Viral di media sosial seorang pasien diduga ditolak di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). RS Bhayangkara Makassar pun memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di IGD RS Bhayangkara Makassar, Senin (19/10/2026) malam. Humas RS Bhayangkara Makassar Nizmah menjelaskan pasien tersebut datang saat kondisi pelayanan sedang padat.
"Pada saat pasien tiba di IGD RS Bhayangkara Makassar, kondisi pelayanan sedang sangat padat dengan jumlah pasien yang cukup banyak. Petugas mengarahkan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan perawat," ucap Nizmah melalui keterangannya, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sebelum dilakukan pemeriksaan darurat, pasien tersebut telah dibawa keluar oleh pihak keluarga. Sehingga, kata dia, proses triase belum sempat ditangani.
"Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan dan sebelum pasien menjalani proses triase atau penilaian tingkat kegawatdaruratan, pihak keluarga membawa pasien keluar dari IGD," ujarnya.
Ia menyampaikan pihak RS Bhayangkara Makassar turut prihatin atas kejadian tersebut. Dirinya menegaskan kondisi saat itu terjadi karena bersamaan dengan jumlah pasien yang padat di IGD.
"Kami memahami bahwa kondisi IGD yang padat dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga. Kami turut prihatin atas situasi yang terjadi dan memahami harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan optimal," tuturnya.
Dia menyampaikan pihaknya berupaya berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan. Di samping itu, kata dia, mengutamakan keselamatan pasien sesuai prosedur.
"RS Bhayangkara Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, mengedepankan komunikasi yang baik, serta mengutamakan keselamatan pasien sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku," jelasnya.
"Kami juga terbuka terhadap masukan dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan," pungkasnya.
Sementara, dalam video beredar, pasien awalnya dibawa menuju RS Bhayangkara menggunakan becak motor (bentor). Pasien kemudian dipindahkan ke kursi roda saat berada di depan ruangan IGD.
Pasien ini dikeluhkan mengalami sesak napas. Namun saat memasuki ruang IGD di RS Bhayangkara Makassar, pasien diduga ditolak dengan dalih sudah penuh.































































