Seorang perempuan berinisial ASN mengungkap pengalaman yang dialaminya saat ditawari membuat konten oleh sejumlah pria di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya. Belakangan, ASN menduga konten tersebut mengandung unsur pelecehan seksual dan membagikan pengalamannya melalui media sosial.
Peristiwa itu terjadi pada 5 Agustus 2026. Saat itu, ASN sedang berjalan-jalan bersama seorang temannya di kawasan Jalan Tunjungan.
Bagi traveler dan warga lokal, Jalan Tunjungan merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Surabaya. Kawasan yang berada di pusat kota itu dikenal sebagai lokasi wisata sejarah dan ruang publik yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menjadi tempat bersantai, kawasan tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pertunjukan jalanan hingga pembuatan konten media sosial.
Setelah selesai beraktivitas, keduanya hendak menuju area parkir untuk pulang. Di tengah perjalanan, dua pria menghampiri mereka dan menawarkan untuk ikut dalam pembuatan konten video.
Menurut ASN, kedua pria tersebut menjelaskan bahwa pengambilan video hanya berlangsung singkat dan melibatkan sebuah boneka.
"Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak,'" demikian kata ASN mengingat kembali ucapan pria tersebut, Senin (21/9/2026), dikutip dari detikJatim.
ASN mengaku sempat menolak ajakan tersebut. Namun, temannya akhirnya menyetujui tawaran itu karena merasa tidak enak untuk menolak. ASN kemudian ikut terlibat setelah ditarik untuk bergabung dalam proses pengambilan video.
Menurut pengakuannya, proses pembuatan konten tidak hanya dilakukan sekali. ASN dan temannya diminta mengikuti pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda, tetapi menggunakan konsep yang sama.
"Disuruh take konten itu 3 kali dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua," kata dia.
Selama proses pembuatan video, ASN mengaku diminta melakukan sejumlah gerakan menggunakan boneka tersebut.
"Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat "ekor" bonekanya, disuruh pegang "ekor"nya, ketawa-ketawa, dan saling lempar satu sama lain," ujar dia.
Pengalaman itu kemudian diceritakan ASN melalui unggahan di media sosial. Setelah unggahannya ramai diperbincangkan, ia mengaku menerima pesan dari perempuan lain yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.
Perempuan berinisial CR menghubungi ASN melalui pesan langsung dan menceritakan pengalamannya. Menurut ASN, CR mengaku mengalami peristiwa yang diduga serupa bersama temannya beberapa hari sebelumnya.
"Bisa di-share juga (ada dugaan korban lain DM) 'Kak thank youu buat utasmu di Threads. Kejadian di aku sama temenku,'" ujar ASN.
CR juga menyebut ada empat orang yang terlibat dalam kejadian yang dialaminya.
Sementara itu, kepolisian mulai menindaklanjuti informasi yang beredar. Kasatres PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan pihaknya kembali melakukan pengecekan untuk kepentingan penyelidikan.
"Kami cek lagi (untuk penyelidikan)," kata Melatisari.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun pelecehan seksual.
"Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut," kata dia.



























































