Kota Hanoi mulai memangkas ribuan pohon Alstonia scholaris atau secara lokal disebut hoa sua setelah warga mengeluhkan aroma bunganya yang terlalu menyengat.
Pemerintah Kota Hanoi berencana memangkas hingga 1.000 pohon di 13 ruas jalan untuk mengurangi bau tersebut. Hanoi memiliki lebih dari 14.400 pohon hoa sua.
Dikutip dari AFP, Selasa (20/10/202) meski pohon-pohon tinggi itu memberi keteduhan saat musim panas. Namun, ketika musim gugur tiba, bunganya mengeluarkan aroma kuat yang dinilai mengganggu sebagian warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Hanoi, Tran Trung Phong, mengatakan aroma bunga itu membuatnya tidak nyaman, terutama saat cuaca panas. "Baunya sangat menyengat hingga terasa tidak nyaman, terutama saat cuaca panas," ucap Phong.
Ia mengaku harus menutup pintu dan jendela rumahnya yang berlantai empat karena dikelilingi puluhan pohon pulai. Phong juga mengalami sakit kepala dan kesulitan bernapas akibat aroma bunga tersebut.
"Kalau keputusan ada di tangan saya, saya akan mengganti semua pohon itu," tegasnya.
Keluhan serupa ramai disampaikan warga melalui media sosial dan diberitakan media pemerintah. Survei media daring VnExpress menunjukkan 80% responden mendukung pemindahan atau penebangan pohon tersebut.
Di Vietnam, pohon hoa sua merupakan pohon yang ikonik. Pohon ini juga sering muncul dalam lagu serta puisi romantis tentang Hanoi.
Pemangkasan pohon hoa sua di Hanoi, Vietnam. (REUTERS/Thinh Ngyuen) |
"Orang yang tidak tinggal dekat pohon-pohon ini mungkin menganggapnya romantis dan menyenangkan. Coba rasakan selama sehari saja berada di dekatnya, Anda akan membencinya selamanya," tulis netizen beranam Thanh Luong di Facebook.
Ia mengatakan kamar tidurnya berjarak sekitar 100 meter dari dua pohon hoa sua dan menyebutnya sebagai siksaan.
Tetapi sebagian warga ingin pohon tersebut tetap dipertahankan karena dianggap sebagai bagian dari identitas Hanoi. Warga Hanoi lainnya, Lan Huong, menyebut pohon hoa sua merupakan ciri khas kota dan memberi sentuhan alam di tengah jalanan yang tercemar.
"Hoa sua adalah ciri khas Hanoi. Semua orang tahu dan menerima kenyataan itu," ungkapnya.
Huong juga mempertanyakan apakah aroma bunga lebih mengganggu dibandingkan asap kendaraan.
Dalam pernyataan pada Kamis lalu, Pemerintah Hanoi menyebut hoa sua sebagai salah satu ciri khas musim gugur yang memperkuat identitas kota. Pemerintah Hanoi juga tak menampik jika aroma bunganya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dan kenyamanan warga.
Hingga akhirnya, mereka pun mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian pohon ke lokasi yang lebih sesuai dan menggantinya dengan tanaman lain. Pemindahan pohon hoa sua pernah dilakukan pada 2019, ketika sekitar 100 pohon dipindahkan ke pinggiran kota.
Namun, rencana pemindahan 80 pohon dari jalan utama pada 2023 gagal setelah mendapat penolakan warga. Perdebatan itu menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, pohon tersebut bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari kenangan tentang Hanoi.



























































