Bocah perempuan bernama Rizqia Rahmat (6) dilaporkan hilang diduga tenggelam di Kanal Sinrijala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diketahui ikut orang tua angkatnya ke Makassar untuk melayat ke rumah keluarga.
Potensi SAR Damkar Makassar, Ekhy mengatakan korban yang dari Kabupaten Barru awalnya ikut orang tua angkat melayat ke Kabupaten Gowa, pada Sabtu (17/8). Setelah melayat di Gowa, korban bersama keluarganya singgah di kawasan Sukamaju, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
"Setelah melayat di Gowa, mereka singgah di Sukamaju untuk takziah. Anak itu kemudian ditinggalkan. Saat keluarga pulang sekitar pukul 22.12 Wita, korban sudah tidak ditemukan dan mulai dicari," kata Ekhy dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekhy menuturkan sejumlah anak yang berada di sekitar kanal sempat melihat korban bermain di dekat jembatan. Namun, keterangan saksi mengenai dugaan korban masuk ke air masih berbeda-beda.
"Ada beberapa anak kecil yang melihat korban bermain di sekitar kanal. Ada juga yang menyampaikan korban turun berenang, tetapi itu masih keterangan anak-anak. Belum ada orang dewasa yang memastikan korban masuk ke air," jelasnya.
Dia mengatakan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga didalami untuk mencari petunjuk. Namun, dari rekaman yang diperoleh, belum ditemukan bukti visual yang memastikan korban terjatuh atau masuk ke kanal.
"Rekaman CCTV mencakup rentang waktu sejak korban dilaporkan keluar hingga dinyatakan hilang. Meski demikian, rekaman tersebut belum menunjukkan kejadian yang dapat memastikan penyebab hilangnya korban," ungkapnya.
Korban diketahui memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim dalam upaya pencarian, termasuk apabila korban ditemukan dalam keadaan selamat.
"Dia itu kayak orang bilang anak dengan autisme, baru tidak bisa komunikasi," pungkasnya.
Diketahui, tim SAR gabungan dari BPBD dan Damkar Makassar hingga aparat kepolisian telah menyisir Kanal Sinrijala, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang pada Minggu (18/10). Penyisiran dilakukan hingga malam sekitar pukul 21.40 Wita.
"Untuk hari ini berhenti, besok pagi lagi dilanjut," kata personel BPBD Makassar Asdar kepada detikSulsel di lokasi.































































