Ibu rumah tangga bernama Ida (46) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan selamat setelah tiga hari dilaporkan hilang diduga tersesat di hutan. Korban mengaku kehilangan arah setelah bertemu dengan seorang pria dan perempuan yang terus memanggilnya.
"Hilangnya tiga hari dua malam," ujar Kapolsek Binuang Iptu Rahman kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2026).
Korban ditemukan saat berada jauh dari pemukiman warga di lembah kawasan Gunung Parro, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Selasa (20/10) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat ditemukan terdapat luka di kaki korban diduga akibat terjatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ditemukan saat berada di bawah lembah Gunung Parro. Kondisinya normal, hanya saja ada luka lecet di kakinya mungkin karena terjatuh," kata Rahman.
Korban yang berasal dari Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, dilaporkan hilang sejak Minggu (18/10), sekitar pukul 21.00 Wita. Sebelum dinyatakan hilang, korban meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor.
"Ada saksi yang sempat melihat korban di gunung. Sempat ditanya mau kemana, katanya mau mencari keluarga di atas gunung," tuturnya.
Warga yang bertemu dengan korban saat itu sempat memintanya pulang karena tidak ada orang di puncak gunung yang dimaksud. Namun, saat warga tersebut dalam perjalanan pulang, dia melihat sepeda motor korban terparkir di pinggir jalan.
"Pada saat saksi dalam perjalanan pulang, dia melihat motor korban terparkir di pinggir jalan tanpa melihat pemiliknya," ucapnya.
Sejak laporan kehilangan diterima, keluarga korban bersama Tim Sar Gabungan dan masyarakat setempat melakukan pencarian untuk mengetahui keberadaan korban.
"Selama korban dilaporkan hilang, upaya pencarian telah dilakukan pihak keluarga bersama personel Polsek Binuang dibantu masyarakat setemat," imbuhnya.
Keberadaan korban pertama kali diketahui seorang ustadz bernama Tajuddin yang ikut melakukan pencarian. Korban mengaku tersesat karena mengikuti seorang lelaki dan perempuan yang terus memanggilnya.
"Orang yang pertama kali menemukan korban adalah ustadz bersama warga lainnya. Menurutnya (korban) ada perempuan dan laki-laki yang terus memanggilnya lalu diikuti," beber Rahman.
Kepada petugas, korban mengaku hanya mengandalkan air yang ditemukan di sekitar lokasi untuk bertahan hidup selama tersesat.
"Tadi waktu saya tanya, katanya hanya minum air untuk bertahan hidup. Tidak banyak yang diingat, katanya dia cuma keliling-keliling di hutan," tandasnya.
Dia memastikan korban dalam kondisi sehat. Setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas, korban lalu dipulangkan ke rumahnya.































































