Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), gembira dengan jumlah penonton ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, pada 9-11 Oktober yang mencapai 157,8 ribu penonton. Tingginya jumlah penonton akan berbanding lurus dengan pajak hiburan sebagai pendapatan asli daerah (PAD)k.
"Tinggal dihitung nanti, kalau tahun lalu (2025) Rp 2,3 miliar, semoga lebih dari itu," kata Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, kepada detikBali, Selasa (13/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hitungan kotor, Nursiar berujar, hasil pajak hiburan dari MotoGP 2026 ini diperkirakan melebihi Rp 3 miliar. "Logikanya kan, 157 ribu, nanti tinggal dihitung per tiket. Ini perlu kita diskusikan," ujarnya.
Menurutnya, angka itu masih di luar dari pajak hotel dan restoran. Nursiah menjelaskan angka Rp 3 miliar lebih itu hanya berasal dari pajak hiburan selama tiga hari MotoGP saja.
"Di luar pajak hotel dan restoran. Itu hanya pajak hiburan saja," tegasnya.
Nursiah menjelaskan dampak adanya event MotoGP di Sirkuit Mandalika sangat dirasakan oleh warga Lombok Tengah. Terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengusaha akomodasi, travel agent, serta sektor lainnya.
"Event ini sangat terasa. Contoh, yang terasa adalah UMKM kita, kemudian nanti soal perhitungan PAD pajak hiburan dan hotel dan restoran. Selain itu, yang mendapatkan dampak itu pengusaha jasa wisata, trasportasi," bebernya.
Nursiah mengatakan jumlah penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Seperti, di 2022 sebanyak 102.801 orang, 2023 sebanyak 102.929 orang, 2024 121.252 orang, 2025 sebanyak 140.324 orang dan 2026 mencapai 157.875 orang.
"Tentu kami sangat berbahagia atas event MotoGP yang melampaui target penontonnya. Sehingga, jumlah penonton 157 ribu penonton itu sebagai salah satu wujud Masmirah," tegasnya.
Nursiah menjelaskan saat ini pihaknya belum bisa memberikan catatan sebagai bahan evaluasi kepada pihak penyelenggara MotoGP Mandalika. Ia menyebut yang terpenting target 140 ribu penonton itu telah terlampau.
"Tentu ke depan, kalau kita berbicara tentang evaluasi, tentu intinya adalah tercapainya target MGPA, dan mudah-mudahan sebagai pertimbangan kedepannya dengan Dorna," katanya.
Nursiah pun berharap MotoGP di Sirkuit Mandalika ini akan terus berlanjut. Ia melihat, dampak ekonomi dengan adanya kegiatan itu sangat terasa bagi masyarakat Lombok Tengah.
"Kenapa, Lombok Tengah mengharapkan event ini terus dilanjutkan. Bagaimana caranya, bagaimana kita terus berkolaborasi dengan semua pihak," pungkasnya.

















































