Ribuan santri dan jemaah mengantarkan TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (16/10/2026). Ulama sepuh yang akrab disapa Datok Bagu ini merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031 dan pendiri Yayasan Ponpes Qomarul Huda, Bagu.
Pantauan detikBali, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin diberangkatkan ke lokasi pemakaman dari masjid Baiturrahman Bagu sekitar pukul 15.23 Wita atau ba'da salat Ashar, setelah disholatkan sebanyak 50 kali lebih sejak siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengantar jenazah terus berduyun dari berbagai penjuru. Mereka bahkan rela duduk di area persawahan karena tak cukup di tenda yang disiapkan.
Selain para santri dan jemaah, tampak hadir juga sejumlah tokoh NTB. Seperti, TGH Maarif Makmun Diranse, TGH Habiburohman, KH. M Ziadi Abdad, TGH Mukhlis Ibrahim, TGH Munahib Khalid, TGH Muharar Mahfuz, TGH Badrun, Ketua PWNU NTB, TGH Masnun Tahir, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati Lombok Tengah HM. Nursiah.
Pemakaman berlangsung dengan khidmat diawali dengan pembacaan Suratul Ikhlas yang dipandu oleh TGH Maarif Makmun Diranse. Selanjutnya pembacaan talkin oleh TGH Habiburohman. Kemudian pembacaan doa oleh sejumlah ulama yang dilakukan secara bergantian.
Selanjutnya, pembacaan biografi singkat TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, oleh Syuriah PWNU NTB, TGH Adi Fadli.
Gubernur Iqbal menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya sosok tokoh, ulama kharismatik yang dimiliki Gumi Gora. Ia menyebut, kepergian TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin ini bukan hanya kesedihan bagi warga NTB, tetapi hampir seluruh masyarakat Indonesia.
"Saya atas nama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, secara umum menyampaikan rasa kehilangan dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya TGH Lalu Muhammad Badaruddin atau Datok Bagu," kata Iqbal dalam sambutannya, Jumat sore.
Ia menyebut yang membuatnya sangat berkabung hari ini adalah bukan karena kehilangan orang tua atau guru semata. Namun, sosok Datok Bagu merupakan ulama yang betul-betul sebagai pemimpin, guru bahkan orang tua bagi umat.
"Tidak ada kehilangan yang lebih besar kecuali kehilangan ulama. Karena kami kehilangan teman memimpin umat, meminta warga. Mari kita mendoakan beliau diberikan tempat disisi Allah SWT," imbuhnya.
Di sisi lain, ia meminta kepada seluruh pengantar jenazah untuk mendoakan kedua istri Datok Bagu Ummy Halimah dan Aisyah agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan seluruh perjuangan almarhum. Terlebih, kampus yang didirikan sejak lama oleh Datok Bagu, yaitu Universitas Qomarul Huda Bagu (Uniqba), dalam waktu dekat akan membuka program studi Fakultas Kedokteran setelah sukses di bidang kesehatan.
"Mari kita doakan Ummy Halimah dan Aisyah agar diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melanjutkan perjuangan beliau," katanya.
Menurutnya, TGH Lalu Muhammad Badaruddin adalah sosok ulama yang teduh dan mampu memberikan kesejukan di saat situasi politik, sosial, dan agama memanas. Ia pun tak segan-segan menyebut sosok seperti itu sangat sulit ditemukan saat ini.
"Tidak banyak seperti beliau, beliau adalah ulama yang teduh dan harmonis. Tidak banyak tokoh seperti beliau. Yang mampu memberikan kesejukan di saat situasi memanas," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar duka menyelimuti masyarakat NTB. Ulama sepuh kharismatik yang juga Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, atau yang akrab disapa Datok Bagu, wafat pada Kamis (15/10/2026) pukul 13.37 Wita.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Provinsi NTB pada pukul 13.37 Wita. Kepastian kabar duka tersebut disampaikan secara resmi oleh jajaran direksi dan manajemen RSUD Provinsi NTB.

















































