Laporan mengenai jasad orang utan yang disebut mengapung di Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian petugas konservasi. Setelah dilakukan penyisiran, tim gabungan belum menemukan bangkai satwa yang dilaporkan tersebut.
Informasi itu beredar di media sosial pada 13 Oktober 2026. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI) merespons dengan melakukan pencarian di Sungai Kumai pada 14 Oktober 2026.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, mengatakan telah menerima laporan mengenai dugaan penemuan jasad orang utan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar. Ada kita lihat di media sosial tanggal 13 Oktober terkait ditemukannya jasad orang utan yang mengambang di Sungai Kumai," kata Handi saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026), dikutip dari detikKalimantan.
Tim gabungan kemudian menyisir lokasi yang disebut dalam laporan untuk memastikan keberadaan jasad orang utan tersebut. Namun, pencarian belum membuahkan hasil.
"Namun, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Jasad yang dimaksud tidak ditemukan selama penyisiran berlangsung," kata dia.
Dengan belum ditemukannya bangkai tersebut, informasi yang beredar di media sosial masih belum dapat diverifikasi melalui temuan langsung petugas di lapangan. Hingga Jumat (16/10), keberadaan jasad yang dilaporkan mengapung di Sungai Kumai juga belum diketahui.
Kondisi tersebut membuat penyebab kematian orang utan belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut baru bisa dilakukan apabila jasad satwa ditemukan.
"Informasi ini menjadi perhatian mengingat orang utan merupakan satwa liar yang dilindungi. Kepastian mengenai kondisi dan penyebab kematian satwa sangat penting untuk mengetahui kejadian sebenarnya," kata Handi.
BKSDA Kalimantan Tengah bersama pihak terkait masih perlu menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan apakah benar terdapat orang utan yang mati dan mengapung di Sungai Kumai.



























































