Dalam Islam, umat muslim dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan pertolongan dalam menghadapi setiap keadaan. Perintah berdoa bahkan tercatat langsung dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.'"
Mengutip buku Jalan Menuju Hidup Berkah karya Muhammad Suhud, berdoa adalah wujud permohonan kepada Allah SWT dengan pasrah. Doa juga merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memohon kepada Sang Pencipta.
Berdoa tidak berarti seseorang cukup menunggu pertolongan tanpa berusaha. Seorang muslim tetap perlu berikhtiar, menjalankan kewajiban, dan bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan usaha terbaik.
Doa Meminta Kemudahan
Dirangkum dari buku Quantum Quran Memorizing Technique karya Ipnu R. Nugroho, berikut kumpulan doa yang bisa diamalkan untuk meminta kemudahan.
1. Doa Meminta Kemudahan dalam Segala Urusan
Doa meminta kemudahan berikut sering dibaca ketika seseorang menghadapi pekerjaan, ujian, atau urusan yang dirasa sulit.
Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik RA dan tercantum dalam Sahih Ibnu Hibban. Kandungannya mengajarkan bahwa kemudahan sejati datang dari Allah SWT.
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Latin: Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlan.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan kesulitan itu mudah apabila Engkau kehendaki."
2. Doa Nabi Musa AS agar Urusan Dimudahkan
Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Musa AS memohon pertolongan Allah SWT agar dimudahkan dalam menjalankan tugas menyampaikan risalah kepada Fir'aun.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbi syrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul 'uqdatan min lisani, yafqahu qauli.
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Taha: 25-28).
3. Doa Memohon Petunjuk
Doa ini diaca oleh para pemuda yang berlindung di Gua Ashabul Kahfi. Doa ini diabadikan dalam surat Al-Kahfi ayat 10,
إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Arab-Latin: Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā
Artinya: (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
4. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS Al-Baqarah: 201).
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa doa yang paling sering dibaca Nabi Muhammad SAW adalah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat tersebut.
5. Doa Dimudahkan Segala Urusan
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya'ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata 'ainin
Artinya: "Wahai Tuhanku Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu." (HR Tirmidzi).
(dvs/dvs)




































































