Liputan6.com, Jakarta - Tim dokter Rumah Sakit RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam berusia satu pada September 2026. Kondisi dempet perut dan sebagian panggul membuat proses operasi berlangsung hingga 36 jam.
Belasan dokter terlibat dalam proses pemisahan bayi berinisal NA 1 dan NA 2 ini pada 15-16 September 2026. Setiap dokter punya peran vital masing-masing termasuk dokter anestesi. Pada kasus ini, enam dokter spesialis anestesi yang bertugas.
"Pada saat bekerja, anestesi membagi menjadi dua tim. Kami sebut tim merah dan tim biru, masing-masing tim tiga orang," kata dokter spesialis anestesi konsultan anestesi anak, Andi Ade Wijaya pada konferensi pers di RSCM Kiara, Senin (19/10/2026).
Advertisement
Tugas Andi dan tim anestesi lain adalah memastikan bayi tetap hidup dan stabil. Menurutnya, itu menjadi salah satu tantangan terbesar pada saat operasi pemisahan NA 1 dan NA 2 adalah menjaga bayi tetap stabil di tengah risiko perdarahan dan kehilangan cairan selama operasi.
"Kami enggak boleh mengantuk, harus melotot terus, melotot terus melihat monitor, melihat urine keluar apa tidak, ini segala macam," tutur Andi mengingat tindakan operasi satu bulan lalu antusias.
Tim juga menghadapi kesulitan saat harus mengubah posisi bayi karena bentuk tubuh keduanya yang unik serta banyaknya peralatan medis yang terpasang.
Cerita Dokter Bedah
Dokter spesialis bedah anak Riana Pauline Tamba yang beberapa kali sudah melakukan operasi pemisahan bayi kembar merasa kasus kali ini lebih kompleks. Salah satunya karena ada penyatuan dari beberapa organ.
"Saluran cerna memang ada yang bersatu, kemudian hati juga bersatu, kemudian kita bisa pisahkan. Kemudian hanya satu yang mempunyai saluran carnea lengkap, satu lagi hanya punya usus halus," tuturnya di kesempatan yang sama.
Kondisi bayi dempet perut, membuat ada salah satu bayi yang memerlukan penutupan area perut. Menurut Riana ini juga menantang. "Setelah bayi terpisah, kita harus tutup atau perbaiki semua. Yang tidak punya usus kita buat skoma, skoma itu adalah tempat pembuangan kotoran lewat perut. Lalu, menutupnya (area perut)," tuturnya.
Advertisement
Sebulan Pasca Pemisahan Bayi NA 1 dan NA 2
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377233/original/088515500_1792417211-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_8.29.57_PM__2_.jpeg)
Ketua Tim, Prof Dr dr RA Setyo Handryastuti SpA Subsp. Neuro, mengungkapkan bahwa kedua anak tersebut sudah stabil. Bahkan per Senin, 19 Oktober 2026 sudah dipindahkan dari PICU ke ruang perawatan biasa.
"Alhamdulillah, hari ini sangat stabil, perawatan luka operasi sudah stabil, anak tidak ada demam, sudah minum dari mulut," katanya lagi.
"Jadi fokus kita sekarang adalah pasca operasi pertama," tambah Prof Handry.
Selain itu, para dokter akan terus memantau kondisi anak. Termasuk memantau pertumbuhan dan perkembangan termasuk melibatkan tim dokter dari rehabilitasi medik.
Setelah operasi pertama, beberapa waktu ke depan nanti masih ada beberapa step tindakan lagi agar NA 1 dan NA 2 bisa menjalani kehidupan berkualitas seoptimal mungkin.
"Selanjutnya tentu ada operasi-operasi lanjutan untuk meyakinkan bahwa anak NA1 dan NA2 ini bisa berperan sebagai seorang anak yang seoptimal mungkin," tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377603/original/069438300_1792470805-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_10.53.55_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2846847/original/095859800_1562514053-744815011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4385658/original/018681500_1680765613-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)