, dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan," ujar Alex Rins.
"Saya meminta maaf atas gestur saya. Hal itu tidak pantas, terutama mengingat ada penggemar muda yang menyaksikan kami. Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan yang mereka lakukan," tambahnya.
























































