Liputan6.com, Jakarta - Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah satwa di Taman Satwa Bumi Kedaton, Jalan WA Rahman, Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, diduga kehausan hingga kelaparan viral di media sosial. Video tersebut memicu kekhawatiran warganet terhadap kondisi dan kesejahteraan satwa di lokasi wisata tersebut.
Dalam video yang diunggah akun media sosial bvnnziey, seekor hewan berbulu hitam yang diduga siamang terlihat berada di dalam kandang besi. Satwa tersebut tampak mendekati celah jeruji untuk meminum air mineral langsung dari botol plastik yang disodorkan seseorang dari luar kandang.
Perekam video yang terdengar merupakan seorang perempuan menyebut satwa tersebut seolah tidak mendapatkan air minum. Ia kemudian memberikan air mineral kepada hewan itu.
Advertisement
"Nih ya guys, benar-benar enggak ada minum. Mau makan tuh, sampai dia kehausan. Ya ampun, ya ampun, ya ampun. Tuh aku taruh ya, udah minum ya," ujar perempuan dalam rekaman tersebut.
Unggahan itu pun menjadi sorotan karena memperlihatkan dugaan kondisi satwa yang membutuhkan perhatian. Meski demikian, kondisi sebenarnya dan pemenuhan kebutuhan pakan serta minum satwa secara keseluruhan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video tersebut.
Tak berhenti pada unggahan video, pemilik akun tersebut juga mengajak masyarakat Lampung untuk kembali mendatangi Taman Satwa Bumi Kedaton dengan membawa buah-buahan dan air minum untuk satwa.
Ajakan itu disampaikan melalui keterangan video yang diunggahnya di media sosial.
“Warga Lampung, besok aku mau ke Bumi Kedaton Resort lagi bawa buah dan air. Buat kalian yang mau ikutan boleh banget. Plis ramein karna hari ini yang dateng cuma aku doang,” tulisnya.
Pengunggah juga mempertanyakan pemenuhan kebutuhan makan dan minum satwa ketika tidak ada pengunjung yang datang. Ia menyatakan akan menyampaikan protes kepada pihak pengelola apabila kembali menemukan kondisi serupa.
Menanggapi video viral tersebut, perwakilan manajemen Bumi Kedaton, Yunus, membantah anggapan bahwa satwa di lokasi wisata itu tidak mendapatkan makanan.
Dia menegaskan, pemberian pakan kepada satwa tetap dilakukan setiap hari meskipun pengelola sedang menghadapi sejumlah kendala operasional.
"Untuk pemberian pakan tiap hari kita berikan," kata Yunus, Jumat (16/10/2026).
Yunus juga menjelaskan bahwa pihak manajemen telah mengajukan relokasi seluruh satwa kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sejak April 2026. Hingga kini, proses pemindahan satwa tersebut masih berlangsung secara bertahap.
"Sekarang masih proses relokasi bertahap, untuk seluruhnya (satwa berada di lingkungan Taman Satwa Bumi Kedaton)," jelasanya.
Menurut Yunus, pengajuan relokasi berkaitan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang belum maksimal serta kendala administrasi dan operasional yang dihadapi pengelola.
"Jadi tingkat kunjungan yang belum maksimal, administrasi, operasional," imbuhnya.
Respons BKSDA
Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan, proses relokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan setiap satwa. Sebelum dipindahkan, tim terlebih dahulu melakukan penilaian cepat atau rapid assessment.
“Langkah ini penting untuk menentukan kesiapan satwa untuk dipindahkan, kebutuhan penanganan medis, serta memastikan proses evakuasi berlangsung dengan aman, meminimalkan stres, dan mencegah risiko cedera, baik pada satwa maupun petugas,” kata Agung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dari enam individu satwa yang menjadi objek penanganan, empat di antaranya dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung.
Keempat satwa tersebut terdiri atas dua ekor merak hijau, satu ekor monyet ekor panjang, dan satu ekor owa sumatera.
"Sementara itu, dua satwa lainnya, yakni satu ekor beruk dan satu ekor monyet ekor panjang, belum dapat dievakuasi karena sedang sakit," sebutnya.
Keduanya untuk sementara tetap menjalani karantina di Taman Satwa Bumi Kedaton agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Langkah itu dilakukan untuk mencegah potensi penularan penyakit kepada satwa lain yang telah berada di PPS Lampung.
Agung menegaskan, keputusan menunda pemindahan kedua satwa tersebut didasarkan pada pertimbangan medis dan prinsip kehati-hatian.
“Keselamatan dan kesehatan satwa menjadi prioritas, sehingga setiap tindakan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter hewan dan penanganan yang tepat,” terangnya.
BKSDA Bengkulu menyatakan penanganan satwa tidak sebatas memindahkan hewan ke lokasi baru. Proses tersebut juga mencakup pemulihan, rehabilitasi, serta evaluasi untuk menentukan kemungkinan satwa dikembalikan ke habitat alaminya sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375508/original/073284400_1792151299-1001766989.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)